alexametrics

Kantin Apung Bebas dari Sampah dan Plastik Milik SMPN 26 Surabaya

4 Desember 2019, 20:48:07 WIB

SMPN 26 Surabaya berhasil meraih peringkat pertama Lomba Sekolah Sehat (LSS) Berkarakter Tingkat Nasional 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan itu diserahkan di Jakarta pada 14 November lalu.

HISYAM, Surabaya

Memasuki gerbang SMPN 26 Surabaya yang berada di Jalan Banjar Sugihan, Tandes, tamu langsung disambut ratusan pohon yang berderet di sepanjang pagar halaman depan. Ada pohon mangga, jambu, dan beragam buah lain. Juga ada tanaman sayuran. Setiap bagian tembok sekolah dengan warna dominan hijau muda itu dihiasi beragam sketsa yang penuh dengan aturan lalu lintas. Hampir semua sisi dan sudut sekolah tidak sepi dari gambar yang berisi pesan-pesan edukatif.

Tiap-tiap tiang di lorong kelas sisi kiri dan kanan tak luput dari tanaman di pot gantung. Ribuan jumlahnya. Sepanjang selasar sekolah pun dipenuhi beragam toga (tanaman obat keluarga). Ada kunyit, katuk, patah tulang, pandan, dan ratusan jenis tumbuhan herbal lain.

Di depan tiap-tiap kelas juga disediakan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan spons. ”Ini untuk mengajarkan kebiasaan bersih kepada para siswa,” ujar Wakil Kepala SMPN 26 Surabaya Hadi Suwandi sambil menunjukkan deretan wastafel sekolahnya yang berjumlah 23 itu Hadi menjelaskan, optimalisasi pendidikan karakter merupakan salah satu kunci keberhasilan sekolah tersebut sehingga bisa mewakili Surabaya ke kancah nasional. Persiapan sekolah itu untuk mengikuti event tersebut hanya setahun. Awalnya, ketika mengikuti lomba sekolah sehat tingkat Kecamatan Tandes pada awal 2018, SMPN 26 meraih peringkat pertama. Sekolah itu kemudian mewakili Tandes untuk mengikuti lomba di tingkat Kota Surabaya. ”Berkat komitmen dan sinergisitas sekolah, masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan berbagai instansi, kami menang di Surabaya dan mewakilinya ke tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya. ”Lewat sinergisitas dan komitmen itulah, akhirnya bisa lolos jadi nomor 1 tingkat nasional. Alhamdulillah,” sambungnya.

Akhmad Suharto, mantan kepala SMPN 26 Surabaya yang baru dipindah ke SMPN 1 Surabaya per 25 November lalu, mengatakan, ada beberapa unggulan untuk mewujudkan lingkungan sehat dan asri di sekolah tersebut. Antara lain, program kantin apung yang didesain nyaman bukan hanya untuk makan dan minum, tapi juga berliterasi. Desain kantin itu serbahijau. Lorong kantin bebas dari sampah. Pun bebas dari plastik. Kantin terapung tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat makan para siswa di pagi hari sebelum pelajaran pertama dan pada jam istirahat. Kantin tersebut juga digunakan sebagai tempat belajar outdoor tiap-tiap kelas agar siswa tetap bersemangat dan tidak gampang bosan.

”Di tiap pojok sekolah dan kantin apung itu pun disediakan masing-masing dua tempat sampah,” terang Suharto. ”Kami mengupayakan 3R, reduce, reuse, dan recycle. Siswa dan guru serta staf harus kompak menjalankan program tersebut,” sambungnya.

Ilaismawati, petugas unit kesehatan sekolah (UKS), menambahkan bahwa SMPN 26 Surabaya juga mengunggulkan program taman literasi dan pojok literasi yang tersedia di tiap-tiap kelas. Taman-taman didesain ramah dan nyaman sebagai tempat belajar. Dengan begitu, siswa bisa betah di sekolah. ”Jadi, banyak siswa yang suka berlama-lama di sini padahal sudah ditunggu sama penjemputnya di depan sekolah,” tutur perempuan yang juga bertugas di puskesmas itu.

Selain menjadi sekolah sehat nasional, SMPN 26 Surabaya memiliki segudang prestasi lain. Di antaranya, juara lomba perpustakaan se-Surabaya pada 2016 dan 2017. Kemudian, menjadi sekolah rujukan nasional 2018, meraih peringkat I lomba UKS se-Surabaya pada 2018, dan mendapatkan Innovative Government Award (IGA) 2016. Selain itu, mendapatkan akreditasi A Perpustakaan Nasional pada 2018.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c11/tia


Close Ads