alexametrics

Eugene Tandean Berani Ubah Usaha Travel Orang Tua Sesuai Kondisi Zaman

6 Juni 2021, 07:48:45 WIB

Usaha travel agent belakangan meredup seiring dengan munculnya aplikasi online travel agent. Ditambah lagi, adanya pandemi yang menggempur dunia pariwisata. Eugene Tandean tak mau takluk. Dia berusaha membangkitkan usaha orang tuanya meski jalannya tak selalu langsung disetujui.

RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya

EUGENE membuka salah satu aplikasi di ponselnya bernama Travelite. Dominasi warna putih dengan huruf berwarna cerah langsung mengisi layar. ”Ada enam kode yang harus diisi untuk masuk ke aplikasi,” tuturnya.

Kode tersebut diberikan Eugene kepada klien sesuai dengan itinerary yang diinginkan. Begitu masuk, seluruh informasi dan arahan yang dibutuhkan klien langsung tercantum. Aplikasi tersebut menjadi semacam pemandu tur secara digital.

Mulai tiket kendaraan, tiket masuk wahana, susunan jadwal wisata, hingga arahan transportasi publik di lokasi yang dikunjungi.

”Kadang kalau lewat grup messenger, kan ketumpuk, menyulitkan saat butuh,” ucap Eugene. Dengan penggunaan aplikasi, pelancong lebih mudah mencari informasi yang dibutuhkan.

Ide tersebut tercetus saat Eugene magang di perusahaan orang tuanya sendiri. Perusahaan tur dan travel lebih banyak melayani klien dari jenis berkelompok, seperti perusahaan dan komunitas. Eugene mulai melirik gaya hidup anak muda yang suka jalan-jalan dengan kelompok yang lebih kecil dan intim. ”Aku bilang ke orang tua, ini ada pasarnya, percaya deh,” imbuhnya.

Anak muda cenderung tidak mau dipandu tour leader. Mereka lebih nyaman jalan-jalan sendiri dengan kawan yang sudah klop banget. Ketambahan orang baru malah bikin liburan jadi kurang asyik.

Eugene juga melihat makin banyak perjalanan ke luar negeri untuk pre wedding. Menurut dia, memasuki jenis pasar baru seperti itu bisa jadi masa depan perusahaan travel. ”Orang tua sempat ragu, ’ngapain sih’,” ucap Eugene menirukan orang tuanya.

Namun, Eugene meyakinkan bahwa menjaga perusahaan harus dilakukan dengan inovasi. Tak bisa hanya diam di tempat dan menunggu. Eugene memutuskan untuk belajar membuat aplikasi. Bisa dibilang, belajar sendiri justru lebih murah daripada mencari vendor desain hingga developer aplikasi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads