alexametrics

Bila Anak-Anak Berlatih Taekwondo ala Klub M45ter Kick

Belajar Bela Diri Sekaligus Bisa Rekreasi
12 Maret 2020, 20:48:49 WIB

Klub M45ter Kick punya cara unik dalam mengajarkan taekwondo. Para atlet tak sekadar belajar jurus dan menempa fisik. Namun, mereka juga diajak belajar banyak hal. Termasuk tekad memecahkan rekor.

HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya

Dinding tempat latihan M4ster Kick di lantai 2 BG Junction tampak penuh dengan pigura. Mulai piagam penghargaan sampai foto anak didik yang berprestasi. Nah, yang agak berbeda adalah dua piagam yang terpampang di dekat pintu masuk. Bukan piagam juara bela diri atletnya. Melainkan piagam pemecahan rekor. Dua piagam itu diberikan Museum Rekor Dunia Taekwondo Indonesia. ”Yang terakhir kami dapat awal tahun ini,” ujar Muhammad Khirom, salah seorang pelatih M45ter Kick, kepada Jawa Pos Sabtu lalu (7/3).

M45ter Kick mendapatkan piagam itu setelah 119 anak didiknya menunjukkan performa tim. Mereka memperagakan teknik bo staff atau tongkat dalam jenis bela diri tersebut bersama-sama di Bumi Marinir Karang Pilang. ”Jumlah peserta terbanyak sejauh ini,” jelasnya.

Menurut dia, teknik penggunaan tongkat itu memiliki urutan.

Jadi, penilaiannya tidak hanya berdasar kecakapan peserta, tetapi juga kekompakan. ”Dari awal sampai akhir harus seirama,” kata pria yang juga seorang tentara tersebut.

Dua tahun sebelumnya, rekor lain juga pernah diciptakan anak asuhnya. Yakni, membentuk barisan tulisan ”M45ter” tidak kurang dari sepuluh menit. Taekwondoin –sebutan atlet taekwondo– yang berpartisipasi berjumlah 110 orang. ”Dinilai dari kerapian dan partisipannya,” tuturnya.

Khirom mengatakan bahwa piagam pemecahan rekor itu hanyalah bonus. Menurut dia, yang paling utama dari sebuah klub bela diri adalah mencetak atlet unggulan. Dan, dia bersyukur pernah mencapai itu.

Capaian terakhir ditorehkan tahun lalu. Acelin Krista Candra mendapat predikat atlet terbaik di Jatim pada kategori prakadet A. ”Klub ini juga tujuh kali mendapat predikat juara umum kejuaraan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa prestasi itu bukan hal yang gampang diraih. Sebab, usia klub baru empat tahun. ”Kunci utamanya, kami tidak hanya mengajarkan bela diri ke anak-anak,” terang pria kelahiran 1976 tersebut.

Khirom menuturkan bahwa pembelajaran teknik taekwondo akan terasa monoton tanpa kegiatan lain. Terlebih, mayoritas anak asuhnya masih di bawah umur. Imbasnya, mereka merasa bosan. Jika dibiarkan, performa saat mengikuti kejuaraan akan buruk. ”Fokus bertanding bakal hilang karena rasa bosan itu,” paparnya.

Dia pun mencoba cara lain untuk menjaga minat taekwondoin asuhannya. Yakni, menyisipkan berbagai kegiatan pada program latihan. Di antaranya, membuat capaian rekor. ”Anak-anak pasti akan merasa lebih pede,” sebutnya.

Kegiatan lain yang pernah dilakukan adalah rekreasi bersama. Namun, bukan sekadar liburan untuk bersenang-senang. Tetapi, juga memupuk rasa toleransi anak asuh. Khirom rutin mengajak mereka berkunjung ke panti asuhan.

Menurut dia, kegiatan itu bertujuan untuk memupuk rasa toleransi. Dia ingin membuka hati anak didiknya bahwa masih ada anak yang kondisinya lebih tidak beruntung dari mereka. ”Untuk mengajarkan kesadaran bahwa menjadi juara tidak boleh jemawa,” terangnya.

Taekwondoin yang pernah menyandang status terbaik nasional pada 2000 itu mengatakan, kebanyakan atlet bela diri punya rasa angkuh yang tinggi. Sebab, mereka merasa memiliki kemampuan untuk mengalahkan. Khirom mengungkapkan bahwa perasaan tersebut bisa menjadi bumerang ketika mengikuti sebuah kejuaraan.

Yulian Munandar, pelatih lain M45ter Kick, mengamini bahwa program latihan wajib diselipi kegiatan lain. Dia lantas menyebut kunjungan selain ke panti asuhan. Yakni, mengajak anak asuh ke KRI Bima Suci. Kegiatan tersebut, jelas dia, bertujuan agar anak didik memahami sejarah.

Dia menambahkan, anak asuh klub M45ter Kick juga pernah memenuhi dua unit Suroboyo Bus. Yulian ingin mereka belajar mengelola sampah. ”Ide awalnya karena banyak sampah botol di sini setelah latihan,” katanya.

Dia mengaku lega karena beragam kegiatan itu pada akhirnya tetap bisa menjaga semangat siswa untuk berlatih. Klub M45ter Kick pun semakin berkembang. Yang awalnya hanya memiliki lima murid kini mencapai ratusan orang. ”Sebanyak 26 di antaranya saat ini jadi kandidat instruktur,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git



Close Ads