alexametrics
Cerita di Balik Penemuan Kotak Hitam Lion Air

Empat Jam di Bawah Laut Demi Sebuah Black Box

8 November 2018, 07:41:17 WIB

Kotak hitam (black box) pesawat Lion Air PK-LQP memang sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan. Di balik penemuan benda penting dari insiden nahas itu ada sebuah perjuangan besar dari tim yang terlibat. Terutama para penyelam pihaknya menyisiri bagian bawah laut.

Yesika Dinta, Karawang

Hiruk pikuk Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat semakin terasa meski waktu baru menunjukkan pukul 05.45. Kamis pagi (1/11) itu, walau belum ada pengunjung, petugas yang mendirikan posko evakuasi di sekitar bibir pantai semakin ramai. Mendekati dermaga, terdengar suara mesin sembilan perahu sea rider, alat transportasi yang dipakai regu 4 Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada 1 TNI AL.

Empat Jam di Bawah Laut Demi Sebuah Black Box
Pasukan Kopaska yang terlibat dalam pencarian kotak hitam pesawat Lion Air di perairan Karawang. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Pada pencarian di hari keempat itu, regu 4 Kopaska yang sebelumnya mempersilakan awak media mendampingi, kali ini menempatkan pada para jurnalis untuk menanti di Landing Craft Utility (LCU) KRI Banda Aceh.

Di LCU ini terdapat pasukan penyelam TNI AL di bawah komando Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul. “Di sini saja, jangan pindah ke Rigel, nanti sore dijemput,” kata Danru 4 Kopaska Letnan Kolonel Dahlan.

Awak media dipindahkan dari perahu sea rider LCU KRI Banda Aceh. Dahlan berjanji akan kembali ke LCU ketika evakuasi hari itu dinyatakan selesai.

Sementara itu, para 25 penyelam TNI AL yang di LCU tengah bersiap melakukan misi penyelaman untuk menyelamatkan para korban Lion Air. Tepat pukul 9.00, membagi diri jadi dua tim. Satu tim melaut menggunakan perahu karet (PK).

“Tolong delapan orang, saya tunjuk saja ya, ikut naik PK, bergegas, waktu kita nggak banyak, kita kejar black box,” ujar Kolonel Monang samar-samar sembari memperhatikan anak buahnya memindahkan alat selam ke PK. Berbeda dengan Kopaska, koordinasi yang dilakukan di atas LCU terkesan lebih tertutup.

Sementara delapan penyelam memisahkan diri, dua anggota lainnya diminta cepat untuk memakai alat selam karena sinyal KRI Rigel menunjukkan ada benda besar tepat di bawah LCU yang sudah dijangkar. “Ada suspect object yang panjangnya kurang lebih 20 meter, lebarnya 5 meter. Sehingga kita harus ke bawah apakah itu benar bangkai pesawat Lion 610,” tegasnya.

Lalu para penyelam itu terjun ke dasar bawah laut. Ada sekitar 20 menit mereka menyisiri bawah laut sedalam 35 meter itu. Lantas kembali muncul ke permukaan.

Saat muncul, dua penyelam tersebut membawa hasil dengan membawa kantong plastik. Ketika kantong plastik berwarna biru itu dibuka di LCU, aroma kapal pun berubah. Rupanya, kantong itu berisi jenazah korban.

“Yang nggak kuat bau anyir, pakai masker,” seru Monang kepada personel kapal dan meminta anak buahnya membagikan masker berwarna hijau. Beberapa awak media menyerah hingga berlari ke lambung kapal, bahkan rasa mual yang ada membuat mereka terpaksa mengeluarkan isi perutnya.

Setelah didokumentasikan, plastik biru tersebut dimasukkan ke kantong jenazah dan diberi pertanda. Pergantian penyelam pun terus berlanjut saat identifikasi awal itu dilakukan.

Penyelaman kedua selesai, personel terlihat membawa sebuah serpihan yang cukup besar dari pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang itu. Petugas beramai-ramai mengangkat puing yang diduga bagian samping pesawat.

Bersamaan dengan itu, sebuah sea rider tim taifib terpantau melesat di samping LCU. Mereka menunjukkan isyarat bahwa sebuah kotak transparan yang dialiri air laut di perahu mereka itu berisi black box.

Berselang beberapa menit, LCU kembar yang merapat ke KRI Rigel. Terlihat Komandan Satuan Tugas Search and Rescue (Dansatgas SAR) TNI AL Kolonel Laut (P) Isswarto keluar menyeberangi LCU.

Dia pun membenarkan adanya temuan black box milik pesawat yang membawa 188 nyawa, terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 kru kabin.

“Kapal Baruna Jaya I menemukan sinyal black box, sekarang sudah diangkat. Black box sudah selesai diambil oleh tim penyelam kita,” jelas dia saat itu.

Siang semakin terik. Tatahari tepat berada di atas kepala. Badan kapal yang terbuat dari besi membuat hawa semakin panas. Anggota TNI AL di kapal itu berusaha membuat gurauan untuk mencairkan suasana agar tidak terasa terlalu tegang.

Beberapa waktu berselang, anggota itu mendapat kabar dari KRI Rigel. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru TNI-AL itu mendeteksi keberadaan benda besar berada tepat di bawah LCU. Sayangnya, LCU kekurangan alat untuk menarik benda besar itu.

Hal itu membuat pengangkatan benda itu harus dilakukan oleh pihak Basarnas melalui Kapal Victory. Kapal tersebut karena dilengkapi dengan crane dan mendekati area yang disebut-sebut bagian titik temu black box.

Kala Kapal Victory berwarna oranye itu mendekat dan melempar jangkar ke dasar laut LCU diminta menjauh. “LCU tolong menjauh, Victory akan merapat dan menaruh jangkar. Segala temuan mohon didokumentasikan terlebih dahulu, kita tunggu komando Basarnas dan Panglima,” terang seseorang dari balik radio yang terdengar oleh para wartawan. Tak lama kemudian, Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul dipanggil ke Kapal Baruna Jaya I.

Menunggu hingga empat jam, di bawah komando Basarnas, akhirnya seluruh unsur SAR dikumpulkan, berkoordinasi, membagi tugas untuk pengangkatan. Sekitar pukul 16.30, tim sudah berada di posisi masing-masing. Tim penyelam TNI-AL dari LCU kebagian untuk mengeksekusi bagian haluan kiri Kapal Victory.

Langit semakin menghitam. Sesuai prosedur, penyelaman hanya boleh berlangsung hingga pukul 17.00. Proses pengangkatan diputuskan berlanjut esok hari. Selain karena keterbatasan waktu, LCU juga mengalami kendala kerusakan mesin sehingga harus kembali ke KRI Banda Aceh.

Pukul 18.00, satu sea rider Kopaska terlihat mendekat dan melambaikan tangan. Letkol Dahlan datang menjemput awak media untuk kembali ke dermaga Tanjung Pakis.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (yes/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Empat Jam di Bawah Laut Demi Sebuah Black Box