alexametrics

Mengikuti Proses Vaksinasi Covid-19 Keliling untuk Para Lansia

3 Juni 2021, 07:48:40 WIB

’’Ya beginilah. Kami harus berusaha terus mengedukasi. Kami rayu, kami bujuk, kami datangi ke rumahnya. Mau bagaimana lagi, kita memang harus kerja keras untuk menangani pandemi ini,” ujarnya.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 di wilayah kerja Medokan Ayu terus dilakukan. Saat ini, per hari vaksinasi dilakukan terhadap 50–100 orang. Berdasar data terakhir, setidaknya ada 284 lansia lagi yang belum divaksin.

Ketua Kelurahan Siaga Bencana (KSB) Medokan Ayu Mikhael Markus menuturkan, pihaknya bersama puskesmas menggencarkan vaksinasi secara door-to-door maupun di puskesmas. ’’Untuk saat ini menyasar penjual toko kelontong, takmir masjid, dan satgas,” ungkapnya.

Markus yakin dalam waktu dekat jumlah sasaran vaksinasi di Medokan Ayu bisa mencapai target. Jumlahnya 1.300 orang. Dia mengatakan, sosialisasi ke rumah-rumah sudah dilakukan. Hal itu dibuat berkelanjutan untuk menjangkau masyarakat luas. ’’Masih banyak yang takut, termakan hoaks, dan belum mengetahui vaksinasi ini,” tambahnya. Karena itu, diperlukan kesabaran dalam melaksanakan vaksinasi. ’’Tidak boleh memaksakan kehendak,” tuturnya.

Markus menambahkan, sejauh ini lansia yang sudah divaksin sehat dan tanpa keluhan. ’’Untuk mereka yang sakit, direkomendasikan mengunjungi dokter spesialis dulu, baru divaksin supaya tidak menimbulkan dampak yang fatal,” tambahnya.

Selain melakukan vaksinasi di area Puskesmas Medokan Ayu dan door-to-door, pihaknya turut serta dalam vaksinasi di puskesmas pembantu. ’’Ini dilakukan untuk menjangkau warga yang berada di gang kampung,” ujarnya. Vaksinasi dilakukan tim medis dengan memakai alat pelindung diri lengkap.

Markus berharap vaksinasi dilaksanakan dengan cepat sehingga bisa menyasar kelompok selain lansia. ’’Pihak kelurahan memastikan vaksinasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan disosialisasikan secara persuasif,” tuturnya. Dengan begitu, vaksinasi tidak memberikan dampak negatif bagi psikologis masyarakat.

Baca Juga: Koran Belanda Sebut Sunan Ampel Sebagai Pendiri Surabaya

Lurah Medokan Ayu Ahmad Yardo menambahkan, dalam situasi seperti sekarang, kolaborasi antarelemen dibutuhkan. ’’Terutama untuk menyadarkan lansia dari serangan berita hoaks,” tambahnya. Kesimpangsiuran berita yang diterima lansia, kata dia, kerap menjadi penghalang vaksinasi di lapangan. ’’Kami dekati pelan-pelan, lalu beri pemahaman yang benar,” paparnya. 

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : */c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads