alexametrics

Gaes, Hidup Itu Lebih dari Sekadar Sindrom Cinderella

4 April 2021, 11:51:46 WIB

Buku Anak di Luar ”Pangeran Tampan”, ”Putri Jelita”, dan ”Pernikahan Megah”

Cerita-cerita anak dalam konteks hari ini seharusnya bisa mengajak para buyung dan upik mengenali dan memahami manusia dan segala permasalahannya.

Setiap anak selalu percaya tak ada cerita yang tak nyata. ”Mata di Tanah Melus”

BAGI Okky Madasari, menulis buku anak itu semacam upaya menerobos batas-batas. Menyeberangi mitos-mitos lama bahwa ceria untuk para upik dan buyung itu hanya sebatas ”pangeran tampan”, ”putri jelita”, atau ”pernikahan megah”.

”Bayangkan, kesadaran dan imajinasi macam apa yang akan dimiliki anak-anak kalau sejak kecil sudah dicekoki dengan fantasi soal pangeran tampan dan pernikahan megah? Cerita-cerita macam ini akan semakin melanggengkan dikotomi peran laki-laki dan perempuan,” jelas Okky, kandidat doktor dari National University of Singapore itu, ketika dihubungi Jawa Pos melalui WhatsApp.

Bukan berarti cerita-cerita klasik itu tak perlu dibaca. Tetap perlu untuk membuka kesadaran baru, dengan konteks hari ini. Dengan nilai dan norma yang berubah. Berangkat dari kesadaran tersebut, penulis kelahiran Magetan, Jawa Timur, itu pun menghadirkan karakter Mata yang dengan riang bermandi terik di Tanah Melus atau bergelut dengan rahasia di Pulau Gapi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : rin/syn/deb/c9/ttg





Close Ads