alexametrics

Lebih Dekat dengan Dr dr Robert Arjuna FEAS yang Luncurkan 3 Buku Baru

Tuangkan Gagasan di Pesawat hingga di Toilet
7 Oktober 2019, 20:48:44 WIB

Biasanya, profesi dokter tidak memiliki banyak waktu untuk memikirkan pekerjaan di luar aktivitas medis. Tetapi, di sela kesibukannya, Dr dr Robert Arjuna FEAS bisa meluncurkan tiga buku baru.

Fajar Anugrah Tumanggor, Surabaya

BELUM lama ini, Dr dr Robert Arjuna FEAS meluncurkan tiga buku baru. Yakni, Manusia, Cinta, dan Semesta; Dunia (Masih) Penuh Warna; serta Roberto News.

Tiga buku karya pria kelahiran Bagan Siapiapi itu memiliki aliran yang berbeda satu dengan yang lain. Buku pertama merupakan goresan puisi pribadi Robert, buku kedua berkisah tentang rona-rona jagat medis. ”Nah, buku ketiga merupakan kumpulan informasi kesehatan,” ujar alumnus FK Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) itu saat ditemui di Klinik Sayang Diagnostic Centre, Sutorejo Prima Indah, pada Rabu (25/9).

Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menyempurnakan tulisan-tulisannya dalam tiga buku tersebut. Tidak praktis. Ada pergumulan hebat di awal. Terutama soal membagi waktu dan menyalakan api keberanian di tengah gempuran karya para penulis hebat. ”Ciut di awal. Tapi, saya terus didorong. Terutama oleh Pak Dahlan Iskan dan mantan Sekjen PWI Parni Hadi yang paham betul ada potensi di diri saya,” ungkap pria yang pernah jadi wartawan dan redaktur bidang kesehatan di harian Bukit Barisan Medan itu.

Perjuangan pun diawali dengan menulis puisi. ”Saya lakoni sejak SMA hingga sekarang,” ujarnya. Tidak pandang tempat. Ketika ada ide, Robert langsung menuangkan gagasan. Bisa di ponsel atau catatan kecil. ”Baik saat senggang, buang air di WC, atau di dalam pesawat,” katanya sembari menunjukkan salah satu tulisan yang dia buat saat menaiki burung besi pada medio 2006.

Total ada ribuan puisi yang ditulisnya. Namun, yang dibukukan dalam karya pertama itu hanya 100 puisi. ”Itu memang pilihan,” kata dokter yang sering mendapatkan penghargaan internasional tersebut. Robert menyebutkan, hal unik dari tulisan itu terletak pada lokasi pembuatan puisi. ”Berlatar di Asia, Australia, bahkan Eropa,” paparnya

Untuk dua buku lain, waktu penulisan dijadwalkan Senin dan Kamis. Tidak boleh tidak. ”Minimal dua jam. Kalau maksimal, bisa di atas empat jam hingga dini hari. Bergantung mood,” ungkapnya, lantas tertawa. Sisi unik buku Dunia (Masih) Penuh Warna, kata dia, terletak pada cerita humor praktik kesehatan. Sementara itu, buku Roberto News menceritakan berbagai jenis penyakit, tip-trik hidup sehat, hingga fenomena kesehatan terbaru.

Sosok yang hobi membaca itu tidak menjual tiga buku tersebut. Dia membagikan masing-masing 150 eksemplar buku itu kepada siapa saja yang membutuhkan secara cuma-cuma. Adakah perasaan menyesal tidak menjual buku-buku tersebut, padahal sudah susah payah menulisnya? Tidak. Hal itu tidak pernah terlintas dalam benak Robert. Sedikit pun. Sebab, kata dia, ketika berbagi kepada orang lain dengan tulus, kebaikan datang dengan sendirinya.

Menulis memang tak akan pernah hilang dalam dirinya. Di usia yang tidak lagi muda, di tengah jadwal yang sangat padat, Robert masih menyempatkan diri merangkai kata menjadi kalimat. Minimal dua sampai tiga kali seminggu. ”Semakin banyak saya tulis. Semakin besar kemungkinan buat buku baru lagi,” kata pria yang sudah menerbitkan lima buku itu.

Dukungan pun selalu mengalir. Terutama dari keluarga tercinta. Ellen Sinatra, sang istri, betul-betul memahami karakter suaminya. Bahkan, dia tahu betul bagaimana Robert harus gonta-ganti ponsel akibat kerap digunakan untuk menulis. ”Ada yang jatuh ke WC lah. Errorlah. Macam-macam pokoknya,” kata Ellen. Namun, dia mendapatkan nilai yang membuatnya belajar banyak dari Robert. Yakni, kepedulian yang tinggi.

”Bayangkan, semua pertanyaan mengenai penyakit diladeni. Menulis hingga larut malam. Tak dibayar. Kok mau-maunya?” kata Ellen dalam kata pengantar buku Roberto News. Meski kerap bersikap tegas, Ellen mengaku bahwa sebetulnya Robert punya niat baik. Baik kepada keluarga maupun khalayak luas. ”Sebenarnya perangai bapak lemah lembut. Sesuai arti namanya, Arjuna (berhati lemah lembut),” ujar Ellen. (*/c6/tia)

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads