alexametrics

Berulang Dihantam Isu SARA, Bertahan tanpa Donatur Tetap

12 Oktober 2021, 16:46:19 WIB

Melihat Sebenar-benarnya Merdeka Belajar di SMK Bakti Karya

Adu argumen, saling balas kritik, dan debat dengan guru. Itulah keseharian siswa dan siswi SMK Bakti Karya, Pangandaran. Tidak hanya merdeka belajar, mereka juga bebas merdeka. Anti tersekat perbedaan, berprestasi dengan modal keberagaman.

SAHRUL YUNIZAR, Pangandaran

JANGAN bayangkan sekolah kebanyakan. Anak-anak berbaju seragam. Duduk rapi di balik meja. Kemudian, sibuk menyalin catatan dari papan tulis. Di SMK Bakti Karya, siswa dan siswi lebih banyak mengeksplorasi diri. Mereka belajar tanpa sekat. Murid kelas X bergabung dengan kelas XI dan XII. Tatap muka di luar kelas. Belajar di halaman dan kebun.

Sampai praktik berdemonstrasi. Bukan tidak ingin berlama-lama di dalam kelas, lewat metode itu, para guru di sana ingin anak-anak didik mereka terbiasa berpikir terbuka.

Sejak kali pertama berdiri, sekolah yang terletak di Parigi, Pangandaran, Jawa Barat, tersebut punya fondasi kuat. Kelas multikultural. Yayasan Darma Bakti Karya sebagai payung tidak pernah bergeser dari cita-cita awal. Menyelamatkan anak-anak muda di berbagai daerah Indonesia untuk meneruskan pendidikan. Terutama mereka yang terpaksa putus sekolah lantaran tidak punya biaya. Lebih khusus lagi para remaja yang terdampak konflik. Misalnya, anak-anak dari Papua dan Poso. Mereka didatangkan ke Parigi untuk melanjutkan sekolah.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads