JawaPos Radar

Melihat Kemeriahan Semarak Jenang Solo

Hadirkan 17 Jenis Jenang Nusantara dan Bagikan Ribuan Jenang Gratis

17/02/2018, 17:03 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Semarak Jenang
JENANG: Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo tengah memeras buah kelapa dan mengambil santan untuk membuat jenang, Sabtu (17/2). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - 273 stan nampak berjejer rapi di pelataran Benteng Vastenburg Kota Solo, Sabtu (17/2) pagi. Setiap stan pun menyajikan 100 takir jenang.

Setidaknya ada 17 jenang di nusantara hadir dan memenuhi ratusan stan tersebut. Todal 27.300 takir jenang disajikan.

Sajian jenang tersebut bukan tanpa alasan. Pemkot Solo sengaja membuat kegiatan Semarak Jenang untuk menyambut Hari Jadi ke-273. Usai mengadakan upacara hari peringatan di Satadion R Maladi Sriwedari, dilakukanah kirab jenang.

Kirab ini mengambil rute mulai dari Balai Kota Solo menuju Benteng Vastenburg di Gladag. Kirab ini sebagai simbolis Semarak Jenang. Di Benteng sudah ada ribuan warga menunggu. Mereka tidak hanya dari Kota Solo. Tetapi banyak yang dari luar Solo, termasuk juga dari Magelang, Surabaya dan kota lainnya.

Sebelum ribuan takir jenang dibagikan gratis, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo secara simbolis melakukan adat membuat jenang. Seperti memeras santan dan juga yang lainnya. Setelah prosesi ini rampung barulah, ribuan takir jenang itu dibagikan kepada warga yang sudah terlalu lama menunggu.

Tanpa menunggu lama, warga langsung berebut untuk mengambil jenang yang disediakan.
Ketua Panitia Semarak Jenang, Subagiyo mengatakan, bahwa takir tersebut merupakan simbol sebuah kehidupan. Bahwa di dalam takir itu ada jenang yang terbuat dari berbagai bahan yang disatukan.

"Jenang itu kan terdiri dari berbagai bahan, dan inilah sebuah gambaran dari kehidupan," terangnya.
Pembagian jenang gratis ini mendapat sambutan antusias dari warga. Salah satunya adalah Rizqi, 25.

Menurutnya, Semarak Jenang ini menjadi agenda yang bagus dan layak untuk dikembangkan.
"Sebenarnya saya tidak tahu kalau ada event seperti ini. Rencananya mau ketemu teman, tetapi malah diajak ke sini, dan ternyata bagus," ungkap perempuan asal Surabaya tersebut.

Sementara itu, Sugiyanti, 55, warga Mojosongo, Solo mengatakan, event ini merupakan upaya yang bagus dari pemerintah. Mengingat, jenang merupakan makanan tradisional yang harus dipertahankan. "Kalau harapannya agar ke depan dikemas lebih bagus lagi, tapi untuk gelaran ini sudah cukup menarik," ucapnya.

17 jenis jenang yang dibagikan tersebut seperti, jenang pati, majemukan, saloko, kolap, warni empat, sengolo. Selain itu, juga ada jenang procot, abang putih, katul, lemu mawi sambel goreng, sepasaran, timbul, ngangrang, lahan, grendul, sumsum, dan jenang tamin.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up