alexametrics

Inovasi Teknologi Pengukuran Kadar Antibodi Covid-19 Karya BPPT

Bisa Dimanfaatkan sampai Tingkat Puskesmas
4 Juni 2021, 19:01:05 WIB

Meski izin edar alat pengukur antibodi itu belum resmi keluar, tim BPPT sudah melakukan sejumlah sosialisasi. Salah satunya, sosialisasi kepada pimpinan pemerintah daerah. Harapannya nanti, ketika BPPT sudah mengantongi izin edar, pemerintah daerah tertarik memesannya.

Sampai sekarang, Asep menuturkan bahwa pihaknya belum menetapkan harga jual kit untuk mendeteksi jumlah antibodi dalam tubuh tersebut. Namun, dia meyakini harganya terjangkau. Biaya paling mahal hanya untuk membeli alat baca yang dia perkirakan sekitar Rp 20 juta. Alat baca itu sudah banyak beredar di pasaran dan bisa dipakai dalam waktu lama. Selain itu, alat baca tersebut bisa digunakan untuk membaca indikator penyakit lainnya.

’’Inovasi kita di kitnya. Sudah dapat mitra kerja sama untuk produksi massal,’’ jelasnya. Yaitu, kerja sama dengan PT Bio Farma dan PT Pakar Biomedika Indonesia. Selain itu, BPPT bekerja sama dengan RS Hasan Sadikin Bandung.

Menurut dia, pemerintah daerah tentu tidak cukup mengandalkan data jumlah warganya yang sudah divaksin. Tetapi juga perlu mengukur seberapa banyak warganya yang sudah memiliki antibodi untuk tameng terhadap Covid-19. Data-data penting itu bisa dianalisis para ahli di setiap daerah dan menjadi landasan untuk mengambil kebijakan. ’’Misalnya, ingin membuka tempat wisata,’’ ujarnya.

Baca juga: Kisah Perempuan WN Singapura Lahirkan Bayi dengan Antibodi Covid-19

Kepala BPPT Hammam Riza menyambut baik inovasi pengukur antibodi atau antibodi kuantitatif tersebut. Dia sudah pernah mencoba menghitung kadar antibodinya. ’’Setelah suntikan vaksin kedua Maret, pada April saya tes. Muncul antibodinya,’’ ungkap Hammam.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c14/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads