alexametrics

Tes Swab Ibu Hamil Upaya Pemkot Melindungi Warga dari Covid-19

11 September 2020, 07:07:15 WIB

Virus korona jenis baru tak pandang bulu. Menyerang siapa pun. Termasuk ibu hamil. Demi melindungi warganya, pemkot turun tangan. Solusinya menggelar tes swab masal.

ARISKI PRASETYO, Surabaya

Langkah kaki Yardina pelan. Dia sangat berhati-hati. Sesekali, perempuan 35 tahun itu berhenti sejenak. Untuk mengambil napas. Sembari mengusap peluh yang membasahi dahinya.

Perut Yardina yang membesar memaksanya tak bebas melangkah. Geraknya terbatas. Tidak seperti remaja yang tubuhnya masih ramping.

Warga Wonokromo itu telah berbadan dua. Mengandung anak yang kedua. Anak pertamanya masih 5 tahun.

Selasa lalu pukul 08.00, Yardina tiba di Gelora Pancasila. Dia bersama puluhan ibu hamil yang lain mengantre. Menunggu pemeriksaan kesehatan.

Yardina duduk di deretan kursi baris kedua. Total 20 perempuan yang sedang mengandung ikut mengantre.

Petugas linmas mendata satu per satu warga tersebut. Di lorong Gelora Pancasila, tampak sejumlah petugas. Mereka duduk di depan meja. Mereka mengenakan pakaian serbaputih.

Baju khusus tersebut merupakan alat pelindung diri (APD).

Selang lima menit, petugas memanggil satu per satu nama. Tiba giliran Yardina. Dia lantas bangkit. Petugas membantunya sampai di depan petugas kesehatan.

Dia diminta duduk. Kepala mendongak ke atas. Lantas, petugas memasukkan sebuah alat ke lubang hidung sebelah kiri. Bentuknya panjang dan pipih. Namanya cotton swab.

DEMI KESEHATAN: Petugas mengambil mukus ibu hamil dalam tes swab di Gelora
Pancasila. (Ariski Prasetyo/Jawa Pos)

Mata Yardina merem melek. Tangannya mengepal untuk menahan rangsangan alat itu. Untungnya hanya beberapa detik. Pemeriksaan pun tuntas. ’’Rasanya campur-campur. Geli juga,’’ jelasnya.

Kesan senada disampaikan Wahyu. Perempuan 40 tahun itu mengandung anak ketiga. Dia juga menjalani pemeriksaan kesehatan seperti Yardina.

Di depan petugas, Wahyu tampak tenang. Meski matanya sempat mengerjap, pemeriksaan itu dilalui dengan lancar. ”Saya bayangkan sakit, ternyata enggak,” ucapnya.

Ya, sejak Juli lalu pemkot mengadakan tes swab masal. Uji usap itu ditujukan untuk warga Kota Pahlawan. Mulai guru, karyawan pemkot, hingga masyarakat. Tujuannya mendapatkan data pasti warga yang terpapar korona. Sekaligus langkah preventif mencegah persebaran virus asal Tiongkok itu.

Ibu hamil juga mendapatkan perhatian. Uji usap tersebut menyasar perempuan yang mengandung. Untuk memastikan kesehatan ibu serta bayi yang ada di dalam perut.

Habibah, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, menjelaskan bahwa tes swab ibu hamil merupakan syarat wajib bagi ibu hamil asal Surabaya yang hendak melahirkan. ”Ketika akan melahirkan, harus menjalani uji usap,” jelasnya.

Tak sembarang ibu hamil yang bisa mengikuti tes tersebut. Dinkes menentukan syarat. Pertama, usia kandungan memasuki 37 minggu atau bulan terakhir kandungan.

Untuk mendapatkan data ibu hamil, pemkot memberdayakan bidan kelurahan. Setiap hari petugas kesehatan itu turun. Mendata serta memeriksa perempuan yang berbadan dua.

Dari data itu, pemkot menentukan. Siapa yang harus menjalani uji usap. Setiap Selasa, ibu hamil diminta menjalani uji usap. ”Diantar suami atau bidan ke Gelora Pancasila,” terangnya.

Setiap pekan ratusan ibu hamil mengikuti swab test masal itu. Satu hari bisa mencapai 250 perempuan mengandung yang dites. Waktunya ditentukan. Dimulai pukul 07.00. Selesai pukul 09.00. Tujuannya tidak bercampur dengan warga lain.

Pengaturan jam itu juga memberikan kesempatan kepada ibu hamil. Sebab, saat siang mereka bisa beraktivitas di rumah. ”Istirahat atau memasak di rumah,” ucap Habibah.

Dari data yang dihimpun pemkot, sejauh ini sudah ada 1.335 ibu hamil yang menjalani uji usap. Pemkot telah mendapatkan hasil pengujian sebanyak 1.098. Hasilnya, 123 ibu hamil positif mengidap korona. Selebihnya, 971 ibu hamil dinyatakan sehat. Tidak terinfeksi Covid-19.

Angka itu bakal terus bergerak. Pasalnya, setiap minggu pemkot terus mengadakan uji usap. Belum ditentukan kapan program tersebut berakhir.

Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, tes swab ibu hamil merupakan bentuk perlindungan pemkot untuk perempuan yang mengandung. Sebab, pemkot tidak ingin ibu serta anak di dalam kandungan terpapar korona.

Menjaga kesehatan warga merupakan bentuk tanggung jawab pemkot. Irvan menuturkan, bayi dan anak merupakan masa depan Kota Surabaya. Penerus pembangunan kota. ”Sehingga kami harus menjaga kesehatan mereka,” ucapnya.

Uji usap itu juga bertujuan untuk mendapatkan data pasti. Berapa perempuan mengandung yang terpapar korona. Dengan demikian, pemkot bisa segera melakukan langkah penanganan. Menyembuhkan ibu hamil.

Menurut Irvan, ada tiga langkah penanganan setelah hasil uji usap keluar. Yang hasilnya sehat langsung diantar pulang. Pemkot meminta perempuan mengandung itu terus menjaga kesehatan hingga proses melahirkan.

Bagi yang positif korona namun tubuh ibu hamil itu sehat, pemkot meminta yang bersangkutan untuk beristirahat di asrama haji.

Lain halnya dengan ibu hamil yang dinyatakan positif serta memiliki penyakit komorbid. Pemkot memberikan perhatian lebih. Mereka ditempatkan di ruangan khusus. Menjalani perawatan di rumah sakit rujukan pemkot. ”Tempat terpisah dari pasien lain,” tegasnya.

Sejak korona merebak, pemkot memang mati-matian. Melindungi warga agar tidak terpapar korona. Harapannya, Kota pahlawan kembali hijau. Aktitas warga kembali berjalan normal.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git



Close Ads