alexametrics

Mengobati Sakit Pinggang dengan Durian, Cempedak untuk Cabut Gigi

2 Juni 2021, 12:00:04 WIB

”Kami tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat. Saya menggunakan bibit untuk cabut gigi,” tutur warga Desa Pangkalan Jihing itu kepada Pontianak Post yang mendapat dukungan dari Dana Jurnalisme Hutan Hujan (Rainforest Journalism Fund) yang bekerja sama dengan Pulitzer Center untuk liputan ini.

Kalau sedang tak punya bibit, kompos, atau kotoran ternak, bisa pula membayar dengan hasil kerajinan. ”Misalnya, tikar. Bisa pula dengan atap, bambu, atau barang lain,” ujar Prasetyo, warga Sukadana, yang pernah membayar dengan cara demikian.

Bahkan, kalaupun tak punya bibit atau kerajinan, masih ada cara lain bagi warga untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan di Klinik Asri tanpa harus merogoh kocek. Dengan bekerja di klinik yang berdiri sejak 2007 itu.

BEKAL REBOISASI: Hendardi,sosok penting di balik Klinik Asri. Klini tersebut berdiri sejak 2007. (HARYADI/PONTIANAK POST)

Koordinator Program Reboisasi Klinik Asri Hendriadi mengatakan, hasil kerja pasien atau keluarga pasien dicatat dalam sebuah kartu. Seperti bibit pohon, itulah tabungan mereka. Jika sewaktu-waktu sakit, kartu tersebut bisa digunakan untuk berobat.

”Di sini bermacam-macam yang bisa dikerjakan. Bisa mencuci seprai, cuci piring, jemur pakaian, atau potong rumput. Kalau di kebun bisa mengisi polybag atau bikin bedengan di penyemaian,” ujar Hendriadi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c19/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads