alexametrics

Agam Turky FC, Klub Tarkam dengan Pemain Asing di Liga Indonesia

Kenal berkat Rajin Minta Foto Seusai Latihan
16 September 2020, 16:15:00 WIB

Tiap kali ikut turnamen, Agam Erdogan cuma menyiapkan uang makan Rp 50 ribu sekali tanding dan transportasi. Semua berkat kedekatan personal, dari fans-idola ke teman nongkrong.

FARID S. MAULANA, Jakarta, Jawa Pos

BISNIS Agam Erdogan hanya berupa sebuah toko kosmetik di Tangerang. Itu pun akhirnya harus tutup akibat pandemi Covid-19.

Jadi, jelas Agam bukan versi Indonesia dari Roman Abramovich atau Sheikh Mansour, triliuner-triliuner yang mengubah peruntungan Chelsea dan Manchester City. Meski yang dilakukan Agam di Agam Turky FC membuat banyak yang menganggap dia tipe orang bergelimang uang.

Agam Turky FC hanyalah klub yang biasa beraksi di berbagai turnamen tarkam (antarkampung) di sekitaran Tangerang. Tapi, lihatlah deretan pemainnya.

Bertabur bintang asing yang kenyang pengalaman merumput di Liga Indonesia.

Ada Cristian Carrasco dan Ronald Fagundez, misalnya. Dua pemain asal Cile dan Uruguay itu pernah merasakan gelar Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya dan Persik Kediri. Juga mantan penggawa Persija Jakarta asal Paraguay, Silvio Escobar. Serta Bruno Casimir asal Kamerun yang pernah merumput bersama Arema Indonesia.

Modal utama Agam menggaet nama-nama besar itu adalah kedekatan. ’’Saya dulu awalnya suka nonton mereka main bola di Liga Indonesia. Selesai pertandingan atau latihan suka minta foto-foto,’’ kenang Agam kepada Jawa Pos.

Agam Erdogan (AGAM ERDOGAN FOR JAWA POS)

Saking seringnya, pemain seperti Fagundez dan Carrasco lambat laun kenal. Mereka kemudian tukar kontak dan sering komunikasi. ’’Akhirnya sering nongkrong ngopi bersama, jadi teman,’’ lanjut pria asal Aceh yang tinggal di kawasan Kosambi, Tangerang, itu.

Agam lupa tepatnya kapan, yang jelas sebelum 2015, dirinya berniat mendirikan klub futsal. Namanya Agam Turky FC. Agam diambil dari namanya, Turky diambil dari Turki karena dia keturunan negara yang wilayahnya ada di Eropa dan Asia tersebut.

Niat awalnya dulu hanya ingin dia bisa main bola. ’’Kan tidak seberapa bisa main bola. Kalau punya klub sendiri kan bisa main seenaknya hehehe,’’ paparnya, lantas tertawa.

Pelatihnya saat itu Esteban Busto. Relasi yang terjalin dengan mantan asisten pelatih Persebaya itu sama seperti relasi dengan Fagundez dan Carrasco. Dari fans-idola, lalu jadi teman nongkrong.

Busto bersedia melatih karena memang ingin mendapat pengalaman. Agam tak perlu merogoh kantong untuk membayar pria 38 tahun itu. Dia mengaku hanya mengeluarkan uang makan dan transportasi.

’’Intinya karena hobi dia (Busto) mau. Passion di sepak bola,’’ ungkapnya.

Lambat laun Fagundez dan Carrasco mengeluh ingin punya tempat untuk berlatih rutin. Agam pun kepikiran kenapa tidak bikin klub sepak bola saja. Sekalian mewadahi dua sahabat asingnya itu untuk menjaga kondisi.

’’Akhirnya saya bikin klub bola, namanya tetap Agam Turky FC,’’ ungkapnya.

Awalnya hanya ada Agam, Fagundez, Carrasco, dan para eks pemain di tim futsalnya dulu. Tapi, makin lama, Fagundez dan Carrasco mengajak sejumlah rekan pemain asing untuk ikut latihan. Pemain-pemain yang belum mendapat klub di Indonesia.

’’Bruno Casimir sampai Silvio Escobar dulu termasuk yang ikut latihan. Akhirnya banyak pemain asing malahan,’’ ungkapnya.

Mereka berlatih seminggu dua kali. Tempatnya di Stadion Kamal Muara, kandang Persitara Jakarta Utara.

Ronald Fagundez mengaku lupa kapan tepatnya bergabung bersama Agam Turky FC. Yang pasti, dia sudah sangat lama mengenal Agam.

’’Sebenarnya dulu hanya hobi, latihan-latihan. Tapi, lama-lama Bos Agam mengajak ikut turnamen,’’ terangnya.

Kebetulan Fagundez dkk juga ingin merasakan atmosfer pertandingan. Sekalian menjaga fisik agar bisa lolos seleksi di beberapa klub Indonesia.

’’Akhirnya ikut event-event tarkam. Saya tidak menggaji lho. Saya hanya bantu untuk uang makan, sehari Rp 50 ribu pas tanding,’’ kata Agam.

Fagundez mengenang, dirinya bersemangat sekali diajak ikut turnamen meski hanya kelas tarkam. Meski secara profesional sudah gantung sepatu, semangat bermainnya menyala kembali. ’’Turnamen tiap turnamen kami ikut. Banyak pemain juga ikut ke tim, jadi lebih seru,’’ paparnya.

Dengan materi pemain kelas Liga Indonesia seperti itu, baik asing maupun lokal, Agam Turky FC pun sulit ditandingi. Berbagai turnamen di sekitaran Tangerang mereka juarai. Kalaupun tak kampiun, minimal lolos ke semifinal.

Menurut Agam, para bintang asing itu betah di Agam Turky FC karena nyaman. Di samping itu, para pemain tersebut butuh uang untuk hidup selama belum mendapat klub.

Uang hadiah juara jadi incarannya. ’’Kadang juga kami dapat uang dari orang-orang yang berjudi itu. Mereka bertaruh kami menang. Dan, kalau kami menang pasti dikasih. Lumayan nilainya,’’ kata Agam yang mengaku masih punya garis keturunan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Agam Turky juga mendapat sokongan dana dari mereka yang pernah merumput bersama klub tersebut dan kini telah bernaung di klub Liga 1.

’’Escobar, misalnya, sering bantu Agam Turky FC. Beberapa pemain lokal yang pernah latihan di kami dan sudah dapat klub juga kadang membantu,’’ ucap Agam.

Sebelum pandemi, Agam juga berniat membentuk tim di bawah usia 19 tahun. Tujuan awalnya membantu anak-anak di 23 desa di Kecamatan Kosambi. ’’Pelatihnya ya Fagundez dan Carrasco. Mereka mau melatih karena butuh pengalaman sebelum ambil lisensi kepelatihan,’’ katanya.

Karena Agam Turky banyak dikenal di kawasan Tangerang dan sekitarnya, total pemain yang ikut seleksi membeludak. Mencapai 5 ribu orang.

’’Saya sempat kepikiran untuk ikut Liga 3 musim kemarin,’’ kata Agam.

Tapi, karena ada beberapa persyaratan, di antaranya harus berbadan hukum, Agam angkat tangan. Para pemain dari hasil seleksi itu pun akhirnya kadang diajak ikut event-event tarkam. Bersama para pemain asing dan lokal yang masih atau pernah berlaga di Liga 1.

Harapannya, ada pengalaman yang didapat. ’’Semoga pandemi segera selesai agar sepak bola akar rumput bisa hidup kembali,’’ harapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c19/ttg




Close Ads