alexametrics

Mengenal Muhammad Ilham Ramadhani, Ketua RT Termuda di Surabaya

13 Januari 2020, 21:07:07 WIB

Usia Muhammad Ilham Ramadhani masih 21 tahun. Berstatus mahasiswa. Namun, 315 warga di RT 12, RW 2, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, yang mayoritas usianya jauh lebih tua memberikan amanah kepadanya sebagai ketua RT. Dia sempat diremehkan.

ARIF ADI WIJAYA, Surabaya

Pagi itu Jalan Krembangan Bhakti, Kecamatan Krembangan, sedikit ramai. Warga berlalu-lalang. Tepat pada 16 Oktober 2019 pukul 08.30. Dua orang mendatangi salah satu rumah kecil bercat putih di ujung gang. Seorang pemuda bernama Muhammad Ilham Ramadhani tengah bersantai di ruang tamu.

Dua orang itu adalah panitia pemilihan ketua RT. Mereka mendatangi Ilham yang sedang bersantai di dalam rumah. Ilham diminta mendaftar sebagai salah satu kandidat agar pemilihan ketua RT tidak terjadi aklamasi.

Sejatinya sudah ada satu kandidat yang mendaftar saat itu. Namanya Kanah. Seorang perempuan. Usianya 60 tahun. Cukup berpengalaman di bidang kesehatan. Kanah merupakan kader aktif posyandu. Senior.

Kanah mendaftar pada hari ketiga. Tepatnya pada 13 Oktober 2019. Hingga hari keenam, nama orang yang melamar sebagai ketua RT tidak bertambah.

Padahal, masa kerja panitia pemilihan RT hanya tujuh hari. Terhitung pada 10–17 Oktober 2019. Tanggal 17 pemilihannya.

Ketua RW 2 Kelurahan Kemayoran Achmad Hidayat mengatakan, panitia beberapa kali berkonsultasi. Dia menyarankan panitia agar mencari tokoh pemuda yang dianggap aktif dalam kegiatan kemasyarakatan kalau memang masih membutuhkan calon lain. Achmad tidak menyebut nama. Namun, panitia bersama beberapa warga mencari-cari. Ketemulah Ilham.

Saat diminta mendaftar, Ilham bingung. Dia juga berkonsultasi dengan Achmad. Ninik, ibunya, ikut mendampingi. ’’Ibunya bingung. Apa pantas anaknya yang masih muda dan belum menikah jadi ketua RT,’’ katanya.

Achmad menjelaskan bahwa berdasar persyaratan, usia 21 tahun sudah bisa mendaftar sebagai calon ketua RT. Namun, ada kegalauan lain yang dirasakan Ninik. Sebagai warga yang termasuk kurang mampu, mereka khawatir ketika ada iuran kampung. ’’Kalau jadi ketua RT, siapa yang noroki nanti waktu ada kegiatan,’’ katanya.

Achmad terus memberikan motivasi setelah mendengar kegalauan orang tua Ilham. Sebab, Ilham memang dianggap pemuda yang sangat aktif. Baik di organisasi karang taruna maupun remaja masjid.

Menurut Achmad, Ilham memang sering membantu warga. Misalnya, ketika ada warga yang sakit dan butuh ambulans. ’’Dia (Ilham, Red) yang aktif bertanya bagaimana caranya pinjam mobil. Memang sepele. Tapi, warga tidak ada yang berani. Padahal, pinjamnya gratis. Akhirnya Ilham yang maju,’’ paparnya.

Contoh lain, ketika Oktober 2019 banyak warga yang sambat lantaran kartu BPJS Kesehatan mereka tiba-tiba nonaktif. Achmad menyatakan, Ilham paling aktif bertanya bagaimana caranya aktivasi. Mulai alur membuat SKTM (surat keterangan tidak mampu) sampai mengurusnya ke dinas sosial (dinsos). Persyaratan administratif tersebut dibuat untuk kepentingan berobat. ’’Prinsipnya memang rajin tanya,’’ ucap wakil sekretaris DPC PDIP Surabaya itu.

Ahmad mengatakan, meski sudah menjelaskan kiprah Ilham di masyarakat, orang tuanya masih galau. Sebab, ada 315 warga yang bakal dipimpin dari berbagai latar belakang dan usia. Rata-rata sudah sepuh.

Achmad menyarankan Ilham agar mencoba dulu. Toh, sebagian warga dan panitia memintanya ikut mendaftar. Hari itu juga Ilham melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Nama Muhammad Ilham Ramadhani resmi terdaftar sebagai calon ketua RT. Jadi, ada dua kandidat yang siap bersaing saat itu.

Ketika pemilihan ketua RT hendak dilangsungkan, Kanah tiba-tiba mundur tanpa alasan yang jelas. Praktis, kandidat ketua RT hanya Ilham. ’’Akhirnya warga diundang untuk musyawarah. Dari 50 undangan, yang hadir 36 orang. Saya juga datang,’’ ucap Achmad.

Terjadi diskusi panjang sebelum mengambil keputusan terkait penetapan ketua RT terpilih. Dari hasil pertimbangan, warga lantas sepakat. Ilham ditetapkan sebagai ketua RT terpilih. ’’Sudah sesuai aturan, yakni musyawarah mufakat,’’ ucap Achmad.

Ilham mengatakan sempat tidak percaya mendengar hasil musyawarah mufakat tersebut. Sebab, dia merasa bakal mengemban amanah besar yang belum pernah dijalani. Kabar itu membuatnya gembira. Di sisi lain, dia juga galau. ’’Bagaimana memimpin warga yang notabene usianya jauh di atasnya,’’ katanya.

Akhir November 2019, dia mendapat undangan. Pada 5 Desember 2019, dia resmi dilantik sebagai ketua RT 12, RW 2, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Ilham merupakan satu-satunya ketua RT termuda yang dilantik saat itu.

Putra pasangan Slamet Sukaryadi-Ninik itu mengaku sempat minder saat pertama menjabat ketua RT. Masih ada beberapa omongan miring tentang dirinya. ’’Sempat dipergunjingkan, iso ta arek cilik mimpin wong kampung, engkok ndang tambah ruwet,’’ ucapnya menirukan olokan beberapa warga.

Ejekan itu tidak membuatnya kendur. Ilham justru ingin membuktikan bahwa dirinya bisa. Yang pertama dibenahi adalah masalah kesekretariatan. Khususnya terkait dengan administrasi yang selama ini dianggap ribet.

Dalam waktu sebulan, bungsu dari tiga bersaudara itu mampu membuktikannya melalui hal kecil. Sudah banyak warga yang merasa terbantu dalam mengurus SKTM. Ilham turun langsung ke RW dan kelurahan. Sebagaimana yang biasa dilakukan sebelum menjabat ketua RT. ’’Kadang sendiri, kadang didampingi Mas Achmad (ketua RW, Red),’’ ungkapnya.

Target mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Widya Kartika itu tidak muluk-muluk. Dia ingin membantu warga yang selama ini kesulitan dalam hal administrasi pemerintahan. Baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun kependudukan. ’’Karena bagi masyarakat itu membuat ribet dan menyulitkan. Minimal masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan haknya dari pemerintah,’’ paparnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c15/git


Close Ads