JawaPos Radar

Kisah Perias Jenazah

Cerita Mistis Perias Jenazah, dari Bisikan Hingga Diikuti ke Rumah

17/04/2018, 14:05 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Cerita Mistis Perias Jenazah, dari Bisikan Hingga Diikuti ke Rumah
Pembuat Peti Jenazah melakukan proses pengecatan di daerah Tambora,Jakarta Barat, (30/3). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Tidak salah jika kesan menyeramkan selalu menghampiri profesi perias jenazah. Sebab, kejadian di luar akal sehat atau mistis sering dialami perias jenazah ketika melakukan tugasnya. Seperti yang diungkapkan Ver, 46, yang sudah melakoni pekerjaan ini selama 30 tahun.

Ditemui JawaPos.com di kediamanya, ia mengaku masih merasakan merinding saat masuk kamar jenazah. Salah satu kejadian mistis yang pernah ia alami ketika mendapatkan panggilan merias pada jam 2 dini hari di sebuah rumah duka.

Saat ia tengah merias, tiba-tiba lampu mendadak mati lalu datang seorang perempuan menghampirinya. Ver mengira perempuan tersebut adalah keluarga dari jenazah yang datang untuk menemaninya. Tanpa ingin diganggu konsentrasinya merias, wanita 46 tahun itu tidak mengajaknya berbicara.  

Cerita Mistis Perias Jenazah, dari Bisikan Hingga Diikuti ke Rumah
Suasana Rumah Duka Abadi Funeral, Jakarta Barat. (Rumah Duka Abadi)

"Saya tidak bicara sama dia, tapi saat dilihat sekilas, dia mirip sekali dengan jenazah yang sedang saya rias. Saat lampu nyala, saya keluar ruangan, begitu balik lagi orangnya sudah tidak ada," terangnya kepada JawaPos.com saat ditemui di rumahnya di kawasan Jakarta Barat, Jumat (13/4).

Pengalaman mistis lainnya datang ketika ia menerima panggilan rias pada pukul 3 pagi. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan petir, ia berada di kamar jenazah seorang diri tiba-tiba terdengar suara blower bocor dan berbunyi kencang.

Padahal sebelumnya tidak ada masalah dengan mesinnya. Setelah itu, ia merasa ada seseorang yang membisikkan untuk menyudahi riasannya. Namun, ia tetap melanjutkan sampai selesai.

Kejadian yang masih terngiang hingga saat ini adalah ketika ada sosok yang mengikutinya dari belakang. Kala itu ia selesai merias pukul 6 sore untuk seorang jenazah korban kecelakaan, kemudian ia pulang ke rumah untuk istirahat.

Tanpa tersadar saat ia bangun tidur, ia merasa melihat sosok bayangan yang mirip dengan jenazah yang baru diriasnya. "Saya kaget banget. Mungkin tadi ketika merias saya tidak melakukan komunikasi dengannya terlebih dahulu sehingga ia merasa kurang puas dengan hasilnya. Saya minta maaf, ya mau gimana lagi memang risiko pekerjaan,” imbuhnya.

Pekerjaan sebagai perias jenazah memang menuntut ibu dua anak ini untuk berani dalam keadaan apa pun. Terlebih ia melakukannya seorang diri tanpa asisten. Bahkan ia tetap melayani permintaan rias jenazah pada waktu dini hari.

Namun bagi Ver, perias jenazah adalah suatu pekerjaan mulia. Dalam sehari ia bisa melayani rias 3 hingga 5 jenazah. Jumlah itu tidak menentu setiap bulan, tergantung dari banyaknya permintaan yang diterimanya.

(ce1/fid/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up