alexametrics
Cerita Minggu

Persebaran Penduduk Belum Merata

7 Juli 2019, 17:25:15 WIB

JawaPos.com – Meski berharap keluarga Bali bisa punya anak lebih dari dua, sama sekali tak ada paksaan. Pemerintah setempat tetap menghormati hak warga atau keluarga tentang jumlah keturunan yang akan mereka miliki.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Dispendukcapil-KB) Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali memiliki semangat yang sama seperti KB biasa. Warga harus punya rencana dalam memiliki buah hati. “Misalnya memberi jarak, antara satu anak dan lainnya,” kata dia.

Dengan demikian, rencana ke depan bisa tertata. Contohnya dalam hal pembiayaan pendidikan untuk anak-anak. Namun, untuk mereka yang berencana memiliki lebih dari dua anak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sudah berancang-ancang memberikan bantuan seperti permodalan. Juga, terang Kartika, fasilitas dalam beternak, suplai bibit pertanian, hingga penggratisan biaya melahirkan dan mengenyam pendidikan.

Saat ini diperkirakan ada 3,6 juta orang yang tinggal di pulau yang jadi destinasi utama pariwisata Indonesia tersebut. Tapi, menurut Kartika, jumlah itu belum ideal. “Bali masih membutuhkan lebih banyak penduduk,” tuturnya.

Kartika menjelaskan, dulu warga Bali setidaknya memiliki lima anak. Beberapa bahkan memiliki keturunan lebih dari itu. Menurut dia, itu merupakan jumlah ideal yang seharusnya dimiliki sebuah keluarga di Pulau Dewata. “Sedangkan saat ini masyarakat Bali berada di jumlah yang stagnan dan cenderung menurun,” lanjutnya.

Sementara itu, Deputi Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi BKKBN Dwi Listyawardani menganggap instruksi Gubernur Bali I Wayan Koster tentang KB Krama Bali tak berbenturan dengan program pengendalian penduduk di BKKBN. “Sejak dulu BKKBN dengan program KB-nya itu kan untuk mengajak masyarakat. Kita (BKKBN, Red) menyampaikan pilihan yang ada. Keputusan ada pada pilihan keluarga masing-masing,” ujar Dwi seperti dikutip Jawa Pos Radar Bali (30/6).

Menurut Kartika, pola ruang di Bali masih memungkinkan untuk mencegah peledakan penduduk. Selama ini persebaran penduduk di sana hanya terpusat di kawasan-kawasan dengan tingkat perekonomian cenderung tinggi atau lebih mudah diakses turis. Misalnya di Denpasar dan Gianyar.

Jadi, jika memungkinkan, pemprov akan melakukan persebaran penduduk secara lebih merata. “Karena itu, kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam rangka mengendalikan penduduk saat ini,” ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bin/c9/ttg)