alexametrics
Warna-warni Pilkades Serentak 2018 di Malang

Mulai Woro-woro dengan Mobil Keliling hingga Siapkan Kostum Unik

10 November 2018, 19:42:56 WIB

Kabupaten Malang punya gawe besar besok, Minggu (11/11). Yakni Pilkades serentak yang digelar di 41 desa. Para penyelenggaranya punya cara unik untuk memantik minat warganya dalam menyuarakan hak pilih. Seperti apa?

Dian Ayu Antika Hapsari, Malang

BEBERAPA orang tampak sibuk mengatur tempat, di Balai Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (10/11). Ada yang sibuk dengan menata tenda di depan balai desa. Di sisi lainnya, beberapa laki-laki sibuk mendeor. Sedangkan para ibu menyiapkan busana yang dipakai untuk Pilkades besok.

Ya, mereka merupakan para panitia penyelenggaraan Pilkades 2018 di Kabupaten Malang. Desa Wonokerso adalah satu dari 41 desa yang menggelar pemilihan kepala desa itu. Balai desa yang biasanya hanya terlihat los, layaknya gedung serba guna merangkap tempat olahraga indoor itu, sore ini disulap dengan lebih mewah.

Di pojok, terdapat tempat yang dihias dengan cantik. Ada dua kursi kayu yang ditata apik. Sementara itu bagian backgroundnya juga kayu dan gebyok yang dihias dengan tanaman imitasi. Sepintas mirip dengan resepsi pernikahan.

Pada sisi kiri dan kanan kursi terdapat poster besar berisi foto para calon kades. Yakni Nariyadi SE pada urut 1 dan Mahmudi Zuhari di urutan kedua. Di depan kuade itu terdapat karpet merah. Seolah akan menyambut tamu kehormatan. Dua bapak menata karpet agar lebih rapi.

Ketua Panitia Pilkades Wonokerso Mulyono menjelaskan, pihaknya memang sengaja mendekor tempat pemilihan suara dengan semenarik mungkin. Cara ini mereka tempuh untuk meningkatkan antusiasme masyarakat dalam memilih.

“Kami ingin agar banyak warga yang datang memilih, meningktkan partipasi mereka terhadap Pilkades,” tegas Mulyono, Sabtu (10/11).

Bukan hanya dengan dekorasi, namun cara mereka memantik minat wrga agar mau ke TPS adalah dengan menggunakan busana yang unik. Besok para panitia Pilkades akan mengenakan kostum busana adat. Ada dua opsi, busana khas Madura atau sakera-an atau busan adat suku Dayak.

“Kami bingung diantara dua itu yang mana yang akan kami gunakan. Tapi yang jelas busananya sudah siap,” kata dia.

Busana ini adalah hasil kreasi masing-masing dusun di desa ini. Mereka membuat kostum unik dengan kemampuan sendiri. Biasanya digunakan ketika karnaval bersih desa. Pendek kata, busana yang akan mereka gunakan besok di Pilkades adalah sisa dari bersih desa.

“Masing-masing dusun miliki sendiri. Soal busana kami sudah siap,” tegas dia. Soal konsep kostum ini sempat berganti Sabtu sore. Awalnya mereka hendak mengenakan seragam saja. Karena Desa Wonokerso dipilih untuk menjadi tempat penbukaan Pilkades secara simbolik oleh Plt Bupati Malang Muhammad Sanusi.

Namun dengan saran dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Suwadji, konsep itu berubah. Meski berubah di injured time namun Mul tegaskan mereka siap. “Kata Pak Suwadji agar kami miliki konsep yang unik. Awalnya memang
ingin busana adat, kemudian pindah jadi formal dan kembali ke adat,” tegas dia.

Sementara itu, di Desa Karangpandan, juga menyiapkan konsep yang membuat warga nyaman dalam memilih. Penanggung jawab (Pj) Kepala Desa Fatqur Roji menjelaskan mereka menyediakan electone untuk menghibur warga. Sekaligus memantik minat warga agar datagn ke TPS. “Nanti electone itu bisa dimanfaatkan warga untuk karaoke juga,” katanya kepada JawaPos.com.

Dia jelaskan, pihaknya sejak tiga hari lalu juga sudah menggerakkan mobil panitia Pilkades untuk memberikan pengumuman secara berkeliling.

Mobil woro-woro ini blusukan ke penujuru desa dan memgumumkan waktu pelaksanaan pemilihan. Yakni dimulai pukul 07.00 hingga 13.00. “Harapannya warga tahu dan berminat mencoblos,” tandas dia.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (tik/JPC)


Close Ads
Mulai Woro-woro dengan Mobil Keliling hingga Siapkan Kostum Unik