JawaPos Radar

Cerita Minggu

Ikan Arapaima untuk Tontonan dan Santapan 17 Agustusan

08/07/2018, 18:56 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ikan Arapaima untuk Tontonan dan Santapan 17 Agustusan
Tim pemburu ikan Araipama di Sungai Brantas. (Suryanto Putra Muji/Radar Surabaya/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Sebuah jaring besar telah disiapkan Udin Haryanto dan rekan-rekannya. Sebab, yang akan diburu juga ikan gigantik: Arapaima gigas.

"Kalau tertangkap, akan kami buatkan kolam di Masjid Baitul Maghfirah. Jadi hiasan untuk ditonton orang," kata warga Desa Klopo Sepuluh, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, itu kepada Jawa Pos.

Lain lagi dengan niat Iwan Karis. Warga Desa Ngaresrejo, juga di Sukodono, itu berniat memburu Arapaima untuk konsumsi 17 Agustusan. "Sampai saat ini belum dapat. Padahal jika dapat, akan ada makan bersama di hari itu (17 Agustus)," sambungnya.

Ikan Arapaima untuk Tontonan dan Santapan 17 Agustusan
Ikan Arapaima, sang predator diperlihatkan ke warga sebelum dikarantina. (MAHRUS /RADAR SURABAYA/Jawa Pos Group))

Meski 18 Arapaima yang diklaim dilepas ke Brantas telah tertangkap semua, semangat warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Brantas di Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya untuk memburunya tetap tak surut. Dengan berbagai motif.

Heri Wijianto, warga Kelurahan Miji, Kota Mojokerto, mengaku memburu Arapaima untuk dijual. Sejauh ini sudah dua ekor yang berhasil ditangkap.

"Infonya, kalau yang mati bisa dihargai Rp 1 juta, sedangkan kalau hidup Rp 3 juta. Yang ikan tangkapan pertama, baru diangkat sebentar saja sudah mati, akhirnya dibeli orang Rp 350 ribu dan tangkapan yang kedua, ada orang yang membelinya Rp 2 juta," kata Heri yang bekerja sama dengan tujuh rekannya itu kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Heri tak tahu pasti latar belakang orang yang membeli ikan tangkapannya. Apakah seorang penghobi atau sesama pemburu dan penjual ikan. Sebab, ketika ikan tersebut heboh dan terdengar masyarakat luas, banyak tawaran pembelian Arapaima yang mampir ke dirinya.

"Nggak tahu siapa mereka. Pas saya tanya alamat dan KTP-nya, mereka nggak mau mengaku."

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur (Jatim) tak membantah bahwa ikan tersebut memiliki nilai jual tinggi. Bahkan, di kalangan kolektor, ikan tersebut bisa dihargai sampai Rp 10 juta per ekor.

Nominal tersebut diberikan jika ikan dinilai memiliki unsur keindahan. Misalnya, sisiknya berwarna-warni dan bobotnya ideal. "Kalau harganya memang variatif, kisaran Rp 2 juta sampai Rp 10 juta. Bergantung bentuk dan warna tubuh ikan Arapaima," jelas Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BBKSDA Jatim Dodit Ariguntoro.

BBKSDA yang bekerja sama dengan BKIPM telah mendirikan posko penyerahan ikan Arapaima dari masyarakat. Upaya tersebut dilakukan demi menyelamatkan habitat dan ekosistem ikan di Brantas dari para predator.

Penyerahan tidak hanya berlaku bagi warga yang berhasil menangkap di perairan sekitar Sungai Brantas. Tapi, juga para kolektor yang sudah bertahun-tahun memelihara Arapaima. 

(din/oby/ris/c10/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up