alexametrics

Ya Allah… Insya Allah Diangkatnya Bageur, Husnulkhatimah

14 Juni 2022, 12:02:56 WIB

Yang Datang dari Jauh, Yang Naik ke Genting Rumah demi Turut Lepas Eril

Sejak pagi, beberapa jam sebelum jenazah Eril diberangkatkan, sepanjang jalur dijejali warga sampai garis batas kesulitan membendung. Makamnya dibuka untuk umum hingga sepekan ke depan.

ZALZILATUL HIKMIA-NUR ILHAM NATSIR, Kabupaten Bandung

’’MUNDUR… mundur… mundur,’’ teriak petugas kepada warga yang berdesakan hingga memakan lebar jalan.

Garis pembatas sebenarnya sudah dipasang di jalur menuju tempat pemakaman Emmeril Kahn Mumtadz di kompleks Islamic Center Baitul Ridwan, Kampung Geger Beas, Cimaung, Kabupaten Bandung, kemarin (13/6).

Tapi, antusiasme warga demikian tinggi untuk menyaksikan prosesi pemakaman putra Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang akrab disapa Eril itu.

Rombongan pengantar baru berangkat dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, sekitar pukul 09.00. Tapi, warga sudah tumpah memenuhi berbagai titik di sepanjang jalur sejak pukul 06.00. Khususnya di dekat gerbang pemakaman.

Kemacetan pun tak terhindarkan, terlebih akses Jalan Raya Banjaran–Pangalengan. ’’Mau mundur gimana, Pak, di belakang banyak motor parkir, mentok,’’ timpal seorang warga dari arah belakang menyahuti teriakan si petugas tadi, seperti dikutip Radar Bandung.

Jadilah berbagai cara dilakukan untuk bisa mendapatkan tempat terbaik. Sejumlah warga bahkan rela memanjat sebuah atap rumah demi menyaksikan dari kejauhan proses pemakaman Eril yang meninggal di Sungai Aare, Bern, Swiss, itu. Mereka menaiki tangga yang biasa dipakai untuk memperbaiki genting rumah.

Tak hanya orang dewasa, beberapa anak kecil pun terlihat berada di atas genting. Tinggi atap rumah yang dinaiki itu sekitar 5–10 meter. Sebagian lainnya mencari spot-spot daerah yang lebih tinggi untuk bisa melihat area pemakaman.

Sementara yang di bawah berjajar berdesak-desakan di tepian jalan. Selain warga, ratusan siswa SMA berseragam pun turut terlihat berjejer. Itu yang membuat garis pembatas tak kuasa membendung.

Rombongan Ridwan Kamil dan keluarga sampai di area pemakaman sekitar pukul 10.50. Begitu mendekati gerbang, Emil –sapaan akrab gubernur Jawa Barat itu– membuka jendela mobil. Mantan wali kota Bandung tersebut lantas menyampaikan salam dengan gestur kedua telapak tangan menempel di depan wajah dan melambaikan tangan.

Warga yang telah lama berdiri di sana pun menyambut dengan lambaian tangan, ada pula yang memanggil-manggil ’’Kang Emil’’. Beberapa juga terdengar melantunkan salawat. Setelah semua mobil rombongan masuk ke area dalam pemakaman, warga pun sempat tumpah hingga ke tengah jalan.

KIRIM DOA: Warga berdoa di pusara Eril setelah prosesi pemakaman kemarin. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Bersamaan itu, lalu lintas yang sempat ditutup selama iring-iringan keluarga gubernur melintas pun dibuka. Seketika, kendaraan turut merangsek, Jalan Raya Banjaran–Pangalengan pun untuk beberapa saat lumpuh.

Setelah pihak keluarga dan tamu undangan mulai beranjak dari lokasi pemakaman, warga pun diperbolehkan memasuki kawasan Islamic Center Baitul Ridwan. Kesempatan tersebut benar-benar disambut baik oleh mereka yang hadir.

Begitu gerbang dibuka, lautan manusia langsung membanjiri arah pusara Eril. Awalnya, sempat dibuat sistem antrean.

Namun, karena jumlahnya yang terus bertambah, antrean pun bubar. Kondisi sempat chaos saat mereka berebut mendekat ke pusara. Panitia bahkan berkali-kali mengingatkan agar para peziarah tertib karena tanah masih basah. Dikhawatirkan tanah pusara rusak karena antusiasme masyarakat yang terlalu besar.

Ummah, 70, tampak menangis memandangi foto Eril saat menunggu giliran mendekat ke pusara. Warga Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, itu datang bersama keluarga dan tetangga. Dia sengaja datang sejak pukul 06.00 agar bisa masuk area pemakaman dan mendoakan almarhum secara langsung.

”Ya Allah… Insya Allah diangkatnya bageur (baik). Husnulkhatimah,” gumamnya sambil mengusap air mata.

Tak jauh beda, Endah Hertina bersama sang anak sengaja berangkat pagi buta dari Sumedang. Tujuannya hanya satu, bisa ikut mendoakan secara langsung almarhum Eril dan memberikan dukungan untuk gubernur kebanggaannya. ”Saya berangkat jam 02.00 pagi dari rumah,” tuturnya.

Sampai di sana, dia langsung ikut tahlilan yang dipimpin oleh salah satu warga. Mereka berganti-ganti mendekat dan mengirimkan doa.

Keluarga juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin melakukan ziarah kubur setelah prosesi pemakaman selesai. Pemakaman Eril akan dibuka untuk umum hingga sepekan ke depan.

Hendar Zaehanan, pengasuh Eril, mengaku lega prosesi pemakaman putra sulung gubernur Jabar itu telah usai. Dia mengaku bahagia karena Eril yang diasuhnya sedari kecil tersebut kembali ke pelukan Sang Khalik dengan iringan jutaan doa dari keluarga dan masyarakat.

’’Hari ini (kemarin) kita bersama-sama mengantar A Eril ke tempat peristirahatannya. Kita lega dan bahagia banyak yang sayang dan mendoakan Aa Eril. ’’Semoga A Eril diberi tempat terbaik di surga Allah SWT,’’ ucap Hendar. (*/c17/ttg)

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads