alexametrics

Fikhi Aulia Panca Ratrina, Buka Jasa Curhat Online Gratis

16 Mei 2020, 15:15:43 WIB

Fikhi Aulia Panca Ratrina, mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), membuka jasa curhat online gratis. Gadis 20 tahun tersebut terinspirasi dari mendengarkan banyaknya curhat orang sekitar. Jasa tersebut tak sekadar mendengarkan, tetapi juga memberikan solusi.

YOGI WAHYU PRIYONO, Jawa Pos

MENCURAHKAN isi hati lewat buku harian sudah tidak zaman. Apalagi melalui media sosial. Bukannya mendapat simpati dari netizen, kita justru bakal dicap alay. Bahkan, tidak mendapat feedback sama sekali. Dalam hal itu, dominan remajalah yang lebih membutuhkan tempat untuk curhat. Berbagai aplikasi curhat online pun bermunculan. Salah satunya, aplikasi buatan Fikhi.

Dia kerap mendengarkan curahan hati orang di sekitarnya. Dari situ, terlintas ide untuk membuat curhat online gratis. Dengan layanan itu, mahasiswi semester IV tersebut mulai menerima banyak curhat dari orang lain.

’’Awalnya, saya mulai buka layanan karena banyak teman yang curhat soal masalah keluarga, keuangan, percintaan, kehidupan kuliah, dan kehidupan pribadi mereka. Akhirnya, saya beranikan diri buat buka jasa gratis ini,’’ kata gadis kelahiran Bandung itu.

Layanan tersebut diakui Fikhi belum lama di-publish untuk umum. Tepatnya dua minggu lalu dia baru memublikasikannya dengan nama #RentalCurhat. Meski begitu, curhat online dilakukannya sejak enam bulan lalu.

’’Jadi, mulai dari teman. Temannya teman pada curhat ke saya. Sampai akhirnya saya buat #RentalCurhat dan minta dipromosikan melalui Intastory Instagram teman-teman saya,’’ ucapnya.

Secara usia, Fikhi memang terbilang masih belia. Namun, dia menuturkan sudah mendengarkan lebih dari ratusan curhat orang setelah jasanya dikenal masyarakat. Sebagai mahasiswi, tentu Fikhi memiliki peran yang berbeda ketika menghadapi curhat orang lain. Dia mengaku lebih mengarahkan seseorang untuk menemukan solusinya sendiri dari latar belakang masalah yang dihadapi.

’’Kebetulan saya belajar teori BK. Jadi, di BK itu kami bantu mengarahkan orang buat nemuin solusinya sendiri. Kayak memandirikan. Namun, terkadang saya juga bantu mereka menemukan latar belakang masalah mereka. Sebab, beberapa orang justru tidak mengetahui pasti latar belakang masalah mereka tuh apa,’’ jelasnya.

Sejauh ini, Fikhi mengatakan memberikan konseling kepada mereka yang berusia 17–28 tahun. Namun, yang paling banyak adalah usia 18–22 tahun dengan pembahasan masalah percintaan dan kuliah. Menghadapi individu yang berbeda, Fikhi menuturkan harus betul-betul memilih kosakata yang baik, terutama kepada mereka yang berusia di atasnya.

Karena itu, dia akan melihat lebih dulu gaya tulisan, cara bicara atau bahasanya, serta mengecek media sosialnya hingga mendengarkan curhat secara utuh.

’’Jadi, kalau mereka pakai bahasa tongkrongan, ya saya menyesuaikan aja. Sebab, kan semua orang butuh didengar. Sehingga beberapa dari mereka butuh dingertiin dan dipahami. Jadi, di sini saya menyesuaikan diri juga dengan mereka,’’ jelasnya.

Sebesar 25 persen orang yang meminta bantuan kepada Fikhi adalah kaum adam. Sisanya kaum hawa. Setelah melihat potensi dan perkembangan yang ada, dia melihat jasa curhat online sebagai peluang usaha yang bagus. Dia pun tak menampik ke depan akan mengenakan tarif yang terjangkau.

Bahkan, setelah lulus, dia akan melanjutkan pendidikan profesi konseling untuk memperdalam ilmu sebelum membuka jasa curhat berbayar. Fikhi berharap ke depan lebih banyak individu yang berdamai dengan kehidupannya serta mensyukuri apa yang ada. ’’Jadi, ibaratnya saya tinggal mengembangkan, tapi tetap memiliki ilmu yang mumpuni,’’ tuturnya. (*/co1/ind)

 

 

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Yogi Wahyu Priyono



Close Ads