alexametrics

Band HIVI!, Palu, dan Jatuh, Bangkit Kembali!

Yang Nyanyi Nangis, Yang Mendengarkan Juga
6 Maret 2019, 14:52:26 WIB

HIVI! mewujudkan mimpi anak-anak sebuah SMA di Palu yang sempat buyar akibat gempa dan tsunami. Seluruh keuntungan penjualan lagu dan merchandise Jatuh, Bangkit Kembali! juga bakal disumbangkan.

Glandy Burnama, Jakarta

GUNCANGAN itu memaksa pintu kelas terbuka sendiri. Braaak! Kepanikan langsung menjalar ke para personel HIVI! yang tengah berada di ruangan tersebut.

Apalagi, itu bukan gempa pertama yang menyambut HIVI! selama berada di Palu. Sehari sebelumnya, tepat setelah mereka mendarat, lindu kecil juga menggoyang ibu kota Sulawesi Tengah itu. Begitu pula malam harinya saat Ezra Mandira (gitar) bersama ketiga personel lain -Febrian Nindyo (gitar), Ilham Aditama (vokalis), dan Nadhia ”Neida” Aleida (vokalis)- beristirahat di hotel.

Padahal, siang itu, 23 Desember 2018, sebentar lagi band yang merilis album debut Say Hi! To HIVI! pada 2012 tersebut harus tampil.

Menghibur para siswa SMA Al-Azhar Mandiri yang telah demikian lama menanti penampilan mereka.

”Kami yang merasakan sedikit saja sudah panik, bagaimana mereka yang sempat merasakan gempa yang lebih besar,” ujar Ezra, gitaris HIVI!

Namun, pada akhirnya niat baik mengalahkan rasa panik…

***

24 November 2018 itu seharusnya menjadi hari bahagia untuk Alvitrah Surya Wijaya dan teman-temannya di SMA Al-Azhar Mandiri, Palu. Hari yang penuh canda tawa, musik, nyanyi bersama, dan gelak tawa.

Hari ketika Alvi dan teman-temannya bisa menyaksikan dan bertemu HIVI!. ”Dari hasil voting, banyak teman yang ingin agar HIVI! jadi bintang tamu acara tahun ini,” kata Alvi saat dihubungi Jawa Pos via telepon.

Para personel HIVI! juga tak kalah antusias. Mereka memang ingin manggung di Palu karena belum pernah mampir ke sana. ”Biasanya kalau ke Sulawesi, seringnya ke Makassar aja,” ujar Febri.

Tapi, malang tak dapat ditolak. Pada 28 September 2018, gempa dan tsunami menerjang Palu. Menghancurkan gedung, memutus akses ke berbagai tempat. Termasuk daerah sekitar SMA Al-Azhar Mandiri.

Selain mencemaskan keselamatan satu sama lain, ada satu hal lagi yang menjadi beban pikiran Alvi dan teman-teman satu sekolahnya. ”Acara kita nanti gimana ya? Jadi nggak ya?” kata Alvi dengan suara bergetar.

Apalagi, panitia telah membayar down payment (DP) 60 persen. Persiapan pun hampir rampung. Para siswa SMA Al-Azhar Mandiri sudah sangat antusias dan tak sabar menonton grup musik idaman. Panitia mencoba berdiskusi untuk mencari solusi.

Sayang, kondisi memang tak memungkinkan. Pascabencana, kondisi di sekitar SMA Al-Azhar Mandiri benar-benar tak menunjang transportasi dan akomodasi untuk HIVI!. Akses ke lokasi acara pun cukup terhalang.

Proses pemulihan masih berlangsung. Dengan berat hati, acara pun dibatalkan pada 10 Oktober 2018. Sebulan sebelum acara berlangsung.

Para personel HIVI! merasakan kesedihan yang sama. Selain berduka atas musibah yang melumpuhkan Palu, mereka sedih ketika sebuah acara batal. ”Kami kan pernah jadi anak SMA. Tahu lah rasanya kalau acara yang ditunggu-tunggu batal,” ungkap Febri.

Namun, HIVI! tetap menunjukkan empati. Keempat personel dan tim manajemen tidak meminta biaya ganti rugi pembatalan sesuai dengan ketentuan bisnis. Pihak HIVI! berpesan agar keluarga besar Al-Azhar tetap berfokus pada pemulihan daerah sekitar mereka pascabencana dan menenangkan diri.

Suatu ketika, menjelang akhir tahun, sebuah niat mulia tercetus dari seorang kru manajemen HIVI! yang punya keluarga di Palu. Sebagai nazar atas kesuksesan dan target yang tercapai selama 2018, HIVI! ingin melakukan semacam kegiatan sosial. Akhirnya, Palu dipilih sebagai lokasi aksi sosial. HIVI! pun jadi teringat kembali para siswa SMA Al-Azhar Mandiri yang menantikan mereka.

Maka, selain melakukan bakti sosial di sejumlah lokasi, HIVI! memutuskan untuk mengadakan semacam konser amal di SMA Al-Azhar Mandiri. Dengan biaya sendiri, termasuk transportasi dan akomodasi. HIVI! meminta tolong pihak SMA Al-Azhar Mandiri untuk menyediakan keperluan konser dengan menggunakan dana dari mereka.

Saat diberi tahu tentang hal itu, pihak SMA Al-Azhar Mandiri kaget. Awalnya, mereka mengira HIVI! hanya membantu dalam bentuk sumbangan. Mereka juga bingung, siapa yang akan menyelenggarakan konser.

”Saya pikir kayak DP 60 persennya dikembalikan gitu. Ternyata, selain dikembalikan, mereka juga kasih bantuan dan konser,” ujar Akhlis, Wakasek Kesiswaan SMA Al-Azhar Mandiri.

Sebenarnya, ada sedikit kekhawatiran yang dirasakan HIVI!. ”Kami cemas, takutnya nanti kami dikira hura-hura setelah terjadi bencana,” tutur Febri.

Karena itu, konser dibuat kecil-kecilan dan hanya terbatas untuk keluarga besar SMA Al-Azhar Mandiri. Pada 22 Desember 2018, HIVI! berangkat ke Palu. Agendanya, mengunjungi sejumlah hunian sementara (huntara) untuk bakti sosial dan mengadakan konser kecil di SMA Al-Azhar Mandiri. Niat baik HIVI! juga didukung sebuah brand kosmetik yang ingin melakukan aksi sosial perusahaan dan turut membantu kegiatan di Palu.

Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal dengan Pasha Ungu juga mendukung apa yang hendak dilakukan HIVI! di Palu. ”Kami minta referensi titik-titik mana yang bisa dikunjungi untuk bakti sosial dan minta izin,” ungkap Febri.

***

Siang itu, 23 Desember 2018, para siswa SMA Al-Azhar Mandiri akhirnya bisa melihat grup musik idola. HIVI! membawakan lagu-lagu hit mereka. Semua bergembira dan seolah melupakan beban serta trauma mereka pasca dilanda bencana.

Kebetulan, sebuah lagu sudah diciptakan dan direncanakan rilis awal 2019. Judulnya Jatuh, Bangkit Kembali!. Lagu tersebut tercipta berkat pengalaman keempat personel mendengarkan curahan hati para HiFriends -fans mereka- di berbagai kota yang dikunjungi. Semua punya kesamaan: sama-sama punya masalah hidup dan butuh motivasi agar bisa bangkit kembali.

Kebetulan, sebelum lagu itu dirilis, banyak bencana yang terjadi di Indonesia. Sebelum gempa dan tsunami Palu, misalnya, ada gempa besar pula di Lombok.

HIVI! merasa ini adalah saat yang tepat untuk mulai memberikan motivasi dan menyembuhkan trauma lewat musik dan lagu. Saat konser di SMA Al-Azhar Mandiri, lagu itu dibawakan untuk kali pertama secara live meski belum resmi dirilis.

Kita semua boleh jatuh tapi harus bangkit, bangkit bangun kembali.

Kita semua boleh jatuh tapi harus bangkit kembali.

Kali pertama mendengar nukilan lirik itu, Alvi mengaku seperti langsung disuntik motivasi. Isinya pas sekali dengan kondisi mereka yang sempat jatuh dan down karena bencana.

”Sebesar apa pun musibah, yang penting itu kita mau bangkit kembali. Kami dan Kota Palu bisa bangkit kembali,” tegas Alvi yang menjadi liaison officer saat HIVI! manggung di sekolahnya.

Alvi mengaku sempat menangis terharu saat melihat HIVI! membawakan lagu tersebut.

Perasaan haru pun dirasakan keempat personel HIVI!. Ilham, misalnya. Dia merasakan momen emosional saat membawakan Jatuh, Bangkit Kembali! di lokasi terdampak bencana. ”Sebelum nyanyi, gue udah nangis duluan,” ujar vokalis 27 tahun itu.

Melihat semangat siswa SMA Al-Azhar seusai bencana, Ilham merasa lagu yang hendak dibawakannya bagai tambahan motivasi dan sumber semangat. Musik terbukti bisa menyembuhkan dan membangkitkan. Musik bisa memberikan kebaikan bagi sekelilingnya.

”Ternyata, memang mereka sebutuh itu untuk dihibur dengan musik. Lihat senyum mereka, kami juga tersenyum,” kata Ezra.

Seusai konser, para personel masih menyempatkan diri mengobrol sekaligus memberikan dukungan moril bagi keluarga besar SMA Al-Azhar Mandiri yang datang. ”Kami beruntung pilih HIVI!. Kalau artis lain, sepertinya belum tentu akan begini,” ujar Alvi.

***

Pada Januari lalu, lagu Jatuh, Bangkit Kembali! akhirnya resmi dirilis. Lengkap dengan versi instrumen, video lirik, dan klip video. Di video lirik dan klip video itu, latarnya adalah lokasi terdampak bencana dan dokumentasi kegiatan HIVI! saat berkunjung ke Palu.

Mulai konser di SMA Al-Azhar Mandiri, bakti sosial di Balaroa dan Lolu, pantai tempat tsunami terjadi, hingga lokasi likuefaksi di Petobo. Tampak pula wajah anak-anak dan warga Palu yang tersenyum. Seolah mereka mulai menemukan harapan setelah sempat ditimpa bencana. Lagu Jatuh, Bangkit Kembali! seperti menjadi soundtrack munculnya semangat baru di Palu.

Meskipun dibuat dengan latar Kota Palu, para personel HIVI! mengungkapkan bahwa lagu itu bisa untuk siapa saja. Mulai yang terkena bencana di Lombok, Pangandaran, tsunami Aceh 2004, gempa Jogjakarta 2006, atau bencana apa pun yang pernah terjadi. Juga untuk mereka yang merasa perlu dimotivasi.

Untuk mempertegas makna bahwa musik bisa menyembuhkan, HIVI! punya cara. Keuntungan yang diperoleh dari lagu dan merchandise Jatuh, Bangkit Kembali! akan digunakan untuk membantu mereka yang terkena musibah.

Selepas pemilihan presiden April mendatang, ada niat baik lain HIVI! yang juga akan direalisasikan. Merilis sebuah lagu baru yang berisi tentang pentingnya bersatu. Terlebih di kalangan anak-anak muda. ”Kan habis debat dan perbedaan pilihan presiden, saatnya bagi kita untuk bersatu,” tegas Febri. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (*/c5/ttg)



Close Ads
Band HIVI!, Palu, dan Jatuh, Bangkit Kembali!