alexametrics

Achmad Zainal Abidin, Guru SD Pendiri Koperasi Syariah bagi Pendidik

5 Oktober 2021, 07:48:01 WIB

Koperasi Syariah Rezeki Datang (Kopsyah RD) menjadi berkah bagi guru-guru. Para pendidik bisa memenuhi kebutuhan profesi maupun rumah tangga mereka lewat koperasi berbasis syariah. Barang seperti ponsel, laptop, maupun sepeda motor bisa dimiliki setelah melalui akad murabahah.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

’’SAYA tergugah ingin membantu para guru. Khususnya guru-guru honorer,’’ tutur Achmad Zainal Abidin kepada Jawa Pos kemarin (3/10).

Dia terenyuh karena banyak guru swasta yang hidup dengan gaji pas-pasan. Padahal, masa mengajarnya sudah cukup lama. Banyak kebutuhan yang harus dicukupi. Jangankan kebutuhan sekunder, kebutuhan primer saja banyak yang tidak mampu membeli. Terutama untuk menunjang pekerjaannya sebagai pengajar. ’’Seperti laptop, ponsel, dan sepeda motor. Ini kan termasuk kebutuhan primer bagi guru,’’ ujar Zainal, sapaan karibnya. Banyak guru yang tidak bisa membeli langsung secara tunai.

Alternatifnya, tutur Zainal, mereka pun berhubungan dengan lembaga finance atau leasing. Banyak finance atau leasing yang menerapkan syarat rumit. Juga merugikan para guru. Ketika mengambil sepeda motor, contohnya, mereka harus melalui BI checking, menyerahkan slip gaji bulanan, dan harus menyerahkan agunan sebagai jaminan pinjaman. Itu pun harus menunggu cukup lama. ’’Padahal, guru butuh cepat,’’ tutur Zainal.

Permasalahan tidak berhenti di situ. Setelah mendapat barang, guru menemui kendala. Bahkan dirugikan ketika yang bersangkutan tidak mampu membayar angsuran. ’’Kalau tidak membayar cicilan, barangnya disita,’’ ungkap guru pendidikan agama Islam (PAI) itu.

Melihat banyak guru yang terjerat utang, pria 37 tahun tersebut berpikir keras untuk mencari solusi. Pada 20 Oktober 2019, Zainal mendirikan koperasi. Namanya Koperasi Syariah Rezeki Datang atau Kopsyah RD. Sejak awal pendirian, Zainal bertekad untuk menggunakan sistem muamalah syariah. Dengan begitu, bisa terhindar dari sistem riba yang merugikan konsumen. ’’Saya mengajak para guru untuk dakwah muamalah. Mengajak untuk berekonomi secara hukum syariah,’’ imbuhnya.

Sebelum transaksi, dilakukan akad murabahah antara Kopsyah RD sebagai penyedia barang dan anggota sebagai konsumen. Jenis dan jumlah barang dijelaskan secara terperinci. Harga dan keuntungan disepakati. Setelah sepakat akad, barang diserahkan dan pembayaran dilakukan secara mengangsur. Tidak ada sistem bunga. ’’Ini sangat aman dari sisi agama. Juga mempermudah guru memenuhi kebutuhan,’’ jelas guru SDN Menanggal 601 itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads