alexametrics

Fluktuasi Bahan Pokok Jelang Nataru: Cabai Melejit, Yang Lain Naik

16 Desember 2021, 21:58:05 WIB

JawaPos.com – Menjelang masa libur Natal dan tahun baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Jatim mulai menunjukkan tren kenaikan. Dari semua komoditas, lonjakan paling drastis terjadi pada harga cabai.

Mengacu data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jatim, sedikitnya tercatat ada 22 komoditas pokok yang mengalami kenaikan. Di antaranya, beras, minyak goreng, gula pasir, dan sejumlah komoditas lain.

Tren kenaikan harga tersebut sejatinya terjadi sejak dua pekan terakhir. Misalnya, harga gula. Harga komoditas itu mulai merangkak sejak akhir November. Memang kenaikannya cukup rendah. Saat ini berada di kisaran Rp 12 ribu per kilogram. Juga minyak goreng yang kini mendekati Rp 19 ribu per liter.

Sementara itu, kenaikan harga yang paling drastis terjadi pada cabai rawit. Saat ini di tingkat petani saja, harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Harga tersebut terus naik. Dampaknya, harga di pasar kini berkisar Rp 75 ribu per kilogram.

Daerah dengan harga cabai tertinggi adalah Sumenep, yakni Rp 105 ribu per kilogram. Meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya Rp 75 ribu per kilogram. Lalu, yang terendah adalah Lumajang, Rp 39.333 per kilogram. Pekan sebelumnya Rp 30 ribu. Naiknya harga cabai mulai terjadi awal Desember. Waktu itu, harga cabai rata-rata Rp 36.678 per kilogram.

Wakil Ketua Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim Nanang Triatmoko mengatakan, ada sejumlah faktor yang memicu melejitnya harga cabai. Salah satunya curah hujan tinggi yang memengaruhi hasil produksi petani. Faktor berikutnya adalah permintaan yang meningkat. ”Ini biasa terjadi jelang Natal dan tahun baru,’’ ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo mengatakan, potensi produksi cabai rawit sepanjang 2021 mencapai 474.192 ton.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/c6/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads