
SALING MENGUATKAN: Maureen Hitipeuw (tengah) bersama anggota komunitas Single Moms Indonesia dalam sebuah kegiatan pemberdayaan.
Curhat Saja Tak Cukup karena Masalah yang Dihadapi Berlapis
Tiap dua bulan sekali, Single Moms Indonesia rutin mengadakan kegiatan pemberdayaan para anggota, baik psikologis maupun finansial. Ada pula kelas bucin yang tak cuma memberi dukungan untuk memulai hubungan kembali.
ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta
---
”HATI-hati loh, dia sekarang sudah jadi janda. Jagain suaminya masing-masing ya ibu-ibu.”
”Kamu sudah nggak ada harganya. Siapa yang mau sama janda sepertimu.”
Kalimat-kalimat itu hanya segelintir dari ribuan celaan yang kerap ditujukan kepada seorang single mom atau ibu tunggal. Maureen Hitipeuw, pendiri komunitas Single Moms Indonesia (SMI), bahkan pernah mendengar kisah yang lebih sadis.
”Pernah ada satu kasus, setelah ibu tunggal ini resmi ketok palu (bercerai, Red), ibu RT tempatnya tinggal kayak ngasih pengumuman agar warga hati-hati karena ada janda hingga dia benar-benar dikucilkan,” ungkapnya saat berbincang dengan Jawa Pos Maret lalu.
Di Indonesia, stigma terhadap single mom masih sangat kental. Padahal, sangat tak mudah menjalaninya. Maureen mengingat, resmi bercerai pada 2010, dirinya harus berjuang mati-matian untuk bisa kembali bangkit.
”Karena saat menikah, aku full jadi ibu rumah tangga. Otomatis ketika bercerai, aku harus kembali bekerja,” ujarnya.
Maureen betul-betul tertekan saat itu. Tak ada tempat mengadu membuatnya makin kalut. Perempuan kelahiran 2 Maret tersebut tak berani bercerita kepada keluarganya lantaran sang papa memiliki penyakit jantung.
Niat mengakhiri hidup muncul. Dia bahkan sudah sempat berdiri di balkon lantai 20. Tapi, tangisan sang buah hati yang baru berusia 2 tahun saat itu menyadarkannya.
”Dia yang biasa bangun cerah ceria tiba-tiba nangis kejer. Dan kejernya sambil nyebut mamiii..” sambungnya.
Pada momen-momen tersebut, perempuan yang biasa disapa Oyen itu sebetulnya sudah berupaya mencari pertolongan. Dia sempat menemukan komunitas Indo Single Parent. Tapi, merasa kurang cocok karena komunitas tersebut tak spesifik untuk ibu tunggal.
Akhirnya dia memutuskan ’’curhat” lewat blog saja. Siapa sangka, dari sana dia justru berkenalan dengan sesama ibu tunggal yang melakukan pencarian yang sama: tempat aman bercerita tanpa harus dihakimi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
