alexametrics

Kita Hanya Punya Satu Bumi

5 Juni 2022, 15:26:14 WIB

Para Penyemai Gaya Hidup Nol Sampah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Buang pada Tempatnya Hanyalah Awal Perjalanan Sampah

Sampah adalah persoalan gaya hidup. Pilihannya hanya dua. Menjadi manusia yang gemar menampung sampah atau manusia yang mampu mengelola sampah. Keputusan ada di tangan kita. Dan, langkah termudah sekaligus terpenting selalu bermula dari diri sendiri.


ZERO Waste Indonesia (ZWID) tak pernah lelah mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup nol sampah (zero-waste lifestyle). Caranya dengan menjadi konsumen yang bijak. Sederhana saja, misalnya menghabiskan makanan yang telah disediakan. Entah itu makanan yang dimasak sendiri atau dibeli.

Founder ZWID Maurilla Sophianti Imron mengingatkan bahwa sisa makanan yang terbuang sia-sia itu akan menjadi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). Mungkin terdengar remeh, apalagi sisa makanan termasuk sampah organik yang bisa terurai. Namun, tumpukan sisa makanan itu akan menghasilkan gas metana. Gas yang paling aktif menyumbang emisi rumah kaca.

’’Banyak yang berpikir bahwa buang sampah di tempatnya adalah akhir dari perjalanan sampah. Padahal, itu adalah awal dari perjalanan sampah,’’ tegas alumnus Inholland University of Applied Sciences tersebut kepada Jawa Pos kemarin (4/6). Ibu dua putri yang tinggal di Bali itu menegaskan, dalam perjalanannya, sampah akan berakhir di laut.

PERCA: Mauril menyulap sisa-sisa kain menjadi taplak unik dengan cara menjahitnya. (IG MAURILLAIMRON)

Gas metana dan pencemaran laut menjadi faktor penting yang memengaruhi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Mei ini, Mauril menggarisbawahi makna Only One Earth yang menjadi tema HLH 2022. Tema yang sama dengan peringatan HLH pertama pada 1974. ’’Tema itu mengajak kita untuk kembali ke dasar dan merefleksikan, apa sih yang sudah kita lakukan?’’ katanya.

Sejak berdiri empat tahun lalu, ZWID konsisten mengampanyekan 6R. Yakni, rethink, refuse, reduce, reuse, recycle, dan rot. Mauril dan komunitasnya selalu memproduksi konten terkait gaya hidup nol sampah lewat medsos. Baik medsos komunitas maupun medsos pribadi.

Namun, ZWID saja tidak akan cukup. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan, dia memerlukan dukungan banyak pihak. Mulai pemerintah pusat hingga elemen masyarakat di tingkat bawah. Istilahnya, ikhtiar bersama. ’’There is only one planet for us to life. Ini tanggung jawab kita semua untuk bersama-sama menjaga bumi dan melestarikannya,’’ pungkas Mauril.

Founder ZWID Maurilla Sophianti Imron (IG MAURILLAIMRON)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/c18/hep

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads