”Saya Cuma Ingin Lihat Debora Bisa Pakai Seragam Lagi”

5 Oktober 2022, 14:38:02 WIB

ESTER Andayani keluar dari lift dengan air mata yang mengucur deras. Dia menghambur ke arah suaminya, Yoyok Indra Ardianto, yang saat itu duduk termenung di teras Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Saiful Anwar, Kota Malang.

’’Pak, anakmu wes onok perkembangan. Mugo-mugo ndang waras (Pak, anakmu sudah ada perkembangan. Mudah-mudahan segera pulih, Red),’’ kata Ester, sambil tetap menangis.

Putrinya, Debora Anca Stefani, adalah salah satu korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10) lalu. Setiba di IGD RS Saiful Anwar, remaja 18 tahun itu sudah tak sadarkan diri. Tidak ada luka berarti pada tubuh putri pertama dari dua bersaudara itu.

’’Kata dokter, kemungkinan ada benturan di kepala,’’ ucap Yoyok.

Akibat benturan tersebut, kondisi Debora semakin melemah. Bahkan, pada Minggu (2/10) siang, Ester harus membeli popok. Dia membeli ukuran terbesar yang dijual di minimarket. Popok itu digunakan untuk Debora yang memang tak sadarkan diri. Semakin lama, kondisinya terus melemah. ’’Tidak ada gerak-gerak dari tubuhnya,’’ tutur Yoyok.

Karena kondisinya memburuk, sorenya Debora dipindahkan ke ruang ICU (intensive care unit). Di ruangan yang baru, Debora mendapat perawatan yang lebih intensif. Tidak boleh ditinggal. Penanganannya lebih serius.

Itu kali terakhir Yoyok melihat anaknya. Sebab, sejak masuk ICU, hanya Ester yang selalu mengecek kondisi Debora. Ester harus naik turun dari lantai dasar ke lantai 3, tempat ruang ICU. ’’Kalau dipanggil perawat atau dokter, pasti istri saya yang ke atas (ruang ICU, Red). Saya nggak tega,’’ papar Yoyok.

Setiap kali Ester turun dari ruang ICU, Yoyok selalu menanyakan kondisi sang putri. Dan, kemarin pagi, Ester yang turun dengan tangisan itu membuat Yoyok ikut mbrebes mili. ’’Tadi dokter bilang kalau anak saya sudah mulai ada perasaan gelisah. Mulai ada respons dari dalam tubuhnya. Untuk kali pertama kondisi anak saya semakin membaik,’’ terang perempuan 42 tahun itu kepada Jawa Pos.

Memang belum ada gerakan dari Debora. Dia masih terbaring seperti biasanya. Tapi, ucapan dokter itu membuat Ester punya harapan besar. ’’Saya sudah kangen sama Debora,’’ ujar Ester.

Debora, kata Yoyok, adalah sosok yang riang. Dia mencintai Arema FC sejak kecil. ’’Setiap ada pertandingan besar, dia pasti lihat. Bahkan, kadang dia dititipi tiket sama teman-temannya,’’ jelas pria 49 tahun itu.

Debora bukan arek Malang. Yoyok dan Ester berasal dari Kota Blitar, yang terbilang masih bertetangga dengan Malang. Debora adalah siswi kelas XII SMA Wiyata Dharma, Blitar.

Melihat kondisi anaknya saat ini, Yoyok punya satu harapan. ’’Saya ingin dia pakai seragam sekolah lagi, masuk sekolah lagi. Saya ingin anak saya pulih,’’ beber Yoyok.

Dia tidak tahu kapan Debora akan kembali sadar. Yang jelas, Yoyok dan Ester sudah empat hari meninggalkan Blitar. Meninggalkan lapak baju yang biasanya mereka gelar di pinggir jalan. ’’Begitu dengar kabar, lapak jualan baju saya tak tinggal, Mas. Adiknya juga saya tinggal di rumah. Saya sama istri berangkat ke Malang langsung Minggu dini hari,’’ tuturnya.

Sudah empat hari ini Yoyok klesetan di ruang tunggu IGD. Dia dan Ester hanya berbekal tikar dan satu bantal. Mereka tidur berdua di bawah kursi tempat tamu menunggu pasien.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak baru saja melihat kondisi Debora. Termasuk 55 korban luka lain yang dirawat di RS Saiful Anwar. Dia didampingi oleh Direktur RSUD dr Saiful Anwar Kohar Hari.

Pada kesempatan tersebut, Emil meminta agar pihak rumah sakit habis-habisan untuk menyelamatkan nyawa pasien. ’’Kami pastikan agar dilayani dengan baik tanpa hambatan apa pun. Khusus untuk pengobatan, tidak ada kendala biaya bagi korban,’’ terang Emil.

Saat ini, jumlah pasien terus bertambah. Sehari pascainsiden, hanya ada 26 korban luka. Esoknya, ada 14 tambahan pasien baru hingga totalnya menjadi 40 orang. Lalu, kemarin total korban luka yang dirawat di RS Saiful Anwar mencapai 56 orang. ’’Ada korban yang memang rujukan dari RS lain. Ada juga yang baru merasa sakit setelah pulang dari stadion,’’ tutur Kohar.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : gus/c18/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua

Close Ads