alexametrics

Laporan Penganiayaan Dicabut, Persela Tetap Mengirim Saddil ke Jakarta

6 November 2018, 12:05:27 WIB

Anugerah Sekar Rukmi dan keluarga mencabut laporan kasus penganiayaan karena Saddil Ramdani telah meminta maaf. Tapi, status pemain Persela Lamongan dan timnas itu tetap tersangka.

RIKA RATMAWATI-GAMAL A., Lamongan

Laporan Penganiayaan Dicabut, Persela Tetap Mengirim Saddil ke Jakarta
Saddil Ramdani (Chandra Satwika/Jawa Pos.)

NADA suara Mawar Susmari meninggi. “Kamu kok gitu, Dil?” ucapnya sembari menatap tajam Saddil Ramdani, winger Persela Lamongan dan tim nasional (timnas) U-19 serta U-23.

Bersama sang anak Anugerah Sekar Rukmi dan ibunda Saddil, Waode, keduanya tengah menggelar jumpa pers di sebuah hotel di Lamongan, Jawa Timur, kemarin (5/11). Yang terkait dengan pencabutan berkas laporan dugaan penganiayaan oleh Saddil terhadap Sekar.

Sekar melaporkan sang kekasih itu ke Polres Lamongan pada Kamis lalu (1/11) yang berbuntut penahanan Saddil sehari kemudian (2/11). Akibat penahanan tersebut, Saddil pun akhirnya tercoret dari timnas Piala AFF 2018 yang akan bergulir November ini.

Penyebab Mawar muntap adalah Saddil “keseleo lidah” terkait hubungannya dengan Sekar. Buntutnya, jumpa pers yang semestinya menandai perdamaian kedua pihak itu pun berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.

Padahal, tanda-tanda berakhirnya perseteruan tersebut sudah terlihat sejak Mawar, Sekar, Saddil, dan Waode datang ke tempat jumpa pers. Mereka datang satu mobil. Mawar dan Sekar duduk di kursi baris kedua, sedangkan Saddil dan ibunya di baris kursi belakang mereka.

Saddil adalah pemain sayap langganan timnas. Di sepanjang tahun ini, pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, 2 Januari 1999, itu sudah membela timnas U-23 di Asian Games dan timnas U-19 di Piala AFC. Seandainya tidak tercoret dari skuad Piala AFF, dia akan mencatat “hat-trick” bersejarah: tampil bersama tiga timnas berbeda di tiga ajang resmi dalam satu tahun kalender.

Berselang satu jam setelah jumpa pers pertama berakhir, seperti dilansir Jawa Pos Radar Lamongan, awak media kembali dihubungi. Ternyata akan kembali diadakan jumpa pers kedua.

Kali ini terjadi perubahan sikap Saddil dan Sekar. Keduanya terlihat harmonis. Bahkan, Saddil sempat mendaratkan kecupan pada perempuan berjilbab tersebut. Saddil mengakui kesalahannya terhadap perempuan yang telah dua tahun dia pacari itu. “Saya juga meminta maaf kepada PSSI, manajemen Persela, dan masyarakat Indonesia. Ini pelajaran bagi saya untuk ke depan,” ujarnya seperti dilansir Jawa Pos Radar Lamongan.

Pemain yang bisa bermain di dua sisi sayap itu menegaskan, tidak ada keluarga Sekar yang memaksanya agar menikahi perempuan 19 tahun tersebut. “Mudah-mudahan kejadian ini bisa membuat saya lebih dewasa ke depannya,” harap dia.

Memang sempat beredar kabar, Saddil dilaporkan ke polisi karena pemain kidal itu menolak permintaan keluarga Sekar untuk menikahi perempuan asal Jombang, Jawa Timur, itu. Sekar lewat Instagram sudah sempat membantah keras kabar itu.

Lewat akun Instagram miliknya pula, Sekar sempat mengunggah foto dirinya dengan darah mengalir di pipi kanan. Saddil mengakui tindakannya yang mengakibatkan sang kekasih terluka itu. Terjadi pada 31 Oktober lalu sekitar pukul 20.30 di belakang mes Persela.

Mawar dalam jumpa pers kedua kemarin juga menegaskan, sama sekali tak pernah ada permintaan kepada Saddil agar menikahi anaknya. Namun, dia mengakui, ada hubungan anaknya dengan Saddil. Hubungan itu pun baik-baik saja. Tidak ada kata-kata mantan, putus, atau lainnya. “Kejadian ini sebagai pelajaran bagi anak-anak kami. Saya perjelas lagi, tidak pernah meminta Saddil menikahi anak saya,” ujarnya.

Menurut Mawar, berkas laporan dicabut karena Saddil sudah meminta maaf atas kejadian yang dialami anaknya. Waode, ibunda Saddil, juga menjelaskan, dirinya mengetahui anaknya berhubungan dengan Sekar mulai setahun lalu.

“Setahu saya hubungan itu berjalan baik-baik saja. Mudah-mudahan tidak ada kendala apa pun,” harapnya.

Mawar tak menyinggung pernyataan sang anak di Instagram bahwa kekerasan yang sekarang bukanlah yang pertama. Sekar pun berharap hubungannya dengan Saddil ke depan bisa lebih baik. “Bisa saling menjaga,” katanya.

Meski laporan sudah dicabut, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Norman Wahyu Hidayat menyatakan, yang terjadi antara Saddil dan Sekar itu murni tindak pidana penganiayaan.

“Sudah resmi permintaan penangguhan tahanan pihak keluarga dan manajemen Persela Lamongan dikabulkan. Namun, status (Saddil) tetap tersangka,” ujarnya.

Penangguhan penahanan tersebut dikabulkan dengan sejumlah pertimbangan. Di antaranya, Saddil sangat kooperatif, tidak mungkin melarikan diri, dan tak mungkin pula menghilangkan barang bukti. Apalagi, semua barang bukti sudah diamankan petugas. “Untuk pencabutan berkas yang sudah dilakukan pihak korban, masih dilakukan gelar perkara lagi,” imbuhnya.

Pencabutan berkas itu, jelas Norman, akan meringankan hukuman di persidangan. Menurut dia, anggotanya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika sudah lengkap, berkas akan dilimpahkan ke kejaksaan. “Sekarang Saddil menjalani tahanan luar. Jangan sampai melakukan tindak pidana lagi. Sebab, kalau itu terjadi, langsung dilakukan penahanan,” tegasnya.

Selepas dari tahanan, manajemen Persela akan tetap mengirim Saddil ke Jakarta. Untuk memenuhi panggilan PSSI bergabung dengan timnas Piala AFF. Padahal, Sabtu lalu asisten pelatih timnas Kurniawan Dwi Yulianto sudah mengumumkan bahwa Saddil dicoret. Andik Vermansah ditunjuk sebagai pengganti.

Menurut Manajer Persela Lamongan Edy Yunan Akhmadi, pihaknya belum menerima surat pencoretan Saddil. “Yang penting datang dulu. Jika nanti di Jakarta ternyata tidak bisa diterima, ya kami persiapkan untuk bergabung dengan Persela di laga selanjutnya,” jelas dia. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : (*/c9/ttg)

Copy Editor :

Laporan Penganiayaan Dicabut, Persela Tetap Mengirim Saddil ke Jakarta