alexametrics

Forum Begandring Soerabaia Buat Film Dokumenter Dokter Soebandi

14 Mei 2022, 07:48:06 WIB

Meski tak banyak diketahui, kiprah Letkol dr Soebandi terhadap negara Indonesia sulit ditutupi. Prajurit sekaligus tenaga kesehatan yang meninggal di Jember itu dikenal sebagai pejuang pemberani. Anggota Forum Begandring Soerabaia (FBS) bersama salah satu TV nasional dan sejumlah komunitas berupaya mengenalkan jasa-jasanya melalui film dokumenter.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

SUASANA masih pagi. Sebagian warga Desa Karang Kedawung, Mumbulsari, Jember, sibuk menyiapkan peralatan bertani. Ada yang memasak, membersihkan cangkul, dan mengasah pisau.

Namun, keheningan pagi hari berubah gara-gara suara peluru. Puluhan tentara Belanda menyerbu Desa Karang Kedawung. Abduladim, salah seorang petinggi desa, ikut disandera.

Sejumlah percakapan terjadi antara Abduladim dan belasan tentara dengan senjata laras panjang. Dialog berakhir tragis. Penjajah menembak Abduladim karena dianggap melindungi tentara.

Kisah percakapan antara Abduladim dan tentara Belanda itu menjadi salah satu dialog yang muncul dalam film dokumenter tentang dokter Soebandi. Pemerannya anggota FBS. Film tersebut sengaja dibuat untuk menghormati jasa besar pahlawan yang namanya diabadikan jadi rumah sakit itu.

”Untuk kegiatan diskusi, kami sudah biasa. Namun, akting memang masih baru,’’ kata Achmad Zaki Yamani, anggota FBS yang juga terlibat dalam pembuatan film tersebut.

Zaki mengatakan, syuting menjadi hal baru yang mengasyikkan. ”Meski harus belajar keras, kami senang melakukannya,’’ jelas Zaki.

Menurut dia, pembuatan film dokumenter tentang dokter Soebandi tak ujuk-ujuk dilakukan. Itu berawal dari permintaan salah satu stasiun TV nasional. Meski sempat ragu, anggota FBS menyanggupi permintaan tersebut. Mereka lantas melakukan rapat.

Namun, ternyata anggota FBS tak bisa melakukannya sendiri. Mereka menggandeng sejumlah komunitas untuk bergabung. Ada beberapa aktor teater yang didatangkan dari sejumlah kota.

Peran masing-masing aktor sudah ditentukan. Aksesori juga sudah aman. Namun, ternyata para anggota FBS kesulitan untuk mencari setting. Dokter Soebandi dan temannya meninggal di dekat rumah Srinem.

”Kami kesulitan mencari rumah yang mirip dengan kediaman Srinem,’’ kata Zaki. Setelah berkeliling, akhirnya Zaki dan teman-temannya berhasil menemukan rumah yang cocok. Lokasinya berada di kawasan Mojokerto.

Proses syuting selanjutnya banyak dilakukan di lokasi tersebut. Ada beberapa adegan yang muncul dalam film. Tidak hanya perjalanan dr Soebandi dan teman-temannya dalam bergerilya. Namun, juga bagaimana kepala staf Resimen 40 Damarwulan Divisi III tersebut meninggal. Itu merupakan adegan yang paling dramatis.

Saat meninggal, dr Soebandi sedang bersama temannya, Letkol Sroedji. Mereka dikepung tentara Belanda. Keduanya tak bisa menyelamatkan diri. Dokter Soebandi meninggal dengan sejumlah luka tembakan.

Zaki menjelaskan bahwa proses pembuatan film dokumenter memang aktivitas anyar FBS. Namun, hal itu dipastikan bukan yang terakhir. Ke depan masih ada beberapa film tentang sejarah yang akan dibuat.

Menurut Zaki, FBS berupaya mengenalkan sejarah kepada masyarakat. Tidak hanya melalui diskusi. Pembuatan video juga dianggap sebagai solusi untuk pembelajaran. ”Dengan film tersebut, masyarakat akan mengenal siapa dr Soebandi,’’ kata Zaki.

Dia mengatakan bahwa kepahlawanan Soebandi tidak hanya jadi simbol perjuangan pahlawan. Namun, juga tenaga kesehatan di era perang. Pada zaman dulu, banyak dokter dan perawat yang berjuang tanpa pamrih untuk membantu sesama.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git

Saksikan video menarik berikut ini: