alexametrics

Yatim Subhakti, Penulis Buku Soerabaia Masa Lalu dan Masa Kini

7 April 2021, 07:47:18 WIB

Ini mirip ensiklopedia. Sebanyak 160 objek peninggalan sejarah dirangkum dalam untaian kalimat dan parade foto. Sejumlah permainan dan adat budaya tempo doeloe juga tak luput dari sorotan agar anak-anak zaman sekarang tidak buta sejarah.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

’’Awakku iki wes sepuh. Ora gelem getun mburi,’’ kata Yatim Subhakti kepada Jawa Pos Senin (5/4). Suaranya masih lantang dan tegas. Di tengah perbincangan, sesekali suara tawanya pecah.

Yatim adalah pengagum sejarah Kota Surabaya. Maklum, pria berusia 64 tahun itu merupakan arek Suroboyo tulen. Lahir dan besar di Kota Pahlawan. Nah, berbagai pengetahuan soal sejarah tempo doeloe itu telah dituangkan dalam buku berjudul Soerabaia Masa Lalu dan Masa Kini.

’’Menulis buku ini seperti mengumpulkan kenangan,’’ ujarnya lirih. Betapa tidak. Sejumlah materi yang ditulisnya dalam buku setebal 153 halaman itu tidak lagi ditemukan pada zaman sekarang. Tinggal kenangan. Salah satunya tradisi manten pegon. Pada 1960-an, tradisi itu masih ditemukan. Manten pegon adalah adat budaya pernikahan warga Surabaya. Busana pengantin pria, misalnya, sangat kental aroma budaya Arab dan India. Untuk busana pengantin wanita, nuansa Tiongkok dan Eropa sangat terlihat. Saat memasuki area kampung, mempelai akan disambut tembang-tembang.

’’Sekarang tradisi ini sudah punah,’’ tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads