JawaPos Radar

Detik-detik Penyerangan Gereja di Sleman

Teriakan dan Sabetan Katana Itu Membuat Keheningan Misa Pecah

11/02/2018, 22:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penyerangan Gereja
GARIS POLISI: Gereja Katolik Santa Lidwina yang berada di Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, dipasangi garis polisi paska penyerangan, Minggu (11/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Minggu (11/2) pagi, cuaca di langit Jogjakarta cukup cerah untuk beraktivitas. Seperti halnya umat beragama di Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman yang sedang melakukan ibadah perayaan Ekaristi.

Sekitar pukul 07.30 WIB, ketika itu, suasana begitu tenang, saat Romo Prier memimpin doa ratusan jemaat yang hadir bersembahyang. Berserah diri, meminta agar umat berpikir meninggalkan perkara-perkara dunianya untuk sesaat.

Namun seketika itu juga, saat suasana hening dan khusyuk berdoa, terdengar teriakan takbir seorang pria masuk membawa sebilah katana berwarna putih dengan perawakan agak pendek. “Dia teriak-teriak seperti itu (AllahuAkbar)," ucap Ketua Gereja Katolik Santa Lidwina, Bedog, Sukatno, mengisahkan.

Penyerangan Gereja
Polisi masih menjaga TKP (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Seketika itu juga suasana langsung pecah. Pria yang diketahui bernama Suliono, warga asal Krajan, RT 2/1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim tersebut langsung mengayunkan katana-nya di tengah mimbar menyerang Budijono, 44, warga asal Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Ia mengalami luka di bagian kepala belakang dan lehernya. Setelah berhasil melukai Budijono, Suliono beranjak ke depan menyerang Romo Prier. Melukainya di bagian kepala menggunakan katana yang ditentengnya.

Seketika itu juga, datang seorang anggota kepolisian. Namun karena tak membawa senjata lengkap untuk melumpuhkan pelaku, dipanggillah petugas lainnya.

Sementara menanti petugas bantuan datang, jemaat berinisiatif menutup seluruh pintu gedung gereja untuk menghindari kaburnya pelaku ini.

Danang Jaya, 60, salah satu umat gereja yang berada di sana mengungkapkan, petugas atas nama Aiptu Munir dari Polsek Gamping yang datang dengan membawa senjata api mendekati Suliono melakukan negosiasi untuk menyerahkan diri.

"Saya masuk gereja, lihat diatas mimbar seorang pria bawa pedang tanpa berkata-kata membabati patung lilin. Ternyata sebelum saya ke sini sudah ada beberapa korban yang kena," katanya.

Namun saat pelaku diacungi pistol, malah hendak melawan. Suliono menyerangnya dengan katana dan sempat melukai petugas, hingga terpaksa harus dilumpuhkan dengan 2 kali tembakan di bagian kakinya.

Saat terkapar itulah dibantu dengan beberapa jemaat, pelaku akhirnya berhasil diringkus. Total sebanyak 3 jemaat yang harus dilarikan ke rumah sakit dan seorang anggota polisi akibat peristiwa yang berlangsung hanya sekitar 10-15 menit tersebut.

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri yang datang ke lokasi penyerangan mengungkapkan, ini merupakan tindakan biadab. Pihaknya akan menanti kondisi pelaku stabil terlebih dahulu untuk menginterogasinya.

"Kalau dari identitas, dia memang mahasiswa. Kalau sudah stabil, kami interogasi. Pelaku sekarang masih di RS Bhayangkara," ucapnya.

Berikut nama-nama korban yang harus dirawat di rumah sakit :

1. Bp. Budijono, Laki- laki, 44 Thn, Swasta d/a Perum. Nogotirto Gamping Sleman mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang dan leher bagian belakang akibat senjata tajam.

2. Romo Prier d/a Asmi Bener Yogyakarta mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam.

3. Aiptu Munir d/a Aspol Polsek Gamping mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam.

4. Martinus Parmadi Subiantara d/a Nusupan RT 02 RW 28 Trihanggo Gamping Sleman mengalami luka pada punggung akibat senjata tajam.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up