alexametrics

Stefani Jadi Salah Satu Wakil Indonesia dalam ANFA 2020 Asia Tenggara

Juri Kagum Fashion Berbahan Pati Jagung
14 Agustus 2020, 06:06:42 WIB

Dalam ajang Asia NewGen Fashion Awards (ANFA) 2020 yang mengusung tema sustainability, Stefani Evelyn ditantang untuk mewujudkan desain fashion yang ramah lingkungan. Setelah melakukan riset, bahan pati jagung berhasil mengantarkannya menjadi salah satu dari dua perwakilan yang melaju ke tingkat Asia Tenggara.

MARIYAMA DINA, Surabaya

Sabtu malam itu (8/8) tepat pukul 20.00 WIB menjadi puncak grand final Asia NewGen Fashion Awards (ANFA) 2020. Ajang fashion se-Asia Tenggara tingkat regional Indonesia itu dikemas berbeda tahun ini. Yakni, dengan konsep virtual lewat YouTube live streaming. Dari Indonesia delapan peserta lolos ke grand final. Salah satunya Stefani Evelyn dari Surabaya

Malam itu, karyanya tampil terakhir dari tujuh finalis lainnya. Meski begitu, karyanya tak kalah menakjubkan. Dengan pemilihan warna yang tidak terlalu mencolok, lima model desain yang dibuatnya didominasi bentuk-bentuk bergelombang. Fleur Xray Pivione, begitu judul desainnya kali ini.

Tidak hanya potongan pada bagian baju yang menjadi fokus utama dalam desainnya. Aksesori pada bagian tangan dan area mata juga tak kalah dia perhatikan. Di balik model desain yang dibuatnya, perempuan alumnus Universitas Ciputra jurusan fashion product design & business 2014 itu harus berkutat dulu untuk bahan yang dipakainya.

Karena tema kali ini sustainability atau bahan-bahan yang ramah lingkungan, bahan tekstil yang dipakainya harus benar-benar bisa menggambarkan makna dari ramah lingkungan.

Stefani menunjukkan desain awal karyanya, Fleur Xray Pivione, yang berbahan pati jagung. (STEFANI EVELYN FOR JAWA POS)

Riset dilakukan jauh-jauh hari sebelum mendaftar. Akhirnya, terpilihlah bahan dari pati jagung yang sudah diolah. ”Pati jagung ini sudah diolah sama bahan kimia yang hitungannya sekitar 3−5 tahun bakal hancur kalau dibuang,” jelasnya.

Dari situ, Stefani bisa menyatakan bahwa bahan tersebut bisa mewakili konsep sustainable fashion. ”Kalaupun baju dari bahan ini dibuang ke laut dan dimakan sama ikan juga enggak bakal beracun. Dibuang di tanah juga bisa terurai. Tapi, tetap dengan perawatan yang ekstrahati-hati,” urainya.

Saat dijelaskan lebih detail, bahan yang dipakainya itu mirip casing handphone berbahan silikon. Dia menjelaskan bahwa bahan tersebut aman untuk lingkungan. Untuk motifnya, Stefani lebih memilih printing. ”Karena ini juga yang paling aman untuk lingkungan,” imbuhnya.

Dari pemilihan bahan itu, dia mendapatkan pujian dari juri. ”Bahan yang kamu pakai ini menarik karena berbeda,” katanya menirukan pernyataan dewan juri. Namun, di balik pujian itu, masih ada banyak sekali masukan. Bahkan, 15 desain yang ditawarkannya sempat ditolak. ”Katanya jelek, sudah kuno,” kata Stefani menirukan ucapan juri.

Namun, di balik cacian itu, dia semangat untuk memperbaikinya setelah diberi masukan oleh para juri. ”Sampai masuk di grand final ini pun rasanya masih belum percaya. Apalagi kalau sampai menang,” ujarnya.

Sebab, dia sempat trauma untuk mengikuti kompetisi desain. ”Sebelumnya pas 2015 itu aku pernah ikut kompetisi desain di Surabaya Fashion Parade. Tingkat Surabaya aja persaingannya ketat banget. Ide-ide dari desainer lokal udah luar biasa. Aduh, enggak pede banget waktu itu,” ceritanya.

Setelah lima tahun berlalu, dia pun memberanikan diri lagi untuk ikut ajang desain fashion. ”Awalnya itu sebenarnya diajakin teman. Terus, motivasi awal aslinya cuma pengin ah, siapa tahu bisa masuk majalah,” ujarnya, lantas tertawa. Siapa menyangka celetukan itu ternyata membawanya sampai ke tahap yang sesungguhnya.

Bahkan, sebelumnya dia mengira lomba tersebut sebatas ajang kecil. Tapi setelah melangkah semakin jauh, dia baru sadar bahwa ajang tersebut merupakan ajang internasional. Dari negara-negara di Asia Tenggara, masing-masing menyeleksi para kandidatnya untuk dijagokan dalam ajang antarnegara.

Masing-masing negara membawa dua kandidat terbaik untuk memperebutkan juara. ”Di tahap ini setidaknya saya bisa sedikit merasa bangga. Soalnya, ajang ini bisa menjadi wadah bagi para desainer muda yang ingin meniti karir ke dunia yang lebih profesional,” ujarnya.

Stefani berharap bisa memberikan yang terbaik lagi di ajang selanjutnya. ”Ke depan juga bikin model desain yang baru lagi,” tambahnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads