alexametrics

Cara Keluarga Munir Melatih Wawasan Lingkungan sejak dari Rumah

4 April 2021, 13:23:51 WIB

Memupuk kesadaran lingkungan memang harus dimulai sejak dini. Itulah yang dilakukan Munir dan Isnaini Mardziana. Bersama dua anaknya, yakni Ahmad Arkaan Taamir dan Afiqah Mutiara Tungga Dewi, keduanya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan bertema lingkungan.

FAJAR ANUGRAH TUMANGGOR, Surabaya

BEGITU sampai di depan rumah mereka yang beralamat di Jalan Nginden II Nomor 22, suasana hijau langsung terlihat. Terutama bagian atap rumah yang menjadi tempat pembiakan tanaman melati. Modelnya dibuat berjajar dan menggantung begitu rapat.

Di bagian pintu masuk rumah hingga ruang tamu, tertata botol kemasan minuman yang sudah diisi plastik kemasan. Namanya ekobrik. Jumlahnya ratusan. Keluarga itu menamainya bengkel ekobrik. Ya namanya bengkel, ada banyak kreasi dari ekobrik tersebut. Mulai kursi hingga meja.

’’Jadi, ini semua merupakan bagian dari keluarga sadar iklim,” kata Munir sembari membuat ekobrik saat dijumpai pada Kamis (1/4). Keluarga sadar iklim adalah gagasan sekaligus lomba yang dibuat Tunas Hijau kepada keluarga di seluruh Surabaya. ’’Alhamdulillah. Kami menjadi keluarga terbaik I pada 2020 untuk kategori ini,” paparnya.

Ada banyak item yang membuat mereka dinyatakan sebagai keluarga iklim terbaik. Antara lain, soal pengolahan sampah, sosialisasi wawasan lingkungan, penggunaan area sempit untuk wadah tanaman, hingga pembuatan komposter dan biopori. ’’Jadi, sebenarnya keluarga sadar iklim ini adalah warisan nenek moyang kita. Nilai-nilainya sudah tumbuh ratusan tahun lalu,” kata Munir.

Dia memulai semua aktivitas itu karena dorongan dari anaknya yang mengikuti program lingkungan dari sekolah. ’’Semula kita justru tak tahu mengenai program keluarga sadar iklim ini. Cuma karena ada seorang guru yang mengajak, lalu anak saya tertarik. Kemudian, mengajak kami,” ujar dia.

Selama mengikuti lomba keluarga sadar iklim itu, mereka berjuang keras untuk menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kemasan. ’’Kami selalu yakinkan pemilik warung kopi untuk tidak membuang sampah kemasan. Sebaliknya, diberikan ke kami,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c6/git





Close Ads