JawaPos Radar

Generasi Emas

Terinspirasi Saiful Rijal, Anak-anak Makin Semangat Main Sepak Takraw

09/09/2018, 15:15 WIB | Editor: Ilham Safutra
Terinspirasi Saiful Rijal, Anak-anak Makin Semangat Main Sepak Takraw
Saiful Rijal saat memblock smash dari tim Jepang ketika Asian Games lalu. (EVAN ZUMARLI/SUMATERA EKSPRES/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Saiful Rijal bukan lagi pemuda kampung biasa. Bukan sekadar pemain sepak takraw. Pemuda 28 tahun itu kini menjelma menjadi inspirasi bagi anak-anak di kampung halamannya di Sumberurip, Pronojiwo, Lumajang.

Rijal adalah motivasi sekaligus cermin untuk meraih kesuksesan.

Bagi anak-anak di kaki Gunung Semeru itu saat ini, jika ingin sukses, mereka harus becermin kepada Rijal. Begitulah semangat yang kini bergemuruh di dada anak-anak Sumberurip, Pronojiwo. "Banyak anak-anak yang ingin jadi seperti Rijal," kata Suganda, guru SMP Nusantara Pronojiwo yang menjadi pelatih Rijal ketika dulu memulai belajar sepak takraw.

Suganda senang dengan mimpi anak-anak tersebut. "Saya bilang ke mereka, kalau mau seperti Rijal, maka harus kerja keras, disiplin, dan rajin latihan," sebut Suganda.

Sebelum Asian Games 2018 digelar, Rijal tak ubahnya pemuda kampung lainnya. Dia hanya dianggap sebagai tetangga, kakak, maupun bagian dari warga kampung. Tidak lebih. Padahal, Rijal sudah berstatus pemain nasional. Sejak 2009, dia bergabung dengan pelatnas. Saat SEA Games 2011 di Palembang, dia dan timnya menyumbangkan satu emas dan dua perak.

Tapi, torehan Rijal itu belum membuat banyak orang "meliriknya". Tak terkecuali anak-anak. Memang dulu ada yang mengajaknya berfoto. Tapi, tak banyak. "Dulu yang minta foto paling cuma teman yang tahu saja. Yang aktif dan sering update di medsos saja," ujar Rijal, kemudian tersenyum.

Asian Games 2018 mengubah segalanya. Apalagi, pertandingan final sepak takraw nomor kuadran saat itu ditayangkan secara langsung. Jutaan pasang mata menyaksikannya lewat layar kaca. Namanya juga kerap disebut-sebut presenter televisi saat laga final tersebut. Jadinya, Rijal sangat populer. Apalagi, Indonesia meraih medali emas dan medali itu menjadi medali emas kontingen Merah Putih di ajang olahraga antarbangsa Asia ke-18 tersebut.

Gara-gara itu semua, anak-anak di desanya termotivasi mengikuti jejaknya. Bukan hanya itu, Rijal pun laris manis diajak berfoto warga desanya. Begitu dia pulang ke Sumberurip, rumahnya sering dikunjungi tetangga atau kerabat. Dalam sehari minimal tiga orang yang bertamu. "Sekarang yang minta foto banyak sekali. Kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak," canda Rijal.

Tapi, bukan itu yang membahagiakan dirinya. Banyaknya anak-anak di kampungnya yang termotivasi menjadi pahlawan olahraga yang membuatnya bahagia dan semakin semangat berprestasi. Itu pula yang memotivasinya untuk membantu anak-anak kampungnya mengasah kemampuan bermain sepak takraw.

"Saya mau jadi pelatih daerah. Mungkin awalnya jadi asisten pelatih dulu di sekolah. Bantu-bantu buat membina murid-murid," tegasnya. 

(gil/c19/fim)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up