JawaPos Radar

Produk Olahan Limbah Kopi

60 Kg Kopi Hasilkan 1 Kg Teh

09/07/2018, 17:17 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Teh Kulit Kopi
INOVASI: Sertu Heri Purnomo menunjukkan teh dari kulit kopi. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bicara soal teh, mungkin yang terlintas di pikiran seseorang adalah minuman berwarna kuning atau merah pekat. Umumnya minuman tersebut terbuat dari daun teh. Tapi bagaimana jika teh terbuat dari kopi?

Penampakannya sama seperti teh pada umumnya. Berwarna kuning mendekati merah dengan aroma khas. Namun ada yang berbeda dengan teh yang tersaji di depan JawaPos.com di rumah Sertu Heri Purnomo, Senin (9/7).

Aromanya bukan seperti teh dengan ciri khas sepat. Namun terasa harum selayaknya bunga rosella. Ketika dicicipi pun terasa asam dan manis walau tanpa dibubuhi gula. Segar!

Teh Kulit Kopi
KERING: Carasca kering yang berasal dari kulit buah kopi. (Tika Hapsari/Jawapos.com)

Soal rasa, tidak ada pahit atau sepat seperti teh pada umumnya. Juga tidak begitu asam layaknya rosella. Teh yang kemudian diketahui bernama Cascara itu memiliki ciri khas sendiri.

Bagi sebagian orang, Cascara mungkin terdengar asing. Tapi di Amerika Latin, petani kopi di sana sudah bertahun-tahun mengekspornya. Nama Cascara diambil dari bahasa Spanyol yang berarti kulit. Ya, Cascara adalah minuman yang terbuat dari kulit kopi.

Di Kabupaten Malang, salah satu pengembang teh Cascara adalah Sertu Heri Purnomo. Babinsa dari Desa Taji, Kecamatan Jabung itu sudah mengembangkan teh Cascara sejak 2015 lalu. Awalnya, Heri mengembangkan kopi khas dari lereng Gunung Bromo. Kawasan Taji, Jabung, memang masih tergolong daerah lereng gunung yang disucikan Suku Tengger.

Sukses mengembangkan kopi khas yang ditanam di daerah dengan ketinggian 1.200 hingga 1.500 mdpl dan membina 50 petani, Heri mengembangkan teh Cascara. Ide awal karena dia melihat banyak kulit kopi yang terbuang usai proses produksi. Kemudian bapak tiga anak itu memutar otak untuk memanfaatkan limbah tersebut.

"Setelah saya belajar juga baca buku dan internet, menemukan jika kulit kopi bisa dimanfaatkan. Ya dengan jadi teh ini," kata Heri ditemui JawaPos.com di rumahnya.

Memproses Cascara yang berasal dari kulit buah kopi atau akrab disebut kopi cherry ini gampang-gampang susah. Setelah buah kopi merah dipetik, kemudian dimasukkan ke mesin. Tujuannya agar biji kopi dan kulitnya terpisah.

Setelah terpisah, baru dijemur di bawah sinar matahari. Khusus untuk penjemuran, Heri melakukan treatment khusus pada cascara-cascara itu. Heri hanya menjemur selama satu jam dalam sehari ketika matahari terik. Berbeda jika saat pengeringan di ruangan khusus yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Penjemuran bisa dilakukan lama. Asalkan suhu tidak lebih dari 40° celcius.

Alasan memperlakukan kulit kopi dengan spesial agar aroma dan cita rasanya tidak berubah. Waktu pengeringan yang spesial itu membuat proses produksi cukup lama.

Laki-laki asal Malang itu menambahkan, butuh waktu hingga satu bulan agar kulit kopi benar-benar bisa kering dan dikemas. "Kalau dijemur terlalu lama di bawah terik sinar matahari aromanya bisa hilang. Yang ada nanti rasanya tidak sedap, tidak ada rasa madu dan kecutnya," beber laki-laki yang juga pernah jadi pedagang bakso tersebut.

Setelah kering, baru kemudian teh dikemas dengan wadah kedap udara. Usai diberi label, teh Cascara siap dipasarkan. Harga satu ons cascara dibanderol Rp 20 ribu. Atau Rp 200 ribu untuk satu kilogramnya. Untuk mendapatkan satu kilogram Cascara kering, Heru harus memproses kopi sebanyak 60 kg.

Cara menikmatinya, lima hingga tujuh buah cascara diseduh dengan air sebanyak 100 ml. Berdasarkan referensi dari internet, manfaat Cascara digunakan sebagai detoksifikasi. Manfaat lainnya bisa digunakan untuk pencahar alami, membantu penyembuhan kanker, liver, dan pengobatan batu empedu.

"Peminatnya cukup banyak. Sementara kami jual di Malang raya saja. Permintaan tinggi, tapi supply yang tidak ada," lanjut laki-laki yang pernah menjadi sopir itu.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up