alexametrics

Tren Staycation Selama Lebaran: ART Mudik, Pilih Tinggal di Hotel

7 Juni 2019, 15:03:07 WIB

Kepulangan asisten rumah tangga (ART) saat Lebaran membawa berkah bagi pengelola hotel. Banyak keluarga yang memilih tinggal di hotel ketimbang ribet bersih-bersih di rumah. Tren lama yang selalu meningkat tiap tahun.

Nurul Komariyah, Surabaya

TAHUN ini Jane Permana memilih tinggal di JW Marriott. Mereka tetap tinggal di Surabaya selama libur Lebaran. Dengan mengajak dua anaknya, kedua orang tuanya, serta seorang adik dan iparnya. Jane mengatakan, kebiasaan tersebut dilakoni sejak tiga tahun terakhir.

Terutama sejak sang papa memiliki semacam trauma untuk bepergian dengan pesawat terbang. “Setahun bisa tiga kali kayak gini. Selain Lebaran, juga pas Natal sama tahun baru. Suster sama mbak di rumah masih pulang kampung. Daripada ribet di rumah, nggak ada yang bantuin, jadi ya sekalian pindah rumah aja ke hotel,” tutur dia.

Perempuan yang menggeluti dunia entrepreneurship itu berencana menetap di hotel dalam sepekan ke depan. Menurut dia, bujet untuk pindah sementara di hotel yang disebutnya sebagai rumah kedua itu jauh lebih murah daripada anggaran yang mesti disiapkan untuk menghabiskan libur Lebaran di luar kota atau luar negeri seperti kebiasaannya tiga tahun lalu ?

“Aku mantau rumah lewat CCTV. Menurutku, cara itu lebih nggak ribet. Enaknya lagi kalau liburan di dalam kota, misalnya, ada barang yang kurang, tinggal ngambil di rumah. Misalnya, kurang baju atau anakku ingat ada mainan kesukaannya yang belum dibawa,” imbuh perempuan yang tinggal di kawasan Sidosermo itu. Persiapan yang dia lakukan pun lebih simpel. Dia tidak perlu memikirkan tiket pesawat maupun daftar perjalanan.

Namun, di sisi lain, dia tidak memungkiri bahwa barang bawaan justru jauh lebih banyak ketimbang saat bepergian ke luar kota. Saat chek in pada Rabu (5/6), total sekitar tujuh koper memenuhi trolinya. Itu belum termasuk tas-tas kecil yang berisi segala macam printilan seperti mainan kedua anaknya, Jose Salvador, 3, dan Jacqueline Samantha, 5.

“Biasanya, aku sama anak-anak jalan kaki ke mal yang jaraknya dekat dari hotel. Mereka senang karena punya kesempatan buat menikmati jalur pedestrian tanpa naik kendaraan,” ungkap perempuan 40 tahun itu. Ya, selain menikmati waktu luang di dalam hotel dengan memanfaatkan segala layanan dan fasilitas, dia tak segan berjalan kaki ke luar hotel untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Manager Marketing Hotel JW Marriott Mona Cella menuturkan, momen libur Lebaran memang tidak hanya didominasi mereka yang tengah traveling atau mudik ke Surabaya. Tetapi juga dipenuhi mereka yang ingin staycation. Yakni, mereka yang punya tempat tinggal di Surabaya, tapi tidak mudik ke mana pun dan bosan di rumah sehingga mencari alternatif hunian yang bisa memberikan full service. Karena itu, mereka pindah rumah sementara di hotel selama beberapa hari, bahkan beberapa pekan, demi merasakan suasana yang berbeda. “Rata-rata sama keluarga dan mereka bisa ambil paket kamar yang di dalamnya ada seperangkat mainan buat anak-anak usia 2-5 tahun,” ujar Mona.

Dia menyebut bahwa ada lonjakan kenaikan. Kemarin sudah 90 persen. ”Besok (hari ini, Red) sudah 100 persen,” kata Mona. Para pengunjung didominasi oleh warga Surabaya dan Jakarta. ”Beberapa tahun lalu juga menunjukkan tren yang sama. Hanya, tahun lalu yang agak beda, karena ada insiden bom,” tambahnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c11/ano