alexametrics

Upaya Tim Virtual Tour Disbudpar Surabaya Sajikan Tontonan Menarik

13 Oktober 2020, 07:48:26 WIB

Petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya berupaya beradaptasi dengan situasi pandemi. Mereka menggelar kegiatan penjelajahan tempat-tempat wisata secara daring. Virtual tour dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan dan Museum 10 Nopember.

EKO HENDRI SAIFUL, Surabaya

Sudah lebih dari tiga bulan kawasan Tugu Pahlawan ditutup total gara-gara pandemi Covid-19. Area itu disterilkan dari pengunjung hingga waktu yang belum diketahui. Selama ditutup, banyak warga yang kangen dengan suasana kompleks Tugu Pahlawan. Bukan saja warga Surabaya, tetapi juga masyarakat di kota lain.

Maklum, selama ini kawasan Tugu Pahlawan memang bukan sekadar destinasi wisata. Sebelum pandemi, banyak orang yang berolahraga setiap Minggu di kawasan tersebut. Mereka datang bersama keluarga. Bisa juga dengan teman-temannya.

’’Yang pasti, saya kangen selfie di depan cagar budaya. Tak sabar berkunjung lagi,” kata Kirania, warga Krembangan, saat dihubungi Jawa Pos.

Kirania mengaku, sebagian kangennya telah terobati. Perempuan berusia 28 tahun itu terhibur dengan virtual tour kawasan Tugu Pahlawan yang digelar Disbudpar Surabaya.

Penjelajahan secara daring dilakukan selama dua hari. Yakni 28-29 September 2020. Selama pelaksanaan, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Itu terlihat dari peserta kegiatan yang menggunakan aplikasi Zoom 

Bukan hanya warga Surabaya. Peserta tur juga berasal dari luar daerah. Mereka penasaran dengan ikon Kota Pahlawan. Termasuk bentuknya pascarenovasi.

Selama ditutup, memang ada kegiatan penataan di kompleks cagar budaya. Tugu yang menjulang tinggi dicat lagi. Selain itu, ada perbaikan di bagian dalam. Termasuk akses ke Museum 10 Nopember.

Kepala UPTD Tugu Pahlawan, Museum, Balai Pemuda, dan THR Disbudpar Kota Surabaya Rusdi Ismet menjelaskan, pelaksanaan tur bukan tanpa latar belakang. Penjelajahan sengaja dibuat untuk mengobati rasa kangen masyarakat.

’’Yang pengin berkunjung banyak. Tapi, tak bisa karena pandemi,” kata Rusdi.

Menurut dia, kegiatan tur pertama telah dievaluasi. Hasil musyawarah akan dipakai untuk memperbaiki virtual tour edisi kedua.

Rusdi menjelaskan bahwa pelaksanaan tur tidak ujug-ujug. Sebelumnya, disbudpar membentuk tim khusus. Orang-orangnya dipilih. Tidak sekadar mengetahui seluk-beluk kawasan Tugu Pahlawan. Anggota tim juga wajib memahami perkembangan teknologi digital.

Pengetahuan terkait teknologi sangat penting. Termasuk teknik menggunakan kamera dan penataan lampu. Hal itu penting agar sajian tak mengecewakan penonton. Apalagi sampai membosankan.

Menurut Rusdi, ada belasan orang yang terlibat dalam penjelahan secara daring. Ada pemandu wisata. Ada pula yang bertugas sebagai videografer. Seluruh anggota tim merupakan pegawai disbudpar. Pelaksanaan tur dibantu Dinas Kominfo Surabaya untuk fasilitas internet.

Sebelum tur, kata Rusdi, ada beberapa simulasi yang dilakukan tim Disdbupar Kota Surabaya. Simulasi berlangsung lebih dari tiga kali. Tim juga meminta masukan-masukan untuk pengembangan kegiatan penjelajahan lokasi wisata. ’’Pemandunya benar-benar dilatih. Tidak sekadar mengerti sejarah dan bisa berbicara,” kata Rusdi.

Menurut dia, pemandu wisata harus mengatur gerak tubuhnya. Tujuannya tidak mengganggu proses pengambilan gambar. Bahkan bisa terlihat lebih komunikatif.

Menurut Rusdi, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satunya membuat mural-mural baru di pagar kawasan Tugu Pahlawan. Mural itu tampak menarik.

Tidak saja berwarna-warni, gambar tersebut juga menceritakan sosok pahlawan yang patungnya berada di Tugu Pahlawan. Misalnya, patung Gubernur Suryo. ’’Kami berharap mural-mural itu bisa menghibur masyarakat,” ungkap Rusdi.

Dia menjelaskan, diadakannya virtual tour bertujuan untuk edukasi masyarakat. Karena itu, informasi yang diberikan pemandu harus benar. Tidak boleh ada kesalahan dalam penjelasan suatu sejarah.

Virtual tour kawasan Tugu Pahlawan masih tahap awal. Ke depan ada lagi penjelajahan secara daring. Disbupar bakal mengupas museum-museum di Kota Surabaya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads