alexametrics
Laporan Langsung dari Bern, Swiss

Kursi Eril di Tempat Dia Tenggelam

Rencana RK untuk Mengenang sang Anak
11 Juni 2022, 15:41:43 WIB

Pimpin Salat Gaib, Berterima Kasih kepada KBRI Bern

JawaPos.com – Ridwan Kamil berjalan pelan di sisi Sungai Aare, Bern, Swiss, kemarin (10/6). Sesaat kemudian gubernur Jawa Barat itu menepi di salah satu sudut di sungai tersebut.

Menuju ke sebuah pohon dengan bertangkai-tangkai bunga terikat di dahan pohon tersebut.

Di situlah titik Emmeril Kahn Mumtadz, anak pertamanya, terseret arus hingga kemudian hanyut terbawa aliran sungai.

’’Di sini tempat Eril tenggelam. Sementara kami kasih penanda seperti ini,’’ ungkap ayah tiga anak itu kepada rombongan yang mengikutinya.

Di dalam rombongan tersebut, selain keluarga, ikut menyertai Duta Besar Indonesia untuk Swiss Muliaman Darmansyah Hadad serta Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah. Ida kebetulan sedang berada di Swiss untuk tugas kenegaraan. Jawa Pos ikut serta dalam rombongan tersebut.

Emil –sapaan akrab Ridwan Kamil– yang dulu juga memantau langsung pencarian sang anak di Sungai Aare mengatakan, dirinya ingin membuat kursi di dekat tempat Eril tenggelam. Untuk mengenang sosok Eril, sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz, yang di mata keluarga sarat akan kebaikan.

Emil tidak secara khusus menjelaskan seperti apa bentuk kursinya. Tapi, yang jelas kursi itu bisa diduduki siapa saja sambil memandang ke arah Sungai Aare. Semacam kursi taman.

Lokasi tenggelamnya Eril tak jauh dari Schönausteg, jembatan gantung yang kerap dijadikan spot untuk meloncat ke dalam Sungai Aare. Emil yang mengenakan kacamata hitam lantas melangkah menuju Schönausteg. Sesampai di bagian tengah, dia tampak berhenti sejenak. Menerawang ke arah sungai berwarna biru tersebut.

Kendati didera cobaan yang dahsyat, Emil tampak tegar dan tenang. Ditatapnya air sungai itu lekat-lekat. Sungai yang menghanyutkan putra sulung kesayangan.

PENANDA: Ridwan Kamil meletakkan bunga di dekat titik tempat sang anak tenggelam di tepian Sungai Aare, Bern, Swiss, kemarin. (DINARSA KURNIAWAN/JAWAPOS.COM)

Sebelum berdoa bersama di pinggir Sungai Aare, Emil datang untuk melaksanakan salat Jumat di kantor KBRI Bern. Dia datang bersama rombongan pukul 13.29, lalu langsung menemui Dubes Muliaman.

Emil mengikuti salat Jumat dengan khidmat. Dia duduk di sebelah Dubes Muliaman di saf terdepan. Seusai menunaikan salat Jumat, Emil pun berdiri. ’’Izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada semua yang sudah membantu. Terutama kepada KBRI Bern,’’ ucapnya.

Dia menambahkan, KBRI Bern bukan lagi teman atau sahabat, melainkan sudah seperti keluarga. Sekali lagi ketegaran dan ketabahan suami Atalia Praratya itu terlihat.

Padahal, banyak orang yang mengikuti salat Jumat tersebut menahan isak. Tak sedikit air mata yang meleleh dari mata jemaah siang itu. ’’Keluarga adalah harta terbesar. Buat apa kita punya segalanya tapi dijauhkan dari keluarga. Itu tidak ada gunanya,’’ ujar mantan wali kota Bandung tersebut.

Emil lalu mengambil posisi sebagai imam salat gaib untuk putranya yang lahir di New York pada 25 Juni 1999 itu. ’’Saya tidak bisa membayangkan berada di posisi Pak Ridwan Kamil. Ini juga sekaligus pelajaran buat saya. Apalagi, saya punya anak laki-laki yang seumuran dengan Eril,’’ tutur Ida. (*/c18/ttg)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Dinarsa Kurniawan

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads