alexametrics

Dulu Pendulangan Menghidupi Semua, Kini Banyak Yang Beralih Pekerjaan

13 Januari 2022, 17:08:58 WIB

Riyoto mengungkapkan, pendulangan intan Pumpung lesu sejak beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19. Dia menyebut, bijih intan mentah yang dulu menjamur di pertambangan rakyat itu sudah tak banyak lagi ditemukan. ”Karena nggak ada hasilnya (dari mendulang intan, Red), mereka pindah kerjaan,” tutur pria asal Magelang, Jawa Tengah, itu.

Dia menambahkan, saat ini tinggal dua lokasi pendulangan di Pumpung. Salah satunya yang didulang Imin. Setiap lokasi pendulangan itu umumnya melibatkan delapan orang. Mulai pendulang, operator mesin pompa, hingga penjual. ”Kalau dulu banyak (lokasi pendulangan intan, Red). Hampir semua warga dapat kerjaan dari pendulangan,” ujarnya.

Lesunya aktivitas pertambangan intan yang dikelola masyarakat setempat itu diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19. Menurut Riyoto, jumlah pengunjung dan wisatawan yang datang ke kampung wisata intan itu menurun drastis selama Covid-19. ’’Terlalu banyak kegiatan yang dibatasi,” keluhnya.

Riyoto menuturkan, pendapatan warga di lingkungan tersebut kini tak menentu. Bahkan, mereka kerap berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk sekadar mencukupi kebutuhan harian. Padahal, sebelum aktivitas pendulangan ’’mati’’, hampir mayoritas penduduk yang tinggal di sepanjang Jalan Tri Sakti, Pumpung, tersebut membuka warung dan kios.

Ada yang menjual makanan dan minuman. Atau membuka kios aksesori permata dan berlian. Namun, saat ini, warung dan kios itu tak sedikit yang gulung tikar lantaran sepinya kunjungan.

Harapan baru kini disematkan pada rencana pemerintah untuk ’’menyelamatkan” kampung wisata intan tersebut. Lewat pembangunan museum intan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c17/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads