alexametrics

Adrian Kenzo Satriawan, Bocah Indigo yang Kerap Bantu CC112

Dipercaya Andal Mencari Orang Hilang
7 Mei 2019, 17:05:11 WIB

Ikhtiar bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tak harus upaya saintifik dan terukur saja. Misalnya, yang dilakukan Command Center 112. Untuk kasus orang hilang, mereka kerap meminta bantuan Adrian Kenzo Satriawan, bocah 11 tahun asal Manukan.

Fajar Anugrah Tumanggor, Surabaya

PERCAYA tidak percaya, dunia gaib kadang berinteraksi dengan kita. Berada di sebuah warung kopi kawasan Gayungan pada Kamis (2/5), mata Adrian Kenzo Satriawan bergerak ke sana kemari. Pandangannya kemudian tertuju ke sudut ruangan. Lalu, dia menunjuk. Deasy Anggraini, ibunya yang mendampingi, lantas bertanya, ”Di sini ada (makhluk halus, Red)?”

”Ada, berbaju putih. Energinya kuat, tapi ia orang baik,” kata Kenzo. Beberapa saat kemudian, Kenzo memindai ke sejumlah sudut dan menyebutkan satu per satu makhluk astral yang dipercayainya ada di sana.

Adegan di atas bukan cuplikan film horor atau reality show. Sebab, Kenzo memang bukan tokoh fiktif. Sejak kecil, Kenzo memang mampu berkomunikasi dengan yang gaib. Istilahnya, indigo.

Semua bermula saat Kenzo berusia 6 tahun. Kenzo awalnya merasakan sesuatu yang aneh. Tubuhnya sering merinding. Dia mula-mula menanggapinya cuek. Namun, lama-kelamaan beberapa makhluk halus memunculkan diri seraya melirik ke arahnya.

Kondisi itu membuat Kenzo takut dan kerap menutup mata ketika berpapasan dengan makhluk tersebut. Maklum, bocah yang kini duduk di bangku sekolah dasar kelas V itu merasa jijik. Sebab, beberapa makhluk halus itu berlumuran darah. ”Bahkan, ada yang organnya hilang,” katanya. Pada beberapa kesempatan, Kenzo juga diganggu. Bentuknya bermacam-macam. Mulai disentil, dijewer, hingga disiuli.

Dari waktu ke waktu, Kenzo akhirnya membiasakan diri dengan kondisi tersebut. Bahkan, kemampuan itu dia gunakan untuk hal yang positif. Salah satunya membantu orang-orang yang hilang. Hampir seluruhnya berhasil dia temukan. Beberapa keluarga korban orang hilang itu tidak hanya berasal dari Surabaya. Bahkan, ada yang berasal dari Lampung.

Salah satu orang hilang yang ditemukan Kenzo ialah bocah kelas 1 SD bernama Galang Ardiansyah. Galang menghilang dari kediamannya di Bendul Merisi Jaya Gang Makam No 11 B selama seminggu. Hal itu bermula ketika Galang mengikuti takbir keliling pada Kamis (14/6/2018).

Setelah takbiran, bocah bertelinga lebar itu tak kunjung kembali. Keluarga korban pun menanyakannya ke tetangga sekitar. Namun, jawaban yang didapat tak memuaskan. Akhirnya, salah seorang anggota keluarga korban bernama Sutikno melaporkan hal itu ke CC112. Tak berselang lama, pihak CC112 meminta bantuan Kenzo.

Kenzo akhirnya masuk ke dunia lain. Rupanya, di suatu tempat, dia menemukan bocah malang itu sedang bermain dengan sosok bayi. Dalam penglihatannya, lokasi tersebut berada di tengah hutan. Anehnya, hanya ada satu rumah yang berdiri. Setelah diselidiki, rumah itu milik mbah Galang.

Di dimensi itu, Kenzo berusaha mengajak Galang ”pulang”. Namun, Galang memilih menetap. ”Dia bilang sudah kerasan,” ucap Kenzo. Mbah Galang pun melarang. Rupanya, jika Galang ingin pulang, si bayi teman Galang meminta organ tubuh. ”Itu sama dengan menumbalkan juga,” kata Kenzo.

Jalan keluar akhirnya ketemu. Kenzo meminta mbah tersebut memulangkan Galang dalam keadaan meninggal alias tinggal mayat. ”Mbah itu mengizinkan,” ungkapnya. Seminggu kemudian, mayat Galang ditemukan di dalam sumur milik tetangga.

Sejak saat itu, nama Kenzo makin dikenal publik. Selang beberapa bulan kemudian, Kenzo juga membantu mencari orang hilang di Lampung yang tenggelam di sungai. Yakni, seorang lelaki dewasa yang sudah menikah.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (*/c7/ano)