alexametrics

Berlayar Bersama Costa NeoRomantica (1)

Penumpang dan Kru seperti Keluarga
7 Juni 2019, 20:52:27 WIB

Costa NeoRomantica memosisikan diri sebagai kapal pesiar keluarga. Tidak hanya fasilitas-fasilitasnya yang ramah segala usia, tapi kru yang melayani para penumpang pun bekerja dengan sepenuh hati. Wartawan Jawa Pos Any Rufaidah berkesempatan menjadi salah seorang penumpangnya.

PERTENGAHAN bulan lalu saya mengarungi perairan Jepang dan Taiwan bersama kapal pesiar Costa NeoRomantica. Selama sembilan hari, saya tinggal di lautan. Tepatnya, di kabin kapal yang memiliki 14 dek tersebut. Petualangan saya dengan kapal berukuran 30,8 x 220,6 meter itu bermula dari Tokyo dan berakhir di Yokohama, Jepang.

Selain dua kota yang menjadi titik start dan finis tersebut, Costa NeoRomantica singgah di tiga kota Jepang lainnya. Yakni, Kobe, Kochi, dan Miyakojima. Kapal juga sandar sejenak di Keelung, Taiwan, sebelum melaju ke Yokohama untuk menuntaskan rute.

Selama berada di kapal berbendera Italia tersebut, saya melihat sejumlah keluarga muda yang membawa anak usia balita. Ada juga yang hadir tiga generasi lengkap. Mulai cucu hingga neneknya. “Kami memang family cruise,” kata Benedetto Minuto, hotel director Costa NeoRomantica, dalam acara bincang santai Selasa (21/5).

Alasan itulah yang membuat Costa NeoRomantica punya fasilitas lengkap. Mulai yang ditujukan untuk anak-anak hingga penumpang dewasa. Bahkan, mereka memiliki fasilitas untuk mereka yang lanjut usia.

“Kami punya Squok Club dengan banyak aktivitas. Orang tua yang sedang ingin bersantai berdua, mereka bisa menitipkan anaknya di Squok Club,” cerita Francisca Lopez Garcia yang menjabat cruise director pada kapal yang beroperasi sejak 2012 itu.

Bahkan, perempuan asal Italia itu pernah bertemu dengan anak yang hampir tiap tahun menjadi penumpangnya. Saking seringnya berpesiar dengan kapal di bawah naungan Costa itu, si bocah sampai ingin bekerja di kapal pesiar. “Ada beberapa. Kami menyebutnya Squokers,” ujar Garcia, lantas tertawa.

Saya sempat melongok ke lokasi Squok Club yang ada di dek 10. Satu lantai dengan Giardino Buffet atau restoran yang menyajikan sarapan, makan siang, dan malam dengan sistem prasmanan. Beberapa bocah terlihat riang berinteraksi dengan salah seorang staf yang saat itu memakai kostum bak seorang putri.

Hari berikutnya, mereka diajak membuat kerajinan. Di hari lainnya, ada seniman buble yang menghibur anak-anak dengan gelembung sabun raksasa.

Saat anak-anak bermain, para orang tua bisa bersantai di Samsara Spa. Tempat spa itu dilengkapi whirlpool dan stone bed. By the way, berbaring di stone bed yang hangat sembari memandang laut lepas benar-benar bikin rileks.

Jika tidak mau bermalas-malasan, penumpang bisa ikut latihan dansa di Grand Bar Piazza Italia. Atau, bisa pula mencicipi anggur dan keju di Enoteca Verona Wine and Cheese Bar. Bergantung preferensi masing-masing.

Penumpang yang mengulang perjalanannya bersama Costa, menurut Benedetto, berjumlah banyak. Jika dulu mereka berasal dari Eropa atau Amerika Utara, kini ada pula yang berasal dari Asia. Misalnya, Jepang dan Tiongkok. “Pasar Asia semakin besar. Sekitar 2006, hanya ada satu kapal di Asia. Tapi, 2019 ini ada empat kapal Costa yang home port-nya di Asia,” katanya. Total ada 16 kapal yang berada dalam naungan Costa, termasuk NeoRomantica.

Selain fasilitas yang lengkap, keramahan kru kapal menjadi salah satu faktor yang membuat para penumpang ingin kembali berlayar dengan Costa. Para petinggi kapal seperti Benedetto tak segan menyapa atau bercanda dengan para penumpang. Begitu pula Frederico Sias, sang kapten kapal. Apalagi, mereka punya pesta khusus untuk memperkenalkan penumpang dengan para pejabat di kapal berkapasitas 1.800 orang itu. Plus, penumpang diperkenankan mengajak para pejabat kapal tersebut berdansa.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c10/hep)