JawaPos Radar

Mengenal Upacara Melasti, Pembersihan 3 Unsur Kehidupan

11/03/2018, 23:26 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Upacara Melasti
SESAJI: Sejumlah umat hindu membawa sesajian untuk prosesi upacara. Diantaranya buah-buahan, padi, dan ternak. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Peringatan dalam menyambut hari raya Nyepi dan tahun baru Saka 1940 bagi umat Hindu di berbagai daerah di Indonesia, digelar dengan berbagai macam cara. Khusus di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ratusan umat Hindu memadati kawasan Pantai Akkarena, untuk melaksanakan upacara Melasti.

Ketua Parisada Hindi Dharma Indonesia Kota Makassar, I Nyoman Shuparta mengungkapkan, upacara Melasti sendiri merupakan salah satu rangkaian dalam menyambut hari raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu (17/3) pekan depan. Upacara ini kata Shuparta, merupakan wujud pembersihan dari segala macam aktifitas duniawi.

Shuparta menyebut, ada 3 hal yang menjadi substansi dalam pelaksanaan Melasti kali ini. Yang pertama bhuana alit atau manusia, kedua bhuana agung atau alam dan ketiga pratima atau seluruh simbol-simbol agung tentang Tuhan yang mewujud di dunia atau biasa disebut sebagai dewa.

Upacara Melasti
MELASTI: Ratusan umat Hindu di Makassar, melakukan upacara Melasti di pantai Akkarena Minggu (11/3). (Istimewa)

"Kenapa kita bersihkan ketiganya ini di laut, karena menurut kepercayaan Hindu, samudra atau air laut itu adalah air yang palig suci. Kami membahasakannya sebagai, Tirta Amerta. Jadi Tirta Amerta atau air kehidupan ini pusatnya di samudra yang paling dalam," kata Shuparta di sela-sela pelaksanaan upacara Melasti di Makassar.

Prosesi teknis pelaksanaan penyucian 3 sumber ini dijelaskan Shuparta dipimpin langsung orang yang betul-betul dianggap sebagai orang suci dalam kepercayaan Hindu. Orang itu biasanya disebut sebagai Ida Pandita Dharma Yatnya Shamyoga.

"Jadi karena kami tidak bisa menjangkau di samudra yang paling dalam, kami menggunakan doa, mantra yang dipimpin langsung oleh beliau itu. Karena beliau itu orang yang paling suci di antara umat Hindu. Beliau, pemimpin rohani yang paling tinggi," jelasnya.

Inti dalam pelaksanaan Melasti ini lanjut Shuparta adalah untuk bagaimana umat Hindu di seluruh Indonesia bahkan dunia bisa melaksanakan puncak hari raya Nyepi dengan baik dan benar, terhindar dari segala godaan dunia dan tak mementingkan hawa nafsu.

"Kita memohon dan kita berdoa bersama-sama agar kami bisa menjalankan seluruh rangkaian Nyepi itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik dan benar. Melebur segala yang kotor-kotor yang tidak bagus agar tercipta ide-ide baru kemudian agar terpelihara kerukunan yang baik," ungkapnya.

Dalam prosesi ini, ratusan umat Hindu ini membawa sejumlah sesajian untuk prosesi upacara. Diantaranya, buah-buahan, padi, dan ternak. Doa dan puji-pujian dilantunkan sepanjang perjalanan prosesi upacara ini berlangsung diringi bunyi-bunyian gamelan.

Upacara pemberkatan dimulai dengan lantunan doa dipimpin pemangku adat. Selanjutnya, puncak acara pada 17.30 WITA ditandai dengan membawa seluruh perlengkapan sesembahan ke tepi laut. Seiring dengan terbawanya sesaji ke laut, doa dan puji-pujian terus dilantunkan. Mereka berdoa agar ke depan, Tuhan memberi kehidupan yang lebih baik.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up