alexametrics

Tiga Dosen UWKS Temukan Formula Melawan Penyakit Mulut dan Kuku

14 Juni 2022, 07:48:45 WIB

Berawal dari penelitian untuk menuntaskan permasalahan virus Avian influenza di unggas melalui ekstrak kurkuma, tiga dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) justru menemukan senyawa lain. Hasil riset itu ternyata bisa digunakan untuk meningkatkan sistem imun pada hewan ternak ruminansia. Misalnya, sapi dan kambing agar tidak terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

DIMAS NUR APRIYANTO, Surabaya

SEKALI dayung, dua tiga pulau terlampaui. Peribahasa itu mungkin cocok untuk menggambarkan hasil riset yang dirilis drh Nurul Hidayah, drh Widha Widowati, dan drh Retina Yunani. Pada 19 Mei 2021, tiga dokter hewan asal Fakultas Kedokteran Hewan UWKS itu mendapatkan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sejak awal, mereka memfokuskan penelitian untuk mencari jalan keluar bagi unggas yang terjangkit virus Avian influenza. Amunisi yang digunakan berbahan alam kunyit. Kunyit diekstrak sampai mendapatkan intisarinya. Hasil ekstrak tersebut dikemas di dalam botol. Ukurannya sekitar 90 ml dan diberi nama Kurkumin Weka.

Selama 14 hari, tim dari FKH memberikan Kurkumin Weka pada ayam. Lalu, pada hari ke-15, tim menginfeksi ayam dengan virus Avian influenza. Nurul mengatakan, setelah itu, pihaknya mengambil sampel darah ayam yang terinfeksi. Tujuannya, melihat neutrofil, limfosit, basofil, hingga monositnya. ”Ditunjang juga dengan gambaran organnya di limpa,” tuturnya.

Dari hasil pengamatan tim, sistem imun alami dan adaptif di dalam ayam bisa bangkit lalu melawan virus. Nurul menuturkan, kunyit mampu meningkatkan benteng alami (sistem imun alami). Karena karakteristik sistem imun dan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) sama dengan Avian influenza, rencananya UWKS akan memasifkan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama sosialisasi terkait penggunaan kunyit.

Untuk sapi, Nurul mengungkapkan bahwa pemberian Kurkumin Weka bisa dilakukan dengan di-sonthang (melalui kayu dari bambu seperti disendoki). Lantas, apa kurkumin bisa diberikan ketika kondisi sapi sedang sakit? Menurut dia, hal itu tidak menjadi masalah.

”Tetap diberikan. Dan, bubuk dari kurkumin itu bisa juga untuk kaki sapi lagi terluka supaya tidak ada bakteri yang masuk,” jelasnya.

Nurul menambahkan, peternak perlu tahu jika ada bagian tubuh hewan yang terbuka karena terluka perlu segera ditutup. Sebab, bagian tersebut bisa menjadi entry point bakteri atau virus lain ke dalam tubuh hewan. Di Jawa Timur, kasus PMK terus bertambah. Berdasar data dari Dinas Peternakan Jawa Timur, total 32.949 hewan ternak terpapar PMK.

Dari angka tersebut, 3.821 hewan ternak dinyatakan sembuh setelah mendapatkan asupan obat analgesik hingga vitamin. Lalu, 164 hewan ternak mati dan 28.964 hewan ternak masih dalam perawatan. Pada 19 Mei lalu, hewan ternak di Surabaya tak luput dari bayang-bayang PMK. Ada dua kandang sapi di Sambikerep dan Lakarsantri yang di-lockdown.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads