JawaPos Radar

Hanya Modal Ratusan Ribu, Consina Kini Punya Omset Miliaran

11/03/2018, 06:17 WIB | Editor: Mochamad Nur
Hanya Modal Ratusan Ribu, Consina Kini Punya Omset Miliaran
Aktivitas berpetualang di alam bebas jadi pasar Consina dalam pengembangan produknya (Pixabay.com)
Share this image

Jawapos.com - Kegiatan wisata petualangan di alam bebas kian marak perkembangannya. Bertualang atau travelling sudah menjadi barang wajib orang-orang 'jaman now' dan akan terus berkembang.n Seorang penulis dan juga seniman muda, Fiersa Besari pernah berseloroh. Cinta bukan lagi harta dan tahta akan tetapi cinta adalah harta, tahta serta wisata.

Uji Sukma Medianti

Saat bergiat di alam bebas tentunya dibutuhkan peralatan serta perlengkapan yang memadai.

Hanya Modal Ratusan Ribu, Consina Kini Punya Omset Miliaran
Aktivitas berpetualang di alam bebas jadi pasar Consina dalam pengembangan produknya (Pixabay.com)

Hal itu menjadi suatu Standard Operating Procedure (SOP) mutlak yang harus dimiliki oleh pegiat minimal untuk membuat dirinya 'safety' terhadap lingkungan yang akan dijelajahi.

Dari situlah, Disyon Toba menangkap peluang bisnis dari industri petualangan. Siapa yang menyangka, dari hobinya yang suka mendaki gunung Disyon kini menjadi bos dari brand outdoor dalam negeri yang telah mendunia, 'Consina'.

Berangkat dari hobi itu, Disyon tak sengaja melihat tas yang ia yakini merupakan brand luar negeri. Berbekal rasa ingin tahu, Disyon pun menelisik lebih jauh. Ternyata tas-tas yang diyakini Disyon buatan luar negeri dijahit dan diproduksi di Indonesia.

"Walaupun berada di naungan brand/perusahaan asing tapi yang menjahit adalah orang Indonesia," tuturnya kepada Jawapos.com dalam acara Deep Extreme di Jakarta, Sabtu (9/3).

Dirinya pun lalu belajar membuat tas yang sama. Namun, hal itu tidaklah mudah. Saat itu ia mengaku tak punya cukup modal untuk memulai usahanya. Akhirnya ia mengumpulkan bahan baku dari limbah pabrik sebagai bahan awal. Modalnya pun hanya Rp 300 ribuan saja.

"Modalnya Rp 300 ribu. Sejak tahun 98 iseng ada bahan baku lalu cari penjahitnya pertama-pertama pokonya dari nol startnya," jelas dia.

Dia meminta kepada penjahit yang bekerja di perusahaan tersebut untuk dibuatkan tas yang sama. Saat itu, kenang dia, barang yang diproduksi hanya tas kecil saja lantaran terbatasnya modal.

Pada tahun 1998, harga tas dengan kualitas bagus harganya masih sangat tinggi. Sehingga bagaimana caranya ia harus mengeluarkan modal minimal, kualitas tinggi namun harga jual juga mampu bersaing dengan produk-produk yang ada saat itu.

Pada tahun 2001, barangkali adalah titik balik dari bisnis Disyon. Ia resmi mendirikan PT Consina Segara Alam. Padahal saat itu kegiatan alam bebas belum se-masif saat ini.

Berbekal hobi mendaki yang ia lakukan sejak lama, ia kemudian mengembangkan sayap dan memproduksi peralatan pendakian diantaranya pakaian, jaket, sleeping bag dan lain - lain.

Kegigihan dan keuletan Diyson pun terbalaskan. Setelah dua puluh tahun mengarungi bisnis peralatan outdoor, kini usahanya yang bermodal Rp 300 ribu bisa meraup omset hingga Rp 50 miliar per tahun.

"Omset sekarang sudah diatas 50 miliar rupiah per tahun," jelasnya.

Saat ini Consina sudah memiliki lebih dari 50 outlet di seluruh Indonesia. Dimana produknya tidak hanya digemari di Indonesia tetapi juga di luar negeri.

Dia pun berpesan kepada para brand lokal yang baru memulai bisnis di industri ini, untuk memiliki konsep serta bahan yang bagus.

"Karena customer sekarang sudah lebih paham dan mengerti mana produk yang bagus. Sehingga sekarang mereka mau yang bagus tapi juga murah," ujarnya.

Namun begitu, ia meyakini bahwa peluang brand lokal di dunia pariwisata alam ini sangatlah besar. Hanya saja tinggal bagaimana bisa melihat peluang dan menangkapnya supaya orang-orang menjadi gemar bergiat di alam bebas dengan juga memahami etikanya

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up