alexametrics

Noviana, Anak Cleaning Service yang Jadi Sarjana Terbaik Unair

12 September 2019, 20:48:34 WIB

KETIKA masih TK, Noviana menjadikan perempatan Jalan Raya Ngagel Jaya sebagai tempat meraup rezeki. Bersama kakaknya, dia mengamen. Meski begitu, bagi keluarga mereka, pendidikan tetap nomor satu.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

Noviana tidak hanya cantik. Dia juga sangat ramah. Tiba di ruang tunggu lobi Gedung Rektorat Universitas Airlangga (Unair), senyumnya langsung mengembang pada Selasa (10/9). Setelan blazer hitam dan rok pendek dipilihnya siang itu. ’’Kebetulan saya habis dipanggil salah satu bank di Surabaya untuk diajak bergabung di perusahaannya. Jadi, masih pakai baju resmi,’’ kata Noviana menjelaskan.

Noviana adalah salah seorang wisudawan terbaik program sarjana Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unair. Nilai IPK-nya nyaris sempurna, yakni 3,94. Sebagai wisudawan terbaik, nama Noviana mulai banyak diperbincangkan kalangan akademisi kampus dan luar kampus. Sosoknya menginspirasi banyak orang. Sebab, perjuangannya meraih prestasi wisudawan terbaik Unair begitu besar.

’’Saya bukan dari kalangan orang mampu. Ayah saya hanya sebagai cleaning service. Ibu saya ibu rumah tangga biasa,’’ kata Noviana memulai cerita perjalanan hidupnya.

Sejak di dalam kandungan, orang tuanya tidak mampu membayar RS untuk kontrol bulanan Ayahnya yang saat itu bekerja sebagai kuli bangunan mengalami kecelakaan kerja. Kondisi fisik yang terbatas membuat ayah Noviana menjadi tukang becak. ’’Tidak ada pilihan lain. Satu-satunya yang bisa dilakukan ayah hanya itu,’’ ucap putri pasangan Sutrisno dan Karyatiningsih tersebut.

Noviana mengatakan, dirinya juga menjadi pengamen jalanan di perempatan Jalan Raya Ngagel Jaya bersama kakaknya. Saat itu dia masih duduk di bangku TK. Aktivitas mengamen dilakukan sepulang sekolah. ’’Sepuluh tahun saya mengamen di jalanan sampai saya duduk di bangku SMP,’’ katanya.

Sejatinya orang tuanya telah melarang aktivitas Noviana tersebut. Namun, saat itu rasanya tidak ada pilihan lain selain mengamen. Meski diperbolehkan mengamen, Noviana dan kakaknya selalu mendapatkan pengawasan dari ayahnya. ’’Ayah memperbolehkan saya dan kakak ngamen, asalkan tidak meninggalkan pendidikan,’’ ungkapnya.

Di sela-sela mengamen, Noviana menyempatkan diri untuk belajar di becak ayahnya. Begitu juga kakaknya yang seorang atlet nasional.

Sejak kecil Noviana memang dididik untuk terus memprioritaskan pendidikan. Meski jadi anak jalanan, bukan berarti tidak berpendidikan. Pandangan negatif itu pun berusaha dihilangkan. ’’Saya sejak kecil sering di-bully di lingkungan sekolah dan masyarakat,’’ ucap perempuan kelahiran 30 November 1995 itu.

Noviana mengatakan, pada saat banyak yang memandang negatif terhadap dirinya, ayahnya memberikan pandangan positif. Tidak boleh dendam dan harus berani membuktikan dengan prestasi. ’’Sejak itu saya terus berpikir positif dan memprioritaskan pendidikan,’’ jelas anak keempat dari delapan bersaudara itu.

Kehidupan berat di keluarganya membentuk karakter yang kuat pada diri Noviana. Sejak SMP dan SMA, dia terus meraih prestasi di kelas. Bahkan, dia berhasil masuk di Unair melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN). ’’Saya tidak mendaftar bidikmisi. Sebab, saat itu banyak siswa yang punya mobil dan kondisi layak juga mendaftar bidikmisi,’’ paparnya.

Noviana menuturkan, keinginannya hanya satu. Yakni, masuk Unair. Tidak harus lewat bidikmisi. Biaya jadi urusan belakangan. Setelah diterima di Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unair, biaya uang kuliah tunggal (UKT) hanya Rp 1 juta per semester. ’’Saya mendapat UKT terendah. Saya kira itu sudah cukup murah dan kami sanggup,’’ ungkapnya.

Bahkan, Noviana sempat ditawari beasiswa bidikmisi. Petugas dari Unair mendatangi rumahnya, tetapi ditolak. Dia ingin beasiswa bidikmisi diberikan kepada peserta lain yang lebih tidak mampu. ’’Bukan saya merasa mampu. Tidak. Saya tidak ingin mendapatkan beasiswa karena kekurangan orang tuaku. Saya ingin mendapat beasiswa karena prestasiku,’’ tegasnya

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c15/tia



Close Ads