alexametrics

Mereka Menggagas Sekaligus Menggerakkan Bunda PAUD Surabaya

6 Maret 2021, 07:48:13 WIB

Empat orang ini mengambil peran cukup vital dalam pengembangan pos PAUD terpadu (PPT) di Kota Pahlawan. Mereka adalah Dyah Katarina, Mutmainnah alias Iin, Sumartini alias Tini, dan Wihartuti. Ratusan bunda PAUD berhasil mendapat gelar sarjana berkat kerja keras mereka.

ARIF ADI WIJAYA, Surabaya

GERIMIS mengguyur kantor DPRD Kota Surabaya kemarin (4/3). Namun, suara rintik hujan tidak mampu mengalahkan riuhnya ruangan anggota Fraksi PDI Perjuangan Dyah Katarina. Tiga perempuan paro baya terlihat begitu asyik mengobrol bersama Dyah.

Tiga orang itu adalah Wihartuti, Iin, dan Tini. Dyah menjabat ketua paguyuban. Wihartuti adalah wakil ketua bunda pos PAUD terpadu. Iin bendahara dan Tini sebagai sekretaris. Mereka sedang mendiskusikan regulasi tentang tugas-tugas pengajar di pos PAUD terpadu.

Terbentuknya pos PAUD terpadu hingga berkembang seperti saat ini tidak terlepas dari peran empat orang tersebut. Saat masih menjadi ketua tim penggerak PKK Kota Surabaya, Dyah mendapat arahan dari kementerian terkait untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini.

Sasarannya anak berusia di bawah 6 tahun. Istri mantan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono itu langsung membentuk pos PAUD terpadu. Sarana yang dipakai adalah balai RW. Sebab, balai RW berada di kampung-kampung. Lebih dekat dengan masyarakat dan bisa menyasar anak-anak di sana.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git




Close Ads