alexametrics

Di Balik Sunday Fresh Market, Kampung Serai Rungkut Barata

Petik Sayur Jadi Wisata Hiburan saat Pandemi
5 Juli 2020, 05:05:12 WIB

Warga RW 3, Rungkut Barata, Kelurahan Rungkut Menanggal, menawarkan konsep baru wisata di tengah kota. Mereka membuat kebun yang siapa pun bisa memanennya secara langsung. Hal itu menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang sudah jarang menghibur diri ke luar kota karena pandemi Covid-19.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

Ibu-ibu tampak bersemangat memanen kangkung dari salah satu petak blok tanaman di gazebo RW 3, Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar. Anak-anak dan bapak-bapak pun turut antusias memilah dedaunan hijau itu. Layaknya di agrowisata, tanaman tersebut tidak kalah segarnya.

Itu merupakan salah satu inovasi yang dilakukan warga di RW 3. Kampung yang dijuluki Kampung Serai tersebut kini berinovasi dengan membuat Sunday Fresh Market. Ya, halaman balai RW itu disulap layaknya perkebunan mini.

Ada 10 petak berukuran 1 x 5 meter. Setiap petak ditanami berbagai sayuran. Misalnya, kangkung, sawi, dan bayam. Nah, waktu panennya setiap akhir pekan. Warga bisa datang, pilih sendiri, dan bawa pulang untuk dimasak.

Ketua RW 3 Hari Susianto mengatakan, pembuatan kebun sayur itu berawal dari keinginan untuk membentuk ketahanan pangan bagi warga. Apalagi saat pandemi Pemkot Surabaya selalu gembar-gembor soal hal tersebut. Supaya warga bisa memenuhi sendiri kebutuhan pangannya.

Di sisi lain, warga juga butuh hiburan. Halaman yang biasanya digunakan main bola berbulan-bulan sepi. Daripada nganggur, mereka merombaknya.

Awalnya, kampung itu berfokus pada pembudidayaan serai. Sisi kiri-kanan sepanjang jalan menuju kampung penuh serai. Warga memanfaatkannya untuk memproduksi minyak serai.

Daun-daun serai disuling dan dijadikan berbagai produk. Mulai minyak wangi, pel antibakteri, hingga sabun. Namun, warga tidak mau berhenti berinovasi. Mereka mencari cara lain untuk tetap menghasilkan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini.

Dimulai sejak akhir Mei, warga gotong royong membuat bak tanam portabel itu. Tidak seperti cara bertani lain. Media tanam yang dibuat warga bisa dipindah. ”Kalau ingin digeser, tinggal diangkat. Bahan bak dari kalsiboard, sementara bawahnya dilapisi terpal,” jelas Hari.

Awalnya, baru ada empat petak. Namun, kini sudah ada 10. Penambahan itu bukan tanpa alasan. Hari mengatakan agar jadwal Sunday Fresh Market bisa terus jalan.

Dia mengatakan, satu petak membutuhkan waktu tiga minggu untuk bisa dipanen. ”Jadi, sistemnya satu petak dipanen. Setelah selesai, ditanami lagi. Jadi, ada stok tiap akhir pekan,’’ katanya.

Mini agro itu pun mendapat perhatian dari warga. Apalagi yang sudah rindu jalan-jalan. Belanja sayur di kota wisata seperti Batu. Yang datang pun biasanya bukan perseorangan. Ada yang bareng keluarga. Juga membawa anak-anaknya.

Bayarnya pun sukarela. Pengurus tidak mematok harga pasti. Uangnya diputar untuk tanam lagi dan pengembangan. Termasuk untuk keperluan bersama warga, masuk ke kas RW. Hasilnya lumayan. Per petak bisa sampai Rp 600 ribu−700 ribu.

Hari menyebut uang itu digunakan untuk menggaji penjaga balai wisata. Sekaligus yang membantu merawat. Seksi lingkungan RW 3 Budi Rachmad Basuki mengatakan, pembentukan kebun itu dilakukan secara mandiri. Tidak banyak yang menggunakan bahan dari luar. Termasuk pupuk. Tak ada yang beli.

Warga membuat sendiri pupuk organik. Dari hasil mengumpulkan sampah rumah tangga. Mulai sisa makanan, kulit buah, hingga dedaunan. ”Termasuk untuk keperluan Sunday Fresh Market ini juga pakai pupuk produksi sendiri,” paparnya.

Kebutuhan sudah terpenuhi, ada bonus lebih dan bisa dijual kepada warga. Dikemas dalam kantong 5 kilogram. Jadilah pemasukan tambahan untuk RW.

Rencananya, pengembangan bakal terus dilakukan. Ada tiga titik fasilitas umum (fasum) kampung yang bakal dimanfaatkan. Tanamannya pun berbeda, bisa jadi jenis lain. Seperti terong atau sayur lain.

Termasuk membuat bazar produk usaha kecil dan menengah (UKM) milik warga. Akan disediakan stan. ’’Harapan kami, Sunday Fresh Market di RW 3 bukan hanya sayur. Tetapi juga produk lain,’’ tambah Hari.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git



Close Ads