Hobi 'Gila' Koleksi Motor Antik (Bagian II)

Risih Kerap Ditawar, Handoko Kini Buka Museum Motor Antik di Rumahnya

11/09/2018, 20:02 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pengunjung dapat sepuasnya melihat koleksinya dari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Berbagai jenis sepeda motor, seperti Harley Davidson, Vespa, Lambretta, Indian dapat ditemui di sini. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

Lantaran banyaknya koleksi motor, sepeda dan mobil antik yang dimiliki, David Sunar Handoko lantas membuka museum di rumah pribadinya. Kini masyarakat pun bisa menikmati koleksinya. Bahkan tidak hanya motor antik, tetapi juga benda antik lainnya.

Ridho Hidayat, Jogjakarta

JawaPos.com – Mempunyai koleksi ratusan motor antik, sepeda dan mobil tentu susah-susah gampang. Pasalnya selain harus rajin-rajin merawat, tentu dibutuhkan kocek lumayan dalam untuk mengurusi motor-motor tua tersebut.

HOBI: Kolektor motor antik dari Jogjakarta, David Sunar Handoko dan koleksinya. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Handoko untuk tetap melestarikan keberadaan motor antik di Indonesia. Bahkan niatnya tersebut dibulatkan dengan membuat museum di rumahnya, di Jalan KH Ahmad Dahlan 88 Kota Jogjakarta.

Meski tidak dijual, namun hampir tiap hari ada saja para pecinta otomotif yang berniat membeli koleksinya tersebut. Sejak awal membeli sepeda motor antik, dirinya berniat menyelamatkan motor-motor antik yang mulai tergerus dijual ke luar negeri.

"Dari awal saya memang berniat untuk membuka museum. Baru tahun ini saja, dibuka untuk umum," katanya, ditemui di rumahnya, Selasa (11/9).

Proyeksinya, museumnya ini akan dinamakan 'Merpati Motor'. Mengambil kata Merpati, karena bermakna perdamaian, kesetiaan, dan roh suci. "Merpati itu lambang kesetiaan. Merpati dilepas di manapun, akan kembali lagi. Kami harap punya pelanggan yang pernah datang, bisa kembali lagi," ucapnya.

Untuk umum, masyarakat yang ingin berkunjung ke tempatnya dengan melihat ratusan koleksi ini dibebani biaya sebesar Rp 40 ribu. Itu digunakan untuk biaya perawatan koleksi dan gaji karyawannya. "Itu sudah dapat minum juga," kata Handoko.

Pengunjung dapat sepuasnya melihat koleksinya dari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Berbagai jenis sepeda motor, seperti Harley Davidson, Vespa, Lambretta, Indian dapat ditemui di sini.

Kemudian ada pula mobil dengan tahun pembuatan 1925 hingga 1970-an. Serta ratusan sepeda kayuh, yang paling tua produksi 1890 didapatkannya dari Belanda. "Saya juga koleksi kacamata, arloji, jam, ada macam-macam pedang. Kemudian senapan angin, batik, Mandau, pisau dari Amerika," ucapnya.

Bagi yang berminat untuk mengunjungi tempatnya ini, aksesnya pun cukup mudah. Berada di sebelah barat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Jogjakarta atau barat Malioboro kisaran 400 meter. (Bersambung)

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi