alexametrics

Hayyan & Jefry, Dokter RSUD dr Soetomo yang Ciptakan Lagu untuk Nakes

2 Agustus 2020, 06:06:16 WIB

Di tengah kesibukan menjadi dokter di RSUD dr Soetomo, dr Abdul Jabbar Al Hayyan SpKFR dan dr Jefry Albari Tribowo masih menyempatkan diri untuk berkarya di bidang musik. Salah satunya menciptakan lagu Memilih Nyawa. Lagu tersebut didedikasikan untuk para tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

Bersama semua manusia. Menyatu dalam tak ada beda. Hanya saja kita memilih nyawa. Melangkah dalam tak seberapa. Melawan lumpur. Melekat tapak. Sebab saja kita memilih nyawa.

Sebait lagu Memilih Nyawa itu merepresentasikan perjuangan seluruh lapisan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19. Tidak terkecuali tenaga kesehatan (nakes). Lagu tersebut merupakan karya dua dokter yang sehari-hari bertugas di RSUD dr Soetomo. Mereka adalah dr Abdul Jabbar Al Hayyan SpKFR dan dr Jefry Albari Tribowo yang kini menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Unair.

Bukan hanya mereka berdua yang berkolaborasi hingga terlahirnya karya tersebut. Lagu itu juga melibatkan sejumlah musisi. Di antaranya, Irwansyah Noor sebagai komposer dan Soraya Ghyna Adani sebagai backing vocal serta Tegar Gunawan sebagai videografer.

Hayyan −sapaan akrab Abdul Jabbar Al Hayyan− menyatakan, pandemi Covid-19 tidak dapat dimungkiri membawa banyak kesulitan untuk seluruh lapisan masyarakat. Namun, roda kehidupan terus berputar. Setiap profesi tetap harus melakukan tanggung jawabnya meski dihantui rasa khawatir terinfeksi virus.

”Tidak terkecuali tenaga kesehatan (nakes),” katanya.

Setiap hari para nakes harus berhadapan dengan pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan.

Tanggung jawab yang besar itu pulalah yang membuat para nakes rentan terpapar Covid-19. Bahkan, banyak nakes yang telah menjadi korban. ”Hal itulah yang menginspirasi kami membuat lagu ini,” katanya.

Hayyan berkisah, awalnya hanya membuat puisi tentang kondisi pandemi Covid-19 yang kian parah pada Mei lalu. Namun, puisi itu kemudian diubah ke lirik lagu.

”Awalnya, Jefry yang mengubah puisi tersebut ke dalam nada lagu. Lalu, lirik disempurnakan hingga jadi lagu berjudul Memilih Nyawa,” ujar pria yang bertugas di departemen kedokteran fisik dan rehabilitasi itu.

Hayyan menambahkan, lagu tersebut ditujukan untuk menyemangati tenaga kesehatan yang tengah bertugas. Baik yang langsung menangani pasien Covid-19 maupun pasien umum. Namun, lebih jauh lagi, lagu tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat yang ikut berjuang dengan di rumah saja dan melakukan pencegahan persebaran Covid-19.

”Sebenarnya, kegiatan menolong nyawa bukan hanya pekerjaan nakes. Ini tugas seluruh lapisan masyarakat dengan melakukan langkah-langkah pencegahan,” kata dia.

Hayyan dan Jefry memang memiliki ketertarikan di bidang musik. Di sela-sela kesibukannya menjadi dokter, mereka kerap membuat parodi lagu-lagu yang merepresentasikan tugas sebagai dokter. Lagu-lagu parodi tersebut diunggah di kanal YouTube maupun media sosial.

”Kebetulan Mei lalu lagi naik-naiknya kasus Covid-19 di RSUD dr Soetomo. Banyak teman sejawat yang terpapar. Bahkan, ada yang meninggal,” ujar pria kelahiran 3 Maret 1985 itu.

Hayyan menyadari, saat itu masih banyak yang sentimen terhadap pandemi Covid-19. Di sana, nakes berjuang menangani pasien. Sementara itu, masyarakat juga berjuang dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.

”Lagu ini lebih untuk menyemangati nakes dan masyarakat yang sudah berusaha,” ujarnya.

Hayyan mengatakan, proses pembuatan lagu tersebut memakan waktu sekitar satu bulan. Mulai pembuatan lirik yang dia ciptakan sendiri hingga proses rekaman dan pembuatan klip video.

”Karena terhambat kondisi pandemi, jadi proses rekaman dilakukan di rumah. Lalu, file rekaman diolah oleh Jefry sebagai komposer,” kata dia.

Pembuatan klip video Memilih Nyawa juga dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Unair. Hayyan menjelaskan, proses pengambilan gambar dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Kini lagu Memilih Nyawa di-upload di kanal YouTube pribadinya. Tujuan pembuatan lagu tersebut adalah ingin menguatkan, baik nakes maupun masyarakat awam, bahwa memilih nyawa itu tidak salah. Yang perlu dilakukan adalah ikut menjaga kesehatan dengan mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

”Jadi, yang sebenarnya garda terdepan adalah masyarakat sendiri. Kami nakes hanya membantu menangani pasien yang sakit,” kata dia.

Hayyan menuturkan, rencananya dirinya bersama Jefry ingin membuat satu album mini yang menggambarkan dunia nakes. Lagu-lagu di dalamnya bertujuan untuk mendorong masyarakat melakukan pencegahan penularan Covid-19.

”Sosialisasi bisa melalui apa saja. Termasuk lagu.” katanya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter :  */c6/ady



Close Ads