alexametrics

Kampung Bendera Darmokali Tetap Bertahan di Tengah PPKM Berjilid-jilid

12 Agustus 2021, 07:48:22 WIB

PPKM darurat yang berlanjut dengan PPKM level 4 membuat penjualan bendera di Kampung Bendera Darmokali, Wonokromo, belum menggembirakan. Belum terlihat tanda-tanda omzet penjualan yang melonjak. Padahal, hari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus tinggal beberapa hari lagi.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

DERU kendaraan yang berlalu-lalang di depannya tak sedikit pun mengganggu konsentrasi Suparlan. Pandangan matanya fokus ke depan. Pria 60 tahun itu sibuk menuntaskan pembuatan bendera dengan mesin jahit butut miliknya. Dia menjahit bendera Merah Putih ukuran 120 x 180 cm. ’’Mengko bengi arep dijupuk sing pesen,’’ kata Suparlan dengan suara serak.

Dia pun mengebut pembuatan bendera itu. Selain bendera Merah Putih, Suparlan mengerjakan pernak-pernik lain yang sudah dipesan pembeli. Di antaranya, umbul-umbul dengan berbagai bentuk. Ada juga rumbai-rumbai merah putih yang biasa dipasang di dalam ruangan. ’’Ada yang pesan sedikit-sedikit. Disyukuri saja,’’ tutur pria yang sudah sepuluh tahun menggeluti bisnis bendera itu.

Suparlan merupakan satu di antara puluhan warga Darmokali yang menekuni pembuatan dan penjualan bendera. Agustus adalah musim panen. Penjualan bendera laris manis. Instansi pemerintahan, kantor BUMN, perusahaan swasta, hingga pengurus RT/RW berburu bendera di Darmokali. Tak sedikit penjual yang kehabisan stok sebelum momen 17 Agustus tiba. Tapi, itu dulu.

Momen Agustus tahun ini tidak ’’secerah’’ tahun-tahun sebelum pandemi. Pandemi yang berkepanjangan dan PPKM yang berturut-turut membuat omzet penjualan bendera anjlok secara drastis. Sejauh ini omzet penjualan belum menggembirakan. ’’Turunnya sampai 50–60 persen,’’ tutur Anggi Ega Della Arifin, penjual lainnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git




Close Ads