Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juli 2018 | 22.46 WIB

Melihat Kehidupan Kampung Albino atau Sunda Walanda di Garut (1)

Dari kini: Dewi Resmana,13, Siti Rohmah, 33, Jajang Gunawan 2,5; Ujang Nana Suryana, 33, salah satu keluarga keturunan Albino di Desa Ciburuy, Jawa Barat. - Image

Dari kini: Dewi Resmana,13, Siti Rohmah, 33, Jajang Gunawan 2,5; Ujang Nana Suryana, 33, salah satu keluarga keturunan Albino di Desa Ciburuy, Jawa Barat.

Kampung Ciburuy di Desa Pamalang, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai kampung bule. Bukan karena ada warga Eropa di kampung itu, melainkan karena ''banyak'' warga berkulit albino.


ANISATUL UMAH, Garut


---


UNTUK menuju Ciburuy tidak terlalu sulit. Perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan, tidak lebih dari 5 km dari kantor Kecamatan Bayongbong ke arah tenggara. Jalan-jalannya sudah diaspal mulus, dengan kontur tanah yang naik turun. Di kiri kanan jalan menuju Ciburuy terhampar pemandangan hijau berupa perkebunan sayur-mayur dan tembakau.


Kampung Ciburuy dikenal orang karena banyak warganya yang berkulit bule. Putih-putih semua seperti orang Eropa. Bahkan, termasuk di alis, bulu mata, kumis, hingga rambut kepalanya yang blonde. Orang luar menyebutnya kampung Sunda Walanda, kampung yang dihuni orang Sunda tapi berkulit seperti orang Belanda.


Menurut cerita Ujang Nana Suryana, 33, selaku kuncen (juru kunci) di Kabuyutan Ciburuy (semacam rumah adat), banyaknya warga berkulit albino sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran, berabad-abad silam Kelainan itu diwariskan turun-temurun hingga sekarang karena nenek moyang mereka dulu konon juga memiliki gen albino.


"Saya tidak tahu bagaimana asal muasalnya. Katanya, warga di kampung ini dulunya satu keturunan. Makanya, sampai sekarang keturunan albino di sini masih ada," ungkap Nana yang dua anaknya juga berkulit albino beberapa waktu lalu. Dua anak Nana itu adalah Dewi Resmana, 13, dan Jajang Gunawan, 2,5. Anehnya, Nana maupun istrinya, Siti Rohmah, 33, berkulit "normal" seperti kebanyakan orang.


Nana mengakui, memang ada nenek moyangnya yang berkulit albino. Tapi, dia tidak tahu nenek moyang generasi keberapa yang mempunyai kelainan gen itu. "Tidak jelas eyang atau buyut saya keberapa yang seperti itu. Cuma yang saya tahu ini disebut masalah gen," terangnya sembari momong Jajang yang mirip anak bule itu.


"Jadi, kami ini bukan orang Belanda atau keturunan Belanda atau orang sini menyebut Mundinglaya atau Kebo Bule. Kami ini orang Sunda asli, cuma warna kulitnya yang berbeda. Ada kelainan," imbuh Nana.


Di Kampung Ciburuy saat ini ada sembilan albino. Dari anak-anak yang masih balita hingga manula (manusia lanjut usia). Paling kecil anak Nana, Jajang, 2,5, sedangkan paling tua Emak Entar, 60. Tujuh lainnya adalah Lukman Hakim, 3; Dewi Resmana, 13; Heri Agustin, 15; Rosana, 17; Firman, 40; Isur Suryana, 41; dan Asep, 50.


Jumlah penduduk Kampung Ciburuy saat ini sekitar 1.600 orang. Artinya, angka preferensi albino di Ciburuy mencapai 1:178 atau 1 albino di antara 178 orang normal. Jumlah itu termasuk sangat tinggi. Sebagai perbandingan, berdasar data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka preferensi albino di dunia saat ini 1:17.000. Artinya, hanya ada 1 albino di antara 17 ribu orang.


Sebenarnya, kata Nana, albino di beberapa kampung lain di Garut juga ada. Tapi, umumnya hanya satu dua orang. Contohnya di Desa Pamalayan dan Siderang Datar. Itu pun, bisa jadi, warga albino di dua kampung tersebut masih keturunan warga Ciburuy.


"Di sini (Ciburuy, Red) paling banyak. Sampai ada yang menyebut kampung kami ini kampung bule," ujarnya dengan logat Sunda yang kental.


Terkait kapan keturunan albino muncul di Kampung Ciburuy, warga tidak bisa memastikan. Menurut warga, lahirnya anak albino di kampungnya merupakan sebuah keajaiban. Seperti yang dialami Nana. Berdasar pengalamannya memiliki dua anak albino, sebelum istrinya melahirkan, selalu ada pemberitahuan lewat mimpi. Tiba-tiba ada orang yang datang ke Nana dan menyampaikan bahwa dirinya akan memiliki anak albino.


"Itulah keajaiban. Nggak bisa ditentukan kapan akan ada anak lahir albino. Wallahu a'lam. Kakak saya juga begitu. Dia juga punya dua anak albino. Yang gede perempuan, adiknya laki-laki," ungkapnya. Kakak Nana itu bernama Masadi, 50. Dua anak Masadi yang kelebihan pigmen "bule"-nya itu adalah Rosana, 17, dan Lukman Hakim, 3.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore